Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label Saudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saudara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Februari 2010

TAMBAHAN MATERI CERAMAH


Adakah Pewarisan NU pada generasi mendatang…. ?

Berawal dari seorang siswa salah satu sekolah swasta bertanya, “ Pak, Apa sih NU itu ?”. Saya jawab dengan santai karena tanyanya juga santai “NU ?, itu Nahdlatul Ulama”, saya jawab secara kelakar. Siswa : “ Saya tanya beneran, karena saya cuma pernah diajarkan waktu Ibtida’ (SD) sama Tsanawiyah , dan setelah duduk di SLTA, ternyata sekarang saya pingin tahu beneran, karena ada sedikit ingin tahu ! “ Maka menja di bahan renungan bagi penulis yang kebetulan diamanati menjadi guru Aswaja, sebagai Mata Pelajaran muatan lokal. Karena di Sekolah Taman Siswa, ada Ke-Taman Siswa-an, di Muhammaddiyah, ada Ke- Muhammaddiyah-an.
Kata Hikmah “Syubbanul aan rijaalul ghodi “(Pemuda masa sekarang cacon pengganti pemimpin masa depan/ men datang).
Nahdlatul Ulama’, para tokoh pendirinya adalah para Kyai Pondok Pesantren di Jawa khususnya Jawa Timur, yang kesemuasnya mem punyai amanah Santri. Dalam menindak lanjuti kelang sungan, kelestarian NU, maka harus dilanjutkan , di kembangkan, dilestarikan oleh para Santri dan pelajar di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif, afdhol jika me nyampaikan amanat kyai pendahulu dengan memberikan be kal Santri dan pelajar Madrasah dengan materi Ke-NU-an.
Pondok –pondok Pesantren dan Madrasah-madrasah tidak langsung percaya kepada santri atau pelajarnya pasti akan ikut melestarikan NU, jika tidak dikenalkan dan dibekali dengan wawasan Ke-NU-an, karena putra atau putri Nahdliy yin kalau tidak dibekali dengan ajaran orang tua, guru, kyai, ustadz dengan Ke-NU-an, tidak mustahil bersemboyan dan beramaliyah “pokoknya Islam”. Hal ini yang perlu mendapat perhatian setiap kyai Pengasuh Pondok -pondok Pesantren dan Lembaga Pendidikan terutama Madrasah-madrasah di ba wah naungan LP. Ma’rif Nahdlatul Ulama’. Yang Guru dan Ustadz nya tidak mau kalau tidak dibilang sebagai orang NU, bahkan mungkin malu dibilang sebagai orang NU. Hanya ama liyahnya amat NU. Dengan kata lain NU Kultural tidak mau sebagai NU struktural, atau ikut berhidmat. Sehingga ditanya tentang NU, jawabnya :” Kallau pendiri Yayasan dan bebera pa pengurusnya di sekolah kami sangat NU, kallau saya ini anaknya orang NU, kallau saya…. Tak tanya judullu pada Guru Aswaja, (lumayan masih mau tanya). Waduh.. saya ini pokoknya Islam, shalat, puasa, zakat, hajji, berres tak iya”., Malaikat tak akan tanya soal NU. Yang ditanyakan bab sholat katanya Hadits Nabi”. Apalagi menjadi Pengurus NU, Cuma datang diundang membahas NU di kampungnya saja tak mau datang kok. Apalagi ingin mewaris kan kepada Para Santri dan Anak didiknya. Dengan asumsi Nanti akan NU dengan sendirinya ? (Engkok lek wis uwong lak NU-NU dewe a ! ). Sangat kasihan kyai-kyai Pendiri NU termasuk Pendiri Lem baga Pendidikan Ma’arif, karena anak cucunya melupakan ajarannya. Ya kadang masih mau tapi ogah-ogah tapi mau Pengenalan NU, yang dijadikan materi LKD, Latsus, Ospek, yang seharusnya dijadikan materi Intra Kurikuler, tapi alasan nya ada saja waktunya tidak cukup lah, guru pengajarnya ti dak ada lah, PBNU-nya kejeglong ke politik praktis lah,

Tokoh-tokoh yang sekarang ada yang menyeret NU untuk kepentingan sesaat dukung mendukung tim sukses sese orang yang mau jadi atau ini jadi itu, dan beberapa oknom yang ber petualang macam begitu (kebetulan hanya itu yang dilihat anak-anak muda NUsekarang ini) dan masih sak ambrek alas an lain yang tidak mungkin di tulis secara detail. Tetapi kasi han Kyai-kyai yang Muhlis yang betul-betul kepingin berhid mat secara tulus untuk NU, karena beliau tahu dan mengerti seja rah NU. Kejadian ini di negara antah berantah. Kalaupun ada di sekitar kita, hanya kebetulan saja kiranya, maka pelajar an KeNU-an sudah diberikan di SD, SLP sudah cukup, SLTA dan Perguruan Tinggi nanti akan NU sendiri ? alasan lain. Kenyataan di lapangan, Ternyata yang dilihat yang instan-instan, yang programnya mengkristal dan nyata, walaupun Ormasy/ Orpol Islam baru muncul. Dengan alasan yang pen ting hati saya tetap NU. Karena Jamiyah NU itu sa ngat luas dan luwes, jika di ibaratkan sebagai kereta api NU itu gerbong nya panjang, belum penumpangnya yang sa ngat hiterogen (bermacam-macam). Dan kadang kala u tidak tabah cepat lom pat pagar, karena tergiur kedudukan dan jabatan profesi atau struktural Ormasy/ Orpol Islam baru muncul itu.

Kedudukan Pondok Pesantren dan Sekolah/ Madrasah LP. Maarif
Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah sebagai lembaga pendidikan Islam (mayoritas Ahlussunnah Waljamaah), setiap pesantren setidaknya memiliki lima elemen dasar, yaitu :
1. Masjid/ musholla, kiai/ ulama, pondok/ asrama,
2. Santri dan pengajaran kitab-kitab klasik (Kitab Kuning).
3. Tujuan utama berdirinya pesantren tidak terlepas dari cita-cita dakwah islamiah di Indonesia,
4. sekaligus merupakan tempat untuk membina kader-kader ulama pengabdi kepada Allah SWT. yang bertafaqquh fiddin(menguasai dan mengamalkan agama), dan menjadi ‘ulamaul ‘amilin.
5. Dengan demikian pondok pesantren merupakan benteng pertahanan yang dapat menjamin berlangsungnya syiar dan dakwah islamiyah (ala Ahlussunnah Waljamaah) di Indonesia, sekarang dan masa akan datang.
Murid-murid pada pondok pesantren sering disebut dengan istilah santri, kata SANTRI ada yang memberi makna :
 = Salikun ilal akhiroh = Jalan (perkara-perkara) ke Akhirat
 = Naaibun ‘anil masyayikh = Penggantinya para kyai/ guru
 = Taarikun ‘anil m’aashi = Meninggalkan ma’shiyat
 = Raaghibun fil khairat/ Rawaatibuz zaman = Senag pada kebaikan/ Mengikuti perkembangan zaman
 = Yarjus salamati fid diin wad dunya wal aakhiroh = Mengharap keselamatan di bidang Agama, dunia dan akhirat.

A. Sejarah, Dasar dan Bentuk Keorganisasian Nahdlatul Ulama’
1. Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama’
Pendirian N U merupakan manifestasi Kebang kitan para Ulama’ untuk mempertahankan madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali yang dikenal dengan Madzahibul Ar ba’ah/ madzhab empat. Dengan demikian motivasi berdi rinya N U adalah “ Berupa mempertahankan dan melesta rikan faham Ahlussunnah Waljamaah dengan me ngikuti salah satu madzhab empat sebagaimana yang telah berakar di Indonesia sejak awal perkem bangan Islam” seperti yang diajarkan oleh para Waliyulloh di Indonesia ;
Rumusan Anggaran Dasar N U atau yang sering dise but Qonun Asasi Li Jamiati Nahdlatul Ulama’ sebenarnya telah disepakati sejak organisasi ini didirikan pada tgl. 16 Rojab 1344 H/ 31 Januari 1926 M. yang didirikan oleh para Ulama’ KH. M. Hasyim Asy ’ari ( Pendiri cikal bakal N U ; Komite Hijaz ), KH. Abdul Wahab Hazbullah, KH. Mas Alwi Abdul Aziz (Pemberi nama N U), KH. Ridwan Abdullah (Pembuat Lambang N U ) .
Dalam Anggaran Dasar ini disebutkan secara ekspli sit tujuan Nahdlatul Ulama’ yaitu “mengembangkan dan melestarikan ajaran Islam Ahlussunnah Waljamaah.”. Rumusan tujuan tersebut sesuai dengan pengarahan Rois Akbar Jamiyah NU Hadratus Syeh KH. M. Hasyim Asy’ ari yang dijadikan sebagai muqaddimah Al- Qonunil Asasi. Juga terdapat dalam pasal 2 dan 3 berbunyi sebagai berikut :
Pasal 2 :“Adapun maksud perkumpulan ini yaitu : memegang teguh pada salah satu dari madzhab Imam Empat (Madzahibul Arba’ah) ,Imam Muhammad bin Idris AsSyafi’i (Syafi’i), Imam Malik bin Anas (Maliki) , Imam Abu Hanifah An Nu’man (Hanafi), Imam Ahmad bin Ham bal (Hambali) dan mengerjakan apa saja yang menjadi kan kemaslahatan agama Islam”
Pasal 3 : Untuk mencapai maksud perkumpulan ini, maka diadakan ikhtiar :
a. Mengadakan perhubungan di antara ulama’-ulama’ yang bermadzhab tersebut dalam pasal 2
b. Memeriksa kitab kitab sebelumnya dipakai untuk me ngajar supaya diketahui apa itu dari kitab-kitab Ahlus sunnah Waljamaah atau kitab-kitab ahli Bid’ah.
c. Menyiarkan agama Islam di atas madzhab sebagaima na tersebut dalam pasal 2, dengan jalan apa saja yang baik.
d. Berikhtiar memperbanyak Madrasah-madrasah yang berdasar agama Islam.
e. Memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan masjid-masjid, langgar-langgar, pondok-pondok, begi tu juga dengan hal ihwal anak-anak yatim dan orang-orang fakir miskin.

Pilihan akan ikhtiar yang dilakukan mendasari kegiatan N U dari masa ke masa dengan tujuan untuk melakukan perbaikan, perubahan, dan pembaharuan masyarakat, teru tama dengan mendorong swadaya masyarakat sendiri.

N U sejak semula meyakini bahwa persatuan dan kesa tuan para ulama’ dan pengikutnya, masalah pendidikan, dakwah Islamiyah, kegiatan sosial serta perekonomian adalah masalah yang tidak dapat dipisahkan untuk mengu bah masyarakat yang terbelakang, bodoh, dan miskin men jadi masyarakat maju, sejahtera, dan berakhlak mulia

Pilihan kegiatan NU tersebut sekaligus menumbuhkan sikap partisipatif terhadap setiap usaha yang bertujuan membawa masyarakat kepada kehidupan yang maslahat. Setiap kegiatan NU untuk kemaslahatan manusia dipan dang sebagai perwujudan amal ibadah yang didasarkan pada faham keagamaan yang dianutnya..

2. Sistem Keorganisasian Nahdlatul Ulama’
Seperti halnya organisasi negara modern yang membe dakan antara kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif , organisasi N U juga membedakan antara kekuasaan Syu riyah yang berfungsi sebagai badan legislatif dengan keku asaan Tanfidziyah sebagai badan eksekutif. Akan tetapi fungsi Syuriyah dalam NU merangkap sebagai pengadil an banding atau badan yudikatif. Karena itu dalam jam iyah NU, Syuriyah merupakan pimpinan tertinggi yang pe tunjuk dan pendapatnya mengikat sampai ke tingkat pa ling bawah menurut garis vertikal. Dilihat dari pola ini, NU dapat disebut sebagai organisasi “lini”.
Namun dilihat dari tugas dan fungsi Ketua Tanfidzi yah yang karena jabatannya termasuk anggota pleno pe ngurus Syuriyah, maka secara resmi Ketua Tanfidziyah juga bertindak sebagai pengambil keputusan. Dari sisi ini NU dikatagorikan sebagai “Organisasi staf”.
Kemudian jika dilihat dari sudut pembagian tugas se suai dengan bidangnya, sehing ga melahirkan badan oto nom (banom) yang berhak mengatur rumah tangganya sen diri , maka N U dapat disebut sebagai organisasi “fungsi onal”. Dengan demikian pola organisasi NU merupakan pola gabungan antara “lini”, staf dan fungsional”.

3. Struktur Kepengurusan Nahdlatul Ulama’
Struktur kepengurusan N U terdiri dari Mustasyar , Syuriyah, dan Tanfidziyah. Mustasyar bertugas menye lengarakan pertemuan setiap kali dianggap perlu untuk se cara kolektif memberikan nasehat kepada pengurus N U menurut tingkatannya dalam rangka menjaga kemurnian Khitthoh Nahdhliyah dan Islahu Dzitilbain.

Pengurus Syuriyah selaku pimpinan tertinggi berfung si secara kolektif sebagai pembi na, pengendali, pengawas dan penentu kebijaksanaan N U mempunyai tugas ;
a. Menentukan arah kebijaksanaan N U dalam melaksana kan usaha dan tindakan untuk mencapai tujuan organi sasi.
b. Memberi petunjuk, bimbingan dan pembinaan dalam me mahami, menganalisa, dan mengamalkan ajaran Islam menurut faham Ahlussunnah Waljamaah baik di bidang aqidah, syariah, maupun tasawwuf/ akhlak.
c. Mengendalikan, mengawasi dan memberikan koreksi ter hadap semua perangkat organisasi N U agar pelaksana an program-program N U berjalan di atas ketentuan jam iyah dan agama Islam.
d. Membimbing, mengarahkan, dan mengawasi Badan Oto nom, Lembaga dan Lajnah langsung di bawah Syuriyah.
e. Membatalkan keputusan atau langkah organisasi N U yang dinilai bertentangan deng an ajaran Ahlussun nah Waljamaah .

Sedangkan pengurus Tanfidziyah sebagai pelaksana harian mempunyai tugas-tugas :
a. Memimpin jalannya organisasi sehari-hari sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh pengurus Syuri yah .
b. Melaksanakan program jamiyah N U .
c. Membimbing, mengarahkan, memimpin, dan mengawasi kegiatan-kegiatan jamiyah yang berada di bawahnya .
d. Menyampaikan laporan secara periodik kepada pengu rus Syuriyah mengenai pelaksanaan tugas-tugasnya .

Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut, Pengurus Tanfidziyah berwenang membentuk tim-tim kerja tetap (permanen) atau sementara (temporer) sesuai kebutuhan dan tuntutan perkembangan zaman, berikut pembagian tugas dan penerapan tatakerjanya.
Sebagai organisasi yang berskala nasional, tingkat-tingkat kepengurusan dalam N U diatur berdasarkan ting kat daerah, sesuai dengan Undang-undang dan peraturan yang berlaku.
1. Untuk tingkat Pusat dipergunakan istilah Pengurus Besar (PB) berkedudukan di ibukota negara.
2. Tingkat Propinsi atau daerah yang disamakan dengan itu dipergunakan istilah Pengurus Wilayah (PW) .
3. Di tingkat Kabupaten/ kota/ kota Administratif dise but Pengurus Cabang (PC) .
4. Di tingkat Kecamatan disebut Majlis Wakil Cabang (MWC NU) .
5. Sedangkan di tingkat Desa atau Kelurahan disebut Pengurus Ranting (PRNU) .

B. Perangkat Keorganisasian dalam Nahdlatul Ulama’
Untuk melaksanakan usaha-usaha dalam rangka men capai tujuan Jamiyah Nahdlatul Ulama’, telah dibentuk perangkat-perangkat organisasi yang terdiri atas; Lemba ga, Lajnah dan Badan Otonom yang ketiganya merupakan bagian integral dari Nahdlatul Ulama’.

Lembaga ;
Lembaga adalah perangkat departemenasi organisasi N U yang berfungsi sebagai pelaksana kebijaksanaan NU, khusus nya yang berkaitan dengan suatu bidang tertentu.
Lembaga-lembaga yang yang telah terbentuk pada Pengu rus Besar, antara lain :
a. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, (LDNU) ; ber tugas melaksanakan kebijaksanaan N U di bidang pe nyiaran agama Islam Ahlussunnah Waljamaah.
b. Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama, (LP Ma’arif NU) ; bertugas melaksanakan kebijaksa naan N U di bidang pendidikan dan penga jaran, baik jalur sekolah maupun luar sekolah selain pondok pesantren .
c. Lembaga Sosial Mabarrot Nahdlatul Ulama, (LSMNU) ; bertugas melaksanakan kebijaksanaan N U di bidang Sosial dan Kesehatan .
d. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama, (LENU) ; bertugas melaksanakan kebijak sanaan N U di bidang pengembangan Ekonomi warga .
e. Lembaga Pembangunan dan Pengembangan Perta nian Nahdlatul Ulama, (LP 3 NU) ; bertugas melak sanakan kebijaksanaan N U di bidang pengem bangan Pertanian, Peternakan,
f. Rabithoh Ma’ahid Islamiah(RMI) ; bertugas melak sanakan kebijaksanaan N U di bidang pengem bangan Pondok Pesantren
g. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama , (LKKNU) ; bertugas melaksana kan kebijaksanaan N U dibidang Kemaslahatan Keluarga, Kependudukan dan Lingkungan hidup .
h. Haiah Ta’mirul Masajid Indonesia ( HTMI ) ; bertu gas melaksanakan kebijaksanaan N U di bidang pe ngembangan dan Kemakmuran masjid.
i. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia ( LAKPESDAM ) ; bertu gas melaksana kan kebijaksanaan N U di bidang Pengkajian dan pe ngembangan Sum berdaya Manusia .
j. Lembaga Pengembangan Tenaga Kerja, (LKKNU) ; bertugas melaksanakan kebijaksa naan N U di bidang pengembangan ketenagakerjaan .
k. Lembaga Seni Budaya Muslimaan Indonesia, (LESBUMI) ; bertugas melaksana kan kebijaksanaan N U di bidang pengembangan Kesenian dan Kebuda yaan selain Seni Hadrah/ Terbangan .
l. Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum (LPBH) ; bertugas melaksanakan penyuluhan dan memberikan bantuan hukum .
Lembaga dapat dibentuk di tingkat Pusat, Wilayah, Cabang, Majlis Wakil Cabang dan Ranting, sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan tugas dan kemampuan. Pembentukan dan peng hapusan lembaga ditetap kan oleh permusyawaratan tertinggi pada masing-ma sing tingkat kepengurusan N U .

Lajnah ;
Lajnah adalah perangkat organisasi N U untuk me laksanakan program N U yang memerlukan penanganan khusus. Lajnah yang telah dibentuk di tingkat Pengurus Besar adalah :
a. Lajnah Falakiyah ; bertugas mengurus masalah hisab (hitungan) dan Ru’yatul Hilah ( melihat bulan) di matlak (tempat untuk meneropong/ melihat bulan) .
b. Lajnah Ta’lif wan Nasyr ; bertugas mengurus penulisan, penerjemahan dan penyebar an kitab-kitab menurut faham Ahlussunnah Waljamaah dan bentuk-bentuk penerbitan lain yang sesuai.
c. Lajnah Waqfiyah Nahdlatul Ulama ; bertugas meng himpun, mengurus dan mengelo la tanah serta bangun an yang diwaqakafkan kepada Nahdltul Ulama .
d. Lajnah Zakat, Infaq dan Shodaqoh ; bertugas meng himpun, dan mengelola dan mentasharrufkan zakat, in fak dan shodaqoh.
e. Lajnah Bahtsul Masail Diniyah ; bertugas menghimpun, membahas dan memecahkan masalah-masalah yang mauquf (mandek) dan waqiiyah yang harus segera mendapat kan kepastian hukum syar’i .

Lajnah dapat dibentuk di tingkat Wilayah sesuai dengan kebu tuhan, penanganan, dan perubahan khusus, serta ketersediaan tenaga. Penyusunan dan perubahan Pengurus Lajnah dilaku kan oleh sebuah tim yang dibentuk khusus untuk itu oleh Pe ngurus NU di tingkat masing-masing, terdiri atas unsur Pengu rus NU dan Pengurus Lajnah yang bersang kutan .



Badan Otonom ;
Adapun Badan Otonom adalah perangkat organisasi Nahdltul Ulama yang ber fungsi membantu melaksanakan kebijakan N U, khususnya yang berkaitan dengan kelom pok masyarakat tertentu dan beranggotakan perorangan . Badan otonom diberi hak mengatur rumah tangganya sen diri sesuai dengan Peraturan Dasar dan Rumah Tangga masing-masing .
Badan Otonom dapat dibentuk di semua Kepengurusan Nahdltul Ulama terdiri atas;
a. Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat N U)
b. Gerakan Pemuda Ansor (G P. Ansor)
c. Fatayat Nahdltul Ulama (Fatayat N U)
d. Ikatan Pelajar Nahdltul Ulama (IPNU)
e. Ikatan Pelajar Puteri Nahdltul Ulama (IPPNU)
f. Jamiyah Ahlit Thoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyah
g. Jamiatul Qurra’ wal Huffadz
h. Ikatan Sarjana Nahdltul Ulama (ISNU)
i. Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa Nahdltul Ulama (LPSPNNU)
j. Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI)

C. Kegiatan organisasi dalam Nahdlatul Ulama’

Adapun kegiatan organisasi Nahdltul Ulama khususnya yang berkaitan dengan kelompok masyarakat adalah :
a. Lailatul Ijtima’ yang dilaksanakan di tingkat Ran ting Nahdltul Ulama bersama MWCNU setempat; Sholat Gho ib pada arwah pendiri, pengurus dan anggota yang telah wafat dan mendahului kita. Konsolidasi organisasi, Cera mah agama dsb. Dahulu diambil waktu Bulan Purnama, tetapi sekarang sudah menyesuaikan .
b. Bahtsul Masail, di semua tingkat kepengurusan yang di laksanakan di tingkat, Pusat sampai dengan Ranting Nahdltul Ulama, oleh Rois Syuriyah dan jajaran lain.
c. Baca Yasin-Tahlil, Istighotsah, Burdah, Manaqib, Diba’, Hadrah , yang dilaksanakan di tingkat Ranting maupun bersama MWCNU setem pat atau sendiri-sendiri di Ranting masing-masing.
d. Baca Burdah, Diba’, Hadrah, Tanjidor yang dilaksana kan pada acara Walimahan, berbagai acara khusus mau pun umum, di rumah, pesantren dan tempat pengajian.
e. Sosial Mabarrot, santunan terhadap Yatim piatu, kaum dhuafa.
f. Semua Lembaga dan Lajnah, adalah merupakan kegiat an ormasy NU.

D. Kedududukan Ulama dalam NU adalah keduduk an Sentral ;
a. Para Ulama’ adalah pendiri NU
b. Para Ulama’ adalah pengendali NU
c. Para Ulama’ adalah panutan kaum Nahdliyyin/ warga besar NU.

Maka para Santri dan Siswa Madrasah serta Sekolah di bawah naungan LP. Maarif adalah calon pelestari Nahdlatu Ulama’ masa mendatang ?, untuk mengembalikan dan mem perbaiki penyalahgunaan kepentingan sesaat agar bisa dilurus kan seperti sediakala maksud dan tujuan suci Pendirinya. atau hanya cukup pernah membaca Kejayaan Ormasy Keagamaan terbesar di Negaranya ? Indonesia tercinta ini, atau “Pokok nya Islam” ?, atau mempunyai jawaban lain ?.
Ini jawaban penulis, kepada si penanya tadi, Wallahu A’lamu Bishshowaab.


Singosari, 3 Maret 2005 M.
23 Muharram1426 H.

*) Drs. H. M. Ali Ghufron R.MUBALLIGH
Staf Pengajar di YP.Almaarif Singosari ( MA & SMAI) Singosari, YAPISH (SMA Shalahuddin) Malang, Muballigh dan Mantan Ketua GP. Ansor Ancab. Singosari (1993-1998), Wakil Ketua GP. Ansor Kab. Malang (1995 – 1999), berkhidmat di Bagian (MWC NU) Singosari. Malang. Sekretaris MUI Kec Singosari Malang









Sabtu, 02 Mei 2009

SILATURRAHMI

NASEHAT LUQMAN AL HAKIM KEPADA PUTRANYA

Segala puji bagi Allah SWT, sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, shahabat, keluarga serta orang-orang yang masih berittiba' (mengikuti) kepada beliau sampai hari kiamat.
Al Qur'an adalah sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang tak pernah kering untuk ditimba, penuh dengan pelajaran, di dalamnya terdapat hikmah dan teladan. Salah satu isi pokok dari Al Qur'an adalah kisah perjalanan kehidupan para nabi dan rasul serta orang-orang saleh dari umat-umat sebelum nabi Muhammad SAW. Hikmah diceritakannya sirah manusia-manusia pilihan itu tidak lain karena besarnya manfaat dari keteladanan iman, sifat dan akhlaq mereka. Maka disini akan saya angkat sebuah kisah Luqman Al Hakim yang penuh dengan hikmah bagi kita semua.


1. Tidak menyekutukan Allah(Syirik).
Sebesar-besar kedzaliman dan kemungkaran adalah menyekutukan Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".(Q.S. Luqman:13)
Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali ia bertobat dan meninggalkan perbuatannya. Sesungguhnya hanya Allah sajalah yang berhak untuk
disembah (Allahu mustahiqqul 'ibaadah). Dia lah yang berhaq di mintai pertolongan. Hanya kepada-Nyalah segala urusan diserahkan, takut (khouf), berharap (raja') hanya layak ditujukan kepada Allah swt, bukan kepada yang lainnya

2. Berbuat baik kepada kedua orang tua(Birrul walidain).
Firman Allah SWT.
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."( QS.Luqman: 14)
Di dalam riwayat Bukhari, Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat:
"Amalan apakah yang dicintai oleh Allah ?Beliau menjawab: Shalat pada waktunya, ia bertanya lagi: Kemudian Apa ?, Beliau menjawab: berbuat baik kepada orang tua, .Ia bertanya lagi: kemudian apa?, Belau menjawab: Jihad di jalan Allah" (shahih Bukhari V/2227, hadits No.5625)

3. Ketaatan kepada kedua orang tua harus dilandasi oleh ketaatan kepada Allah;

karena tidak boleh taat kepada keduanya dalam rangka berbuat maksiat kepada Allah, lebih-lebih menyekutukan Allah ( syirik ). Allah berfirman

"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik"(QS. Luqman: 14).

4. Mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah SWT
Firman Allah SWT
Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS. Luqman: 15)
Disini Luqman memberikan sebuah nasehat kepada anaknya agar ia mengikuti jejak orang-orang yang kembali kepada Allah SWT yaitu para nabi dan rasul serta orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yang selalu bertaubat kepada Allah SWT, yang telah diberi Allah SWT hidayah, yaitu tetap dalam agama yang hanif yakni Islam.

5. Allah akan membalas semua perbuatan manusia.
Firman Allah swt :
(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(Q.S: 16)

"Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula". (QS. Al Zalzalah: 7-8).

6. Menegakkan sholat.
Shalat adalah tiang agama, sehingga ia tidak akan tegak tanpa shalat. Maka sebagai seorang yang beriman kita diwajibkan menegakkannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 17 yang berbunyi :
"Hai anakku, dirikanlah shalat …"
Shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah SWT.
…"Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (QS. Al 'Ankabuut: 45)

7. Amar Ma'ruf nahi Munkar.
Ada dua komponen penting dalam Islam yang memberikan sebuah dorongan yang kuat kepada setiap muslim untuk mendakwahkan agama yang dianutnya, yaitu Amar ma'ruf nahi mungkar (memerintahkan berbuat kebajikan dan mencegah yang mungkar). Perintah untuk beramar ma'ruf nahi mungkar sangat banyak di dalam Al Qur'an seperti :

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung".(QS. Ali Imran:104).

8. Bersabar terhadap apa yang menimpa kita.
Sesungguhnya segala cobaan yang menimpa seorang muslim itu adalah merupakan sesuatu yang mesti terjadi karena itulah bentuk ujian (ikhtibar) dari Allah SWT, apakah ia sabar atau tidak ?, firman Allah SWT.
"Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)."(QS. Luqman:17)

9. Tidak Menyombongkan diri
Sifat takabur atau merasa besar dihadapan manusia adalah sifat yang dibenci oleh Allah SWT.
"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."

10. Bersikap pertengahan dalam segala hal dan berakhlaq yang baik
Islam tidak menghendaki sikap Ghuluw (berlebih-lebihan) juga tidak menginginkan untuk bersikap tahawun (meremehkan) dalam segala hal termasuk juga dalam perkara-perkara yang menurut penilaian sebagian orang dianggap kecil seperti sikap berjalan, berbicara dsb. Allah SWT mengatur itu semua sebagaimana firmanNya:
"Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."
Manusia akan mempunyai nilai jika menampakkan akhlaq yang baik, karena tujun diutusnya Rasulullah SAW selain untuk menyeru kepada Allah ( Ad-dakwah ilallah) adalah untuk menyempurnakan Akhlaq dan budi pekerti.

Aminuddin
Sumber : Tafsir Ibnu Katsir


SILATURRAHIM


Rahim secara bahasa berarti rahmah yaitu lembut dan kasih sayang. Tarahamal qaumu artinya saling berkasih sayang.

Imam Al-Azhary berkata yang dimaksud dengan firman Allah: "Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". (Al-Anbiya': 107) adalah kasih sayang.

Tarahhama 'alaihi berarti mendoakan seseorang agar mendapatkan rahmat, istarhama berarti memohon-kan rahmat. Rajulun rahumun (orang laki-laki yang penyayang) dan imra'atun rahumun (perempuan yang penyayang). Ar-Rahmah fi bani adam, berarti kelem-butan dan kebaikan hati.

Seseorang dikatakan dekat dengan kerabat apabila dia telah memiliki kasih sayang dan kebaikan sehingga menjadi betapa baik dan sayang. Abu Ishaq berkata: Dikatakan paling dekat rahimnya yaitu orang yang paling dekat kasih sayangnya dan paling dekat hubungan kerabatnya.

Ar-ruhmu dan ar-ruhumu secara bahasa adalah ka-sihan dan simpati. Allah menyebut hujan dengan nama rahmat. Ibnu Sayyidih berkata bahwa yang dimaksud dengan ar-rahim dan ar-rihimu adalah rumah tempat tumbuhnya anak, dan jamaknya arhaam.

Al-Jauhary berkata ar-rahim berarti kerabat.

Imam Ibnu Atsir berkata bahwa dzu rahim adalah orang-orang yang memiliki hubungan kerabat yaitu setiap orang yang memiliki hubungan nasab dengan anda.

Imam Al-Azhary berkata ar-rahim adalah hubung-an dekat antara bapak dan anaknya dengan kasih sayang yang sangat dekat.

Allah Ta'ala berfirman: "Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan sila-turrahim." (An-Nisa': 1)

Orang Arab mengatakan: " Saya ingatkan engkau dengan takut kepada Allah dan hubungan silatur-rahim".

Dalil-dalil

Allah Ta'ala berfirman: "Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling memin-ta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim." (An-Nisa': 1).

Keluarga adalah pondasi utama terbangunnya se-buah lingkungan masyarakat. Dan perekat pertama hubungan antar manusia adalah perekat hubungan yang bernilai rububiyah yang merupakan perekat hubungan yang paling dasar. Allah memuji hubungan manusia karena ikatan kekerabatan. Maka bertakwalah kepada Allah yang kamu saling berjanji dan berikrar dengan keagungan nama-Nya, kamu saling meminta satu sama lain dengan kebesaran nama-Nya dan kamu saling bersumpah satu sama lain dengan nama-Nya. Tumbuh-kanlah nilai takwa di antara kalian agar hubungan kerabat tetap bersambung dan langgeng. Hubungan kerabat adalah hubungan yang sangat penting setelah hubungan rububiyah dan perasaan takut kepada Allah. Kemudian, takut untuk memutuskan silaturrahim, selalu memperhatikan hak-haknya, menjaga kelestarian hu-bungan jangan sampai menghancurkan dan menganiaya kemesraannya, jangan sekali-kali mencoba mengusik dan menyentuh keutuhannya. Berusahalah untuk selalu dekat, cinta, hormat dan memuliakan silaturrahim. Jadikanlah kerinduan dan keteduhan hidup anda di bawah naungan dan kemesraan silaturrahim, Allah berfirman : "Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan meng-awasi kamu". (An-Nisa': 1)

Dan Allah Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mereka takut kepada Tuhannya". (Ar-Ra'd: 21)

Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan agar kita menyambung hubungan baik dengan orang faqir, hubungan baik dengan tetangga dan hubungan baik dengan kerabat dan sanak famili. Apabila manusia memutuskan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah untuk dihubungkan, maka ikatan sosial masyarakat akan hancur berantakan, kerusakan menyebar di setiap tempat, kekacauan terjadi di mana-mana dan gejala sifat egoisme dan mau menang sendiri akan timbul dalam kehidupan sosial. Sehingga setiap individu masyarakat menjalani hidup tanpa petun-juk, seorang tetangga tidak tahu hak bertetangga, se-orang faqir merasakan penderitaan dan kelaparan sendirian dan hubungan kerabat berantakan, sehingga kehidupan manusia berubah menjadi kehidupan hewani serba tidak berharga.

Dari Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang senang diluaskan rizkinya dan ditunda umurnya, maka hendaklah bersilatur-rahim". (Muttafaq 'alaih)

Nasehat-Nasehat

Hiasilah wahai manusia hubungan kerabatmu dengan ridha Allah, langkah-langkahmu menuju ke tempat tinggal kerabatmu adalah keberkahan dan derajatmu akan tinggi di sisi Allah bila engkau melangkahkan kaki untuk bersilaturrahim. Malaikat rahmah selalu mengiringimu dan merupakan ibadah kepada Allah pada saat engkau bersilaturrahim serta engkau akan mendapatkan pahala dan pengampunan dari Allah. Tatkala engkau mengunjungi bibimu yang sedang sakit berarti engkau telah menghiburnya dan sebagai tanda keberhasilan dalam mendidikmu.

Saudara laki-laki dan saudara perempuan baik sekandung maupun hanya saudara sebapak atau seibu, atau sepersusuan, semuanya hendaklah saling menyayangi, menghormati dan menyambung hubungan kera-bat baik pada saat berdekatan atau berjauhan.

Hubungan persaudaraan khususnya antara saudara laki-laki dengan saudara perempuan memiliki sentuhan yang sangat unik yaitu sentuhan batin yang sangat lembut serta kesetiaan yang sangat dalam dan semakin hari semakin bertambah subur walaupun berjauhan jarak tempatnya.

Wahai saudariku sekandung, Allah mewasiatkan kepadaku agar aku selalu menyambung silaturrahim, secara fitrah kita bersaudara dan dengan Kitabullah kita diperintahkan bersilaturrahim serta Allah mengancam dengan siksa dan celaka bagi orang yang memutuskan hubungan kerabat.

Dari Jubair bin Muth'im bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk Surga orang yang memutuskan hubungan kerabat". (Muttafaq 'alaih)

Menyambung silaturahim dengan paman dan bibi adalah termasuk bagian dari silaturrahim, berdasarkan hadits dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah kamu tidak sadar bahwa paman seseorang adalah saudara bapaknya".

Menyambung hubungan kerabat dengan anak pe-rempuan dari saudara perempuan termasuk bersilatur-rahim dengan ibunya dan demikian pula bersilatur-rahim dengan saudara perempuan ibu. Dari Barra' bin Azib bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saudara perempuan ibu (bibi) memiliki keduduk-an seperti ibu". (Muttafaq 'alaih)

Dari Ibnu Mas'ud bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saudara perempuan ibu (bibi) adalah ibu". (HR. Ath-Thabrani)

Wanita adalah makhluk yang lemah dan menjadi kuat karena dengan adanya laki-laki. Pada saat saudara laki-laki berkunjung ke rumah saudara perempuan, maka dia bergembira dan berbahagia dengan kunjungan tersebut. Suami dan keluarganya juga ikut bergembira, dengan rasa bangga saudara perempuan tersebut bercerita kepada penduduk kampungnya bahwa saudara laki-laki tersebut datang berkunjung untuk mengetahui keadaan dan kesehatannya dan mereka itulah yang menjadi penopang hidupnya setelah Allah pada saat-saat susah dan kesulitan.

Betapa lezatnya makanan yang datang dari sauda-ra, bapak atau paman serta betapa berharganya hadiah yang datang dari saudara dan kerabat.

Saudara perempuan tersebut mengungkapkan kegembiraan dengan mengucapkan semoga Allah melu-ruskan niatmu wahai saudaraku, semoga Allah senantiasa memberi keselamatan kepada kalian dari setiap musibah, saya sangat berbahagia atas kehadiran kalian dan saya sangat bergembira dan bangga dengan kunjungan kalian di hadapan suami saya dan keluarganya. Wahai saudaraku tatkala kalian masuk ke rumahku seakan ruangan rumahku bercahaya dan seluruh rahasiaku ingin aku ungkapkan serta keadaanku berubah semua. Hadiah yang kalian berikan walaupun sederhana akan tetapi sangat berharga bagiku bukan karena mahalnya akan tetapi pemberian itu dari tangan kalian. Saya merasa bangga dan mulia dari seluruh manusia di dunia ini.

Wahai saudaraku, kunjungan kalian mendatangkan suasana baru bagi hidupku dan saya melihat ruangan rumahku seakan semakin cerah setelah kedatangan kalian. Kegembiraan yang tak mungkin dunia memberikannya kepadaku dan kebahagiaan seakan aku mampu memeluk bintang gejora. Tidak ada saat yang paling bahagia dalam umurku tatkala kalian memuliakan rumahku dengan kunjungan kalian.

Ya Allah saya bersaksi di hadapanMu bahwa sau-dara-saudaraku telah bersilaturrahim, maka sambunglah ya Tuhan Dzat Yang Maha Penyayang.

Wahai saudaraku, kalian hanya sekedar menunaikan kewajiban dan tugas kemasyarakatan, tetapi saya berbahagia selamanya yang tidak mungkin terhargai oleh apa pun.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala menciptakan makhluk sehingga setelah selesai menciptakan mereka, maka rahim berdiri dan berkata: Ini adalah kedudukan yang tepat bagi orang yang berlindung dari memutuskan hubungan silaturrahim, Allah Ta'ala berfirman: "Benar, bukankah engkau senang jika Aku menyambung orang yang menyambung silatur-rahim dan saya memutus orang yang memutuskan silaturrahim. Dia berkata: "Ya, Allah Ta'ala berfirman: "Itulah permohonanmu yang Aku kabulkan."

Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bacalah jika kalian mau firman Allah Ta'ala (artinya): "Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?" (Muhammad: 22)

Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anhu bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Rahim bergantung di 'Arsy, lalu berkata: "Barangsiapa yang menyambungku, maka Allah akan menyambungnya dan barangsiapa yang memutuskanku, maka Allah akan memutuskannya".

Sesungguhnya orang-orang yang berakal dan berfikir serta berhati yang jernih akan mampu mencerna makna nasihat kebenaran dan kemudian menjadi peringatan baginya.

Allah Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hari hisab yang buruk". (Ar-Ra'd: 21)

Inilah sifat seorang mukmin, setiap apa-apa yang diperintahkan Allah Ta'ala untuk menghubungkan, maka mereka pun menghubungkan. Mentaati secara sempurna dan istiqamah di atas kebenaran dan berjalan di atas manhaj Kitabullah dan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam akan mampu menyelamatkan kita dari penyelewengan dan kesesatan.

Orang yang terbiasa tidak menjaga janji Allah dan tidak istiqamah di atas jalan lurus sesuai kehendak Allah, maka dia tidak mungkin mampu memegang janji dan ikatan dengan siapa pun. (Kholid Ar Rasyid)

Senin, 17 November 2008

PUISI dan SYI'IRAN BASA JAWA (Sangka Santri....)


PAK ALI GHUFRON SINGOSARI MALANG SEDANG EKSPRESSI PUISI.......

KUMPULAN PUISI SAAT TERJADINYA SUNAMI ACEH 2006


TRAGEDI TANAH RENCONG
Ali Ghufron, Singosari Malang, 2 Januari 2005

Di Tanah rencong yang dibanggakan
Menjerit-jerit kesakitan, menyebut-nyubut Asma Mu, Ya Alloh….
Astaghfirullohal ‘Adhim, Lahaula walaquwwata illah billahil ‘aliyyil ‘adhim
Kau luluh lantakkan Banda Aceh rata dengan tanah, tiada beda dengan tanah lapang air tergenang, segala hilang tak terbilang

Ya Alloh….
Tak ada lagi mahkota jabatan
Tak ada lagi harta kebanggaan
Tak ada lagi rumah tinggal
Tak ada lagi sanak keluarga
Tak ada lagi cengkrama permainan
Tak ada lagi tetangga kenalan
Tak ada lagi kecantikan
Tak ada lagi kegagahan
Tak ada lagi kesombongan
Tak ada lagi
Rontok….
digoyang dendang makhluk Mu, gempa tektonik berulang-ulang

Apakah ini tadzkirah peringatan Mu
Apakah ini fitnah cobaan Mu
Apakah ini adzab hukuman Mu

Ya Alloh….
Tak ada lagi hiruk pikuk kendaraan
Tak ada lagi lalu lalang kesibukan
Tak ada lagi gemerlap lampu penerang
Tak ada lagi bebunyian hiburan dan rekreasi
Tak ada lagi senyum sapa ucapan salam
Tak ada lagi transaksi dan perdagangan
Tak ada lagi sekolah dan perkuliahan
Tak ada lagi komunikasi pembicaraan
Tak ada lagi !
Rata…..
dihempas libas makhluk Mu gelombang Tsunami si ombak kobra menerjang

Hanya Masjid-masjid tempat pasujudan bertengger kokoh atas Izin Mu,

Apakah ini tadzkirah peringatan Mu
Apakah ini fitnah cobaan Mu
Apakah ini adzab hukuman Mu

Puing sisa berikan bukti,
Mayat-mayat kaku jadikan saksi sebagai musyahidin,
Mencari sanak saudara silih berganti, ratap tangis memilukan datangkan simpati,
Sunyi sepi nasehat hikmah yang sarat berisi, bagi saudara mereka yang berfikir
Bela sungkawa seantero dunia sumbangkan arti, relawan kemanusiaan berbondong datang ulurkan tangan tuk sesama.

peringatan, cobaan atau hukuman Mu ?


DUKA SERAMBI MAKKAH
Ali Ghufron, Singosari, 2 Januari 2005

Allohu Akbar !
Tersentak oleh keBesaran Alloh Dzat Yang Maha Besar
Betapa amat kecil segala ciptaan
Berpuluh ribu mayat bergelimpangan terbujur kaku dengan segala gerak laku yang qalbu bagai disayat sembilu
Kematian itu satu, sebabnya ada beribu-ribu, dimanapun pasti bertemu
Kiamat kecilkah gerangan ?
Ya…. Kiamat kecil !
Kiamat kecil
Kiamat kecil
Kiamat kecil…….

Innalillahi wainna ilahi roji’un
Sungguh segalanya milik Mu, dan kembali ke haribaan Mu
Duka Serambi Mekah
Datangkan duka dunia
Bela sungkawa berkepanjangan
Akal menjadi dangkal, takdir berdzikir
Mata menjadi saksi
Hati datangkan simpati

Subhanalloh
Maha Suci Dzat Yang Maha Suci
Gempa dan badai Tsunami datangkan hikmah
Tak hanya Pakar, tukang parkirpun bertasbih kepada Mu
Sehabis menyaksikan Maha Suci Mu

Bayi mungil satu setengah bulan bertahan, induknya mati terseret gelombang, ayahnya diam terheran-heran menyaksikan anak kesayangan tersenyum manis menawan
Lelaki di tumpakan sampah sampai enam hari enam malam tak setes airpun ke kerongkongan tak sebutir makanpun ke perutnya, masih bertahan hidup, bicara terbata-bata
Anak berusia lima tahun naik almari terapung nikmat sempat pindah ke springbet ditungganginya seluruh keluarga yang disayangi tak menyaksi kan dan menyahut jeritannya
Masjid putih berkubah hitam Baiturrahman tetap bisa menjadi kebangga an Icon Serambi Makkah ke depan
Satu generasi Kau taburi Rahmat Mu Wahai Dzat Yang Memberi Rahmat

Kiamat kecil gerangan ?
Ya…. Kiamat kecil !
Kiamat kecil
Kiamat kecil
Kiamat kecil, Miniatur kiamat…….


BADAI TSUNAMI SEBUAH NAMA
Ali Ghufron, Singosari, 2 Januari 2005

Lempeng bumi laut bergeser, kata ahlinya
badai tsunami menyapa bumi, puluhan ribu jiwa tersapu mati, tua muda, remaja bay, kaya miskin, tentara polisi, tak peduli
Waktu dhuha dikala gempa, porak porandakan gerak kehidupan,
Andai…. kau datang tengah malam mereka lelap tidur mendengkur betapa lebih mengujutkan seluruh daratan,

Allah Maha Belaskasihan, Allah masih belas kasihan,

Nanggroe Aceh Darussalam,
Aceh yang sarat keagamaan,
Aceh yang indah kebudayaan,
Aceh yang dinamik tari Saman,
Aceh yang bersuara emas kalimah Allah diisenandungkan,
Aceh yang punya kebanggaan Kesultanan Malikus Shaleh tahun seribu dua ratus sekian, sampai seribu dua ratus sekian,
Aceh yang punya Kepahlawanan Tuenku Umar, Cut Nyak Dien, Cut Mutiah, pahlawan nasional,
Aceh yang Serambi Makkah, orang manapun kalau naik haji melalui pelabuhan Sabang,
Aceh yang daratanmu mirip di Mesopotamia, indah molek menawan,
Aceh yang punya tanaman daun impian, daun obat yang banyak disalahgunakan,
Aceh yang punya pemimpin daerah gubernur Abdullah Puteh bernama,
Aceh yang punya masalah dengan pemerintahan,
Allah Maha Belaskasihan, Allah masih meberikan belas kasihan,

Gelombang Tsunami hanya sebuah nama,
Samaran dari Malaikat Izrail sang pencabut nyawa,
Gelombang Tsunami hanya sebuah nama,
Titisan air bah di zaman Nabi Nuh ‘Alaihissalam, yang meneng gelamkan seluruh daratan,
Gelombang Tsunami hanya sebuah nama,
Mungkin samaran Nabi Khidir ‘Alaihissalam, yang mencekik anak kecil calon misionaris kafir
Gelombang Tsunami hanya sebuah nama,
Seperti bencana alam zaman Nabi Luth ‘Alaihissalam, membalikkan kaun homosexsual yang berlebihan dan mencibirkan ajaran Nabi mereka,
Gelombang Tsunami hanya sebuah nama,
Reingkarnasi generasi yang akan dartang,
Wallahua’lamu bishshowab.

Allah Maha Belaskasihan, Allah masih meberikan belas kasihan,



ACEH…. ! SETIAP MUSIBAH BERHIKMAH
Ali Ghufron, Singosari, 2 Januari 2005

Kematian datang, jerit tangis mengiang
Puluhan ribu mayat dikuburkan, shalat ghoib dimana-mana
Beribu-ribu pengungsi, bermilyard-milyard santunan simpati
Beribu-ribu yatim piatu, berjuta-juta mengangkatmu,

Musibah yang ada, hikmah yang tersisa
Kau jarang disentuh bapakmu, akan diprioritaskan
Kau dianak tirikan, akan dimanjakan
Kau dibilang penghianat, akan dijadikan pahlawan
Kau dibilang kampungan, akan lebih kota di mata dunia

Musibah yang ada, hikmah yang tersisa
Sejarah yang terkuburkan, terungkap jasa baikmu
Semerbak wangi dibuat tawar, kan lebih wangi ke penjuru
Serentah takabbur, terhina sampai ke liang kubur
Sekelompok sombong, seluruh hamparan terbengong

Musibah yang ada, hikmah yang tersisa



BELA SUNGKAWA DAN DOAKU PADAMU
Ali Ghufron, Singosari, 2 Januari 2005


Aku berbela sungkawa
Syahidin berbangga

Aku berbela sungkawa
Para relawan berdatangan

Aku hanya bisa berbela sungkawa
Para malaikat memanjakanmu

Aku sekedar bisa berbela sungkawa
sedang malaikat penjaga sorga kan menyambutmu dengan ramah

Aku dengan berbela sungkawa
Panjatkan doa kepada Rabbiku, smoga dirahmati, peroleh ampunanNya.


GEMURUH TAHLIL DAN DOA TUK NANGGROE ACEH DARUSSALAM
Ali Ghufron, Singosari, 2 Januari 2005

Saudara kita berduka
Masih ada tersisa dalam tanya
Masihkan akan hidup berikutnya
Sebuah kota menjadi bisu, mati, mencekam dengan mayat-mayat bergelimpangan di pinggiran jalan

Secercah harapan tinggal harapan
Tak lagi ingat saudara, anak, istri, apalagi sesuku
Aceh yang ceria tiba-tiba meledak dengan jerit tangis bersautan
Terhempas gejala alam badai tsunami menggulung seluruh isi hanyut dengan hitungan detik meregang ribuan nyawa

Tersiar kabar duka berjuta saudara kita
Selembar sajadah serambi Makkah robek sudutnya di banda kota sejarah penuh kenangan
Di hari libur Ahad Pahing dua puluh enam Desember penghujung tahun dua ribu empat
Gelombang pasang hempaskan sayap berbisa datang kematian ratusan ribu jiwa

Saudara kita berduka
Masih ada tersisa orang-orang yang takziyah ikut berduka
Dengan gemuruh membaca kalimah tahlil dan shalat ghoib mintakan ampunan
Masih ada kepedulian sesama, walau sebelumnya sempat tak tegur sapa
Bahkan ingin menghabisi mereka Gerakan Aceh Merdeka

Saudara kita berduka
Masih ada belas kasihan penghuni dunia
Masih tersisa orang arif bijaksana, ikut mendoakan dengan doa sejadi-jadinya
Bersedia menolong dengan berbagai kelebihan yang ada
Saudara, semoga arwamu dibalas sorga,

Amin, semoga Allah mengabulkan.


AKU BERTANYA KEPADAMU TENTANG GELOMBANG KOBRA TSUNAMI
Ali Ghufron, Singosari, 2 Januari 2005

Wahai Allah….aku bertanya kepada Mu

Mengapa Kau ciptakan bumi ?
Untuk kau pakai hidup, dan kelola sumber alamnya !
Bila berlebihan, Aku tidak suka kepada mereka yang berlebih-lebihan
Kan binasalah kau dengannya

Wahai Allah….aku bertanya kepada Mu

Mengapa Kau ciptakan laut ?
Untuk kau pakai hidup, dan kelola sumber alamnya !
Bila berlebihan, Aku tidak suka kepada mereka yang berlebih-lebihan
Kan binasalah kau dengannya

Wahai Allah….aku bertanya kepada Mu

Mengapa Kau ciptakan gelombang kobra Tsunami yang mematikan ?
Untuk Kupakai menunjukkan Kebesaran Ku, dan ambilah hikmahnya !
Bila berlebihan, Aku tidak suka kepada mereka yang berlebih-lebihan
Kan binasalah kau dengannya

Aku faham, bahwa Engkau Maha Kuasa
Engkau ciptakan bumi untukku
Aku faham, bahwa Engkau Maha Kuasa
Engkau ciptakan laut untukku
Aku faham, bahwa Engkau Maha Kuasa
Engkau ciptakan gelombang kobra Tsunami yang mematikan saudaraku

Tapi aku belum mampu mengambil hikmahnya, Astaghfirullah…..

Wahai Allah….aku bertanya kepada Mu
Tegurankah itu…. Astaghfirullah…..

Wahai Allah….aku bertanya kepada Mu
Cobaankah itu…..Astaghfirullah…..

Wahai Allah….aku bertanya kepada Mu
Hukumankah itu….. Astaghfirullah…..

Aku terlelap tidur, dalam mimpi lelaki berjubah bersorban putih membisiku “ engkaupun harus hati-hati “

Astaghfirullah…..
Akupun terbangun, mengapa aku bertanya pada Tuhan ? seharusnya bertanya pada diriku sendiri…. Astaghfirullah…..

SEMENTARA ACEH DAN SUMATERA UTARA
Ali Ghufron, Singosari, 2 Januari 2005

Ya Allah, Wahai yang terkandung dalam seluruh nama-nama Allah,
Dia Yang menciptakan langit dan antariksa yang tiada saka,
mencipta bumi dan segala kelengkapan tambang tiada batas,
dan gerak pergeseran serta gejala alam, tanah longsor, banjir bandang, angin gending, angin beliung, gempa Vulkanik, gempa Runtuhan, gempa tektonik, gelombang tsunami dengan korbannya atas Kehendak Mu belaka, yang tiada Tuhan selain Dia, tiada sembahan selain Dia, tiada wajib ditaati selain Dia
Dialah yang wajib dipuji yang benar-benar kuasa di atas segala-galanya, Wahai yang terkandung dalam seluruh nama-nama Allah, Ya Allah

Ya Rahman, Wahai Yang Maha Pengasih, semua tak terkecuali masih Engkau Kasihi, masih ada sisa yang hidup di antara yang mati. Baik kepada yang iman maupun yang ingkar kepada Mu, Wahai Yang Maha Pengasih, Ya Rahman

Ya Rahim, Wahai Yang Maha Penyayang, Dialah Yang Maha Penyayang kepada hambaNya yang mau beriman. Dialah yang memberi Rahmat yang besar tak dapat dinilai dengan harta benda dan kenikmatan di dunia, inilah yang diberikan kepada mayat-mayat korban syahidin, bayi dan kanak-kanak, ahli ibadah dan kebaikan, Wahai Yang Maha Penyayang, Ya Rahim

Ya Malik, Wahai Yang Maha Mengusai dan merajai segala-galanya, KeMaha Kuasa MU yang tiada tara, KeMaha Kuasa MU yang telah merendam daratan seketika, mematikan, menghidup kan, menggerakkan, dan mendiamkan, menumbuhkan kembali, Andai Kau tunjukkan yang lebih dahsyat tak kuatlah menerimanya, Wahai Yang Maha Mengusai dan merajai segala-galanya alangkah Kuasanya Engkau, Ya Malik

Ya Quddus, Wahai Yang Maha Suci, Yang bersih dari sifat kurang, tak kurang suatu apapun Engkau, skenario Mu dalam kejadian teramat bersih, terbukti tempat suci Mu tetap tegar tak bergeming diterjang badai tsunami yang menghancurkan, bayi mungil yang suci Kau hidupkan, walau ibundanya tenggelam, Alangkah Suci Wahai Yang Maha Suci, Ya Quddus

Ya Salam, Wahai Yang Maha Sejahtera, Dia lah yang memegang kendali kesela matan seluruh alam, dan hanya Dia lah dari segala cacat dan kekurangan. Salah satu bukti pada keluarga Konbes Polri yang sempat berucap memuji Mu dengan :” Ya Salam, Ya Salam, Ya Salam” Kau selamatkan dari malapetaka yang Kau kirimkan, hanya itu yang ku tahu, Wahai Yang Maha Sejahtera, Dia lah yang memegang kendali keselamatan seluruh alam, Ya Salam

Ya Mukminu, Wahai Yang Maha Pemberi keamanan, Dia lah yang mengaman kan seluruh makhluk Nya. Selain yang Kau beri petaka, masih lebih banyak yang Kau amankan dari gelombang kobra tsunami, hanya ujung barat, Aceh dan sebagaian Sumatra Utara, Sri Langka India, pantai Thailan saja, Dia lah yang mengamankan seluruh makhluk Nya, Wahai Yang Maha Pemberi keamanan, Ya Mukminu

Sementara tak kuasa aku melanjutkan memuji Mu dengan Asmaul Husna(8 –99)
Sementara kilu lidahku tuk membaca ayat-ayat Mu yang amat sempurna
Sementara tak mampu mengeja huruf Alif Lam Mim Mu, Ya Sin Mu
Sementara tak jelas dengarkan Nama Besar Mu dikumandangkan dari Masjid Mu



ACEH....YA HUA, KAU YANG MAHA MENJAGA

Masihkah ada penjagaan untukku
Sedang aku jarang terjaga untuk Mu
Aku sering alpa untuk Mu dari pada mengingat Mu
Kau Yang Maha Menjaga dalam keabadian Mu, Ya Hafid

8. Yang Maha Menjaga ,
9. Yang Maha Mulia,
10. Yang Maha Perkasa,
11. Yang Maha Mengatasi segala sesuatu,
12. Yang Maha Pencipta,
13. Yang Maha Mengadakan,
14. YangMaha Pemberi bentuk,
15. Yang Maha Pengampun,
16. Yang Maha Memaksa,
17. Yang Maha Pemberi,
18.Yang Maha Pemberi rizqi,
19. Yang Maha Pembuka pintu rahmat,
20.Yang Maha Mengetahui,
21. Yang Maha Penahan,
22. Yang Maha Mela­pangkan,
23. Yang Maha Merendahkan derajat,
24. Yang Maha Men­gangkat (derajat),
25. Yang Maha Pemberi kemuliaan,
26. Yang MahaPemberi kehinaan,
27. Yang Maha Mendengar,
28. Yang Maha Meli­hat,
29. Yang Maha Bijaksana,
30. Yang Maha Adil,
31. Yang Maha Halus (lemah lembut),
32. Yang Maha Waspada,
33. Yang Maha Pen­yantun ,
34. Yang Maha Agung,
35. Yang Maha Pengampun,
36. Yang Maha berterima kasih,
37. Yang Maha Tinggi,
38. Yang Maha Besar,
39. Yang Maha Memelihara,
40. Yang Maha Mengawal,
41. Yang Maha Penghitung,
42. Yang Maha Pemilik Kebesaran,
43. Yang Maha Mulia,
44. Yang Maha Mengawasi,
45. Yang Maha Mengabulkan,
46.Yang Maha Luas (karunia-Nya),
47. Yang Maha Bijaksana,
48. Yang Maha Penyayang,
49. Yang Maha Menang,
50. Yang Maha Membangkit­kan,
51. Yang Maha Menyaksikan,
52. Yang Maha Benar,
53. Yang Maha Mengurusi,
54. Yang Maha Kuat,
55. Yang Maha Kukuh,
56. Yang Maha Memimpin,
57. Yang Maha Terpuji,
58. Yang Maha Menghitung,
59. Yang Maha Memulai,
60. Yang Maha Mengembalikan,
61. Yang Maha Menghidupkan,
62. Yang Maha Mematikan,
63. Yang Maha Hidup,
64.Yang Maha Tegak,
65. Yang Maha Menemukan,
66. Yang Maha MuliaKeadaan-Nya,
67. Yang Maha Esa,
68. Yang Maha Dimintai,
69. Yang Maha Kuasa,
70. Yang Maha Menguasai,
71. Yang Maha Mendahului,
72. Yang Maha Mengakhiri,
73. Yang Maha Awal,
74. Yang Maha Akhir (tidak ada yang mengakhiri-Nya),
75. Yang Maha Dhahir(jelas Kekuasaan-Nya),
76. Yang Maha Ter sembunyi Dzat-Nya,
77. Yang Maha Memimpin,
78. Yang Maha Mengatasi segala ketinggian,
79. Yang Maha Baik, 80. Yang Maha Menerima Tobat,
81. Yang Maha Menuntut bela,
82. Yang Maha Pemaaf,
83. Yang Maha Kasih sayang,
84. Yang Maha Memiliki sekalian raja,
85. Yang Maha Mem punyai Kebesaran dan Kemuliaan,
86. Yang Maha Adil,
87. Yang Maha Meng himpun segala makhluq,
88. Yang Maha Kaya
89. Yang Maha Menjadi­kan kaya,
90. Yang Maha Menolak,
91. Yang Maha Memberi kemelara­tan,
92. Yang Maha Memberi man faat,
93. Yang Maha Pemberi cahaya,
94. Yang Maha Pemberi petunjuk,
95. Yang Maha Mengadakan sesuatu,
96. Yang Maha Kekal,
97.Yang Maha Mewarisi ( tetap hidup sesu­dah segalanya lenyap),
98. Yang Maha Cerdik,
99. Yang Maha Sha­bar

Foto saat berdakwah di Stasiun Televisi Malang, Malang TV bersama Siswa SMAI dan Madrasah Aliyah Al Maarif Singosari Malang

ISTIGHFAR

Astaghfirullohal Adhim 3X Innalloha Ghofurur rahiim
( Lirik oleh Drs. H.M. Ali Ghufron)

Ojo siro banget banget ngonmu urip ono ndunyo,
Malaikat juru pati ngawasake marang siro.
Malaikat juru pati bakal njabut nyowo iro,
Nggone njabut yo ngenteni dawuh Alloh kang Kuoso.

Sregep ngaji yo ibadah, apik marang podo manungso,
Iku dalan nyang swargo, ugo ngentengake marang sikso.
Males ibadah ngumbar nafsu, dalan jembar nyang neroko,
Mongko sombong lan takabbur, bakale oleh sikso kubur.

Senajan sak iki pada susah rekoso uripe,
Nanging tetep cekelan agama Islam lan imane.
Bakal slamet n ing akherat uga gampang ing lanjrate,
Sebab ikhlas madep matep nyembah marang Pengerane.

Nanging wong kang sregep ibadah limang waktu ora bubrah,
Mangko bakal oleh nikmah, oleh swarga Fa Insya Alloh.
Iman marang gusti Alloh ibadah klawan Istiqomah,
Shalat, poso, zakat, haji sarana lillahita’ala.

Wong kang sregep ibadahe, ngati-ati oleh njabute,
Koyo narik rambut ing glepung alus krono sakakene.
Nanging wong kang keset-males nyembah gusti kang kuoso,
Yo bakal piwales nazak pati nemen rekosone.

Koyo narik eri salak, kang ditarik songko sutro,
Dedel duel kahanane koyo sembrono mongso uripe.
Manungso bakal dikumpulake karo wong-wong kang dadi srawungane,
Mongko mumpung isih sempat sak durunge ketekan patine.

Mugi kula lan njenengan angsal syafaat Rasulillah,
Ten dina kiamat mangke ra ketemu rasa susah.
Anak bojo ora kenal bapak ibu pada pisah,
Sing nulungi amung siji catetan amal ibadah.

Poro Sederek
( Lirik oleh Drs. H.M. Ali Ghufron)

Poro sederek kulo sedoyo, jaler estri enom lan tuwo 2X, Mumpung urip no alam dunyo, saben waktu podo ilingo.

Ngelingono yen ono timbalan timbalane ra keno wakilan 2X, Timbalane kang Moho Kuoso gelem ora bakale lungo.

Yen lungane ora dinyono, sugih miskin bakale mrono 2X, Dunyo brono ditinggalno, sing digowo amal ing dunyo.

Disalini penganggo putih yen wis budal ora biso mulih 2X, Tumpakane kereta jawa roda papat rupa manungsa.

Jujugane omah guwo tanpo bantal tanpo keloso 2X, Yen omahe gak ono lawange turu dewe gak ono rewange.

Ditutupi anjang-anjang, diuruki den siram kembang 2 X, Tanggo dulur podo sambang podo nangis koyo wong nembang.

Lamun ing kubur bakal ditarap, dikoni karo malaikat 2 X, Takon sepisan ora den jawab daging balunge pating pencelat.

Mulo dulur podo’o tobat sak durunge ketekan sekarat 2 X, Ayo podo ngelakoni sholat, bakal slamet dunyo akherat.

Rugi Dunyo
Rugi dunyo gaksepiro’o, rugi akherat bakal ciloko 2 X, Sebab dunyo wot-wotane, kangge nuju akherate.

Wong uripe sregep ibadah, ono ing kubur bakale nikmat 2 X, Wong kang akeh mak siyate, nang neroko piwalese.

Urip ndik ndunyo mung sedelo, sing suwe ana akhirate 2 X, Bejo temen wong kang ibadahe ciloko kang akeh maksiyate.

Jelatah-pangkat pepaesing dunyo, ibadah-maksiyat pilihan iro 2 X, Akeh maksiyat olehe neroko, sregep ibadah oleg swargo.

DULUR-DULUR
( Lirik oleh Drs. H.M. Ali Ghufron)
DULUR-DULUR MUSLIMIN MUSLIMAT
AYO PADA NGGOLEK SANGU AKHIRAT
SAK DURUNGE KETEKAN SEKARAT
ANA ING KUBUR BAKAL DITARAP

BAKAL DITAKONI KARO MALAIKAT
AMAL KITA ORA ANA SING KLIWAT
AYO PADA NGELAKONI SHOLAT
RINA WENGI MUMPING SIK SEMPAT

ZAMAN SAK IKI WIS JEDEK KIAMAT
AKEH WONG SENENG NGEKONI MAKSIYAT
NINGGALNO SHOLAT LAN EMOH MBAYAR ZAKAT
WIS KADUNG KROSO NIKMAT LALI AKHIRAT

DULUR-DULUR AYO PADA SREGEP NGAJI
SAK DURUNGE KETEKAN PATI
TINIMBANG GETUN ONOK ING DINO MBURI
URIP NDIK NDUNYA ORA BISA DIBALENI

KONCO-KONCO SING SIK SENENG NDEM-NDEMAN
DULUR-DULURKU SING SENENG TOGELAN
AYO PODO DICEGAH GAK TERUS-TERUSAN
SEBAB MENDEM KOYA WONG EDAN, SENENG TOGELAN NGRUSAK MASA DEPAN

SENENG TOMBOKAN GAK ISO DADI JUTAWAN
SING AKEH MARI OLEH TAMBAH JORJORAN
WONG MAIN NGONO DIREWANGI SYETAN, DIJAK SENENG GAE KONCO LANGGANAN

KONCO NOM-NOMAN SING SREGEP NYELENGI,
YEN WIS AKEH DUETE DIGAWE RABI
CALON BOJONE YO ISO NYENENGI, MOROTUWANE YO MELOK NYENENGI
SREGEP TANGI ING TENGAH WENGI
DULUR-DULUR AYO PADA SADAR,
SAK DURUNGE KETEKAN MODAR
TINIMBANG GETUN GAK KENEK DIBAYAR
URIP NDIK NDUNYA IKU MUNG SAK GEBYAR