Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label NGAJI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NGAJI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Januari 2010

PAK ALI GHUFRON DIALOGIS DI MALANG

MENGURUS JENAZAH
A.Menghadapi Seseorang Yang Sakit Keras
Apabila kita menghadapi seseorang yang sakit keras dan diperkirakan sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup, maka perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :1. Hendaknya si sakit tersebut dihadapkan ke kiblat2. Hendaknya ia dituntun dengan mengucapkan kalimat syahadat (tauhid)3. Dibacakan surat yassinBagi keluarga atau ahli waris jika ada keluarganya yang sedang sakit keras hendaknya menuntun kalimat syahadat tauhid , yaitu“ Laailaaha Illalaah”.Lebih lengkapnya dituntun dengan dua kalimat syahadat, yaitu :“Asyahadu an laa ilaha illallahu. Waasayhadu anna Muhammadan Rasulullah””.Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa :
Artinya : Hendaknya semua menuntun (mengajari) kepada orang-orang yang akan meninggal dunia dengan bacaan : (Laailaaha Illallaah)(H.R. MUSLIM)Dalam menuntun kamlimat syahadat cukup sekali saja tidak perlu berulang-ulang kali, karena dikhawa tirkan baru pada sampai lafadz wafat, jika demikian maka wafatnya termasuk suul khotimah.Oleh karena itu usahakan orang yang akan wafat supaya bisa menghembuskan nafas terakhir dengan bacaan Laailaaha illallaah maka cukup kita tuntun sekali saja. Selanjutnya disambung dengan lafadz “ALLAH” sampai akhir hayatnya (wafat). Jika wafatnya bisa membaca kalimat syahadat berarti ia wafat dalam keadaan HUSNUL KHOTIMAH (Baik akhir hayatnya).Hal ini sesuai dengsn sabda Nabi Muhammad SAW :Artinya : Barang siapa ucapannya (ketika wafat) menyebut : LAAILAAHA ILLALLAAH maka ia masuk surga. (H.R. MUSLIM).
B. Menghadapi Seseorang yang baru Meninggal Dunia
Apabila kita dapati seseorang yang baru meninggal dunia, maka tindakan yang harus kita lakukan pertama kali adalah sebagai berikut :1. Mengikat kepala mayit2. Meletakkan tangan mayit di atas perut (seperti tangan orang yang sedang melaksanakan sholat)3. Mengikat dan menyatukan persendian lutut4. Menyatukan kedua ibu jari kaki5. Menghadapkan mayit ke arah kiblat.
C. TENTANG CARA MEMANDIKAN JENAZAH

I. PendahuluanApabila kita dapati seseorang yang baru meninggal, maka tindakan yang harus kita lakukan pertama kali adalah sebagai berikut :a. Mengikat kepala mayitb. Meletakkkan tangannya di atas perut (seperti tangan orang yang sedang melakukan sholatc. Mengikat dan menyatukan persendian lututd. Menyatukan kedua ibu jari kakie. Menghadapkan mayit kea rah kiblat.


II. Cara memandikan mayatSetelah mayit di letakkan pada tempat yang disediakan, maka kita tutupi seluruh tubuhnya dengan kain yang agak tipis sehingga bila disiram dengan air dapat membasahi seluruh anggota tubuhnya.
Maka mulailah kita memandikannya dengan tata cara sebagai berikut :

a. Mula-mula kita sediakaan air sebanyak mungkin, sedikit air jeruk (jeruk purut), air bedara, air kapur barus dan sabun.Yang pertama kali kita lakukan ialah menyiram seluruh tubuhnya dengan air bersih mulai dari kepala sampai ke ujung kakinya, dengan niat memandikan mayat sebagai berikut :
1. Jika mayat laki-laki dewasa,lafadz niatnya adalah :
(Nawaitul ghusla lihaadzal mayyit fardhal kifaayati lillahita’ala).Artinya : Sengaja aku memandikan mayat ini, fardhu kifayah karena Allah Ta’ala.
2. Jika mayat perempuan dewaasa,lafadz niatnya adalah:
(Nawaitul ghusla lihaadzihil mayyitati fardhal kifaayati lillahita’ala)Artinya : Sengaja aku memandikan mayat perempuan dewasa ini, fardhu kifayah karena Allah Ta’ala.3. Jika mayat kanak-kanak laki-laki, lafadz niatnya adalah :
(Nawaitul ghusla lihaadzal mayyit tifli fardhal kifaayati lillahita’ala). Artinya : Sengaja aku memandikan mayat kanak-kanak laki-laki ini, fardhu kifayah karena Allah Ta’ala. 4. Jika mayat kanak-kanak perempuan,lafadz niatnya adalah :(Nawaitul ghusla lihaadzihil mayyitati tiflati fardhal kifaayati lillahita’ala).Artinya : Sengaja aku memandikan mayat kanak -kanak perempuan ini, fardhu kifayah karena Allah Ta’ala.
b. Kemudian kita ambil air yang bercampur dengan jeruk (jeruk purut),maka kita sirami semua persendiannya untuk melemahkan anggota yang kaku/tegang, agar mudah membersihkan anggota tubuh mayat. Selanjutnya kita bersihkan seluruh anggota dengan sabun,dan kita buang segala kotoran-kotoran yang masih ada pada mayat itu,sampai sebersih-bersihnya,dan sunnat membasuh anggota wudhunya terlebih dahulu dengan mendahulukan yang kanan dari yang kiri.c. Kemudian dari pada itu, maka kita dudukkan mayat itu dengan keadaan condong ke belakang, kemudian kita tekan-tekan (diramas) perutnya perlahan-lahan dan tangan kiri kita yang sudah dibalut dengan kain (atau dibuat berbentuk sarung tangan) mencuci kubul dan dubulnya dengan niat istinja’ bagi mayat.Lafadz niatnya adalah sebagai berikut :(Nawaitul istinjaa-i minal mayyit fardhan a’layya lillahi ta’ala).Artinya : Sengaja aku menyucikan daripada mayit ini fardhu atasku karena Allah Ta’ala.d. Kemudian dari pada itu, diambil wudhu’ bagi mayit,lafadz niatnya adalah :(Nawaitul wudhu-a lihaadzal mayyit lillahi Ta’ala). Artinya : Sengaja aku mengambil wudhu’ bagi mayit ini karena Allah ta’ala.Setelah itu baru disiram dengan air bedara dan dengan air kapur barus untuk menghilangkan bau dan supaya menjadi harum dan segar.e. Kemudian daripada itu, disiram air berkali-kali (3 kali atau 5 kali atau lebih) dengan jumlah bilangan ganjil yang terakhir dicampur dengan air kapur barus. Namun hal yang lazim dikerjakan adalah 9 kali menyirami air yang disebut dengan cuci sembilan (mandi sembilan) sebagaimana yang disebut dalam Kitab Arab Melayu “KIFAYATUL GHULUM” karangan Syekh Ismail Minang Kabau,yaitu dengan cara sebagai berikut :
1. Mula-mula mayat dimiringkan kekiri,kalau menyiram air kesebelah kanannya 3 kali sambil membaca do’a :(Ghufraanaka yaa Allah rabbana wailaikal mashiir)
2, Kemudian dimiringkan ke sebelah kanan, lalu menyiramkan air ke sebelah kirinya 3 kali sambil membaca do’a :(Ghufraanaka yaa rahman rabbana wailaikal mashiir)
3, Kemudian membetulkan mayat itu (tertelentang) lalu menyiram air ke sebahagian mukanya mulai dari kepala sampai ke ujung kakinya 3 kali seperti di atas,sambil membaca do’a :(Ghufraanaka yaa Allah yaa rahim rabbana wailaikal mashiir).4. Setelah itu kita angkat kepala mayat tersebut sedikit menghadap kea rah kiblat, lalu dibacakan syahadat bagi mayit. Yaitu :(Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahulmulku walahul hamdu yuhyi wayumiitu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir)4. Tanbihun1. Mengambil wudhu’ bagi mayat itu adadua cara, yaitu :a. Seperti mengambil wudhu’ bagi orang yang masih hidup saja.b. Pendapat lain seperti mandi sembilan dengan mengucurkan (menyiramkan) air tiga kali sebagaimana cara diatas.2. Jika mayat laki-laki (umumnya anak-anak) yang tidak bisa dibuka kulubnya (kulit yang menutup ujung zakarnya), untuk mengharuskan sholat baginya.hendaklah ditayamumkan. Lafadz niat tayammum adalah :(Nawaitul tayammuma lihaadzal mayyit il-istibaahatis sholaati ‘alaihi fardhan lillahi ta’ala)Artinya : Sengaja aku memtayamumkan bagi mayit ini, karena mengharuskan sembahyang atasnya karena Allah ta’ala.
3. Tayammum itu dikerjakan sesudah seleasai wudhunya.E. Cara Mengkafani JenazahI. PENDAHULUANSesudah mayit di mandikan, maka cawatnya dipasang (ukuran cawat adalah 1 meter dari pemotongan sisa baju).2. UKURAN PEMOTONGAN KAIN KAFANPanjang kain kafan ± 15,5 meter, dengan potongan kain sebagai berikut :a. Kafan 2 lapis dengan panjang @ 2,5 m X lebar kain + 0,5 m lebar potong kain. Total 7,5 meterb. Baju dengan panjang 2,5 meter, diambil 2/3 dari lebar. Sisanya 1/3 untuk sorban. Total 2,5 meterc. 1,5 meter untuk lengan baju, 2/3 dari lebar untuk baju. Sisanya 1/3 untuk anak baju. Total 1,5 meterd. 1 meter untuk sal atau selendang. Total 1 metere. 1,5 meter untuk ikat pinggang (1/3 dari lebar). Total 1,5 meter
3. CARA MENGKAFANI JENAZAHMula-mula kita siapkan segala sesuatunya yang diper-lukan untuk mengkafani mayat (kain kafan dan lain-lain). Kemudian sobek / koyak bagian tepi kain kafan tersebut, setelah itu potong kain kafan tersebut (sesuaikan dengan ukuran pemotongan kain kafan sebagaimana telah disebut pada huruf B di atas). Hal tersebut hendaklah disesuaikan dengan kondisi badan / fisik si mayat.Seterusnya buatlah bajunya, kain sarungnya, cawatnya serta sorban bagi mayat laki-laki atau kerudung bagi mayat perempuan. Disunnatkan pada pertama kali menyobek kain tersebut dengan membaca :(Allahummaj’al libaasahu (ha) ‘anil kariim wa adkhilhu (ha) Ya Allahu ta’ala birahmatikal Jannata yaa arhamarraahimiin.Adapun cara meletakkan kain kafan itu ialah dibujurkan ke arah kiblat (letak kaki mayat ke arah qiblat) jika tempat mengizinkan. Susunannya adalah sebagai berikut :a. Letakkan tali kain kafan sebanyak 5 helaib. Kain kafan pertama dibentangkanc. Ikat pinggang mayat dibentangkand. Kain kafan kedua dibentangkane. Selendang / sal dipasangf. Sorban dibentangkan di atas sal / selendang


g. Baju dibentangkanh. Anak baju dibentangkan di atas bajui. Kain sarung dibentangkan di atas bajuj. Kapas ditebarkan di atas baju dan kain sarungk. Selasih serbuk cendana dan wewangian ditabur di atas kapasHendaknyalah mendahulukan kain yang kanan dari pada kain yang kiriUntuk DiketahuiSebenarnya mengkafani mayat itu sama saja, yaitu dengan maksud membungkus kain itu ke seluruh tubuh si mayat sehingga tidak ada lagi bagian tubuh yang terbuka. Bagi mayat laki-laki diutamakan lima lapis kain selain gamis (baju dan sorban) dan bagi mayat perempuan lima lapis kain selain telekung / kerudung dan celana cawatnya . namun demikian atas ketiadaan, cukup sekedar menutupi seluruh anggota tubuhnya saja.
F. CARA MENSHOLATKAN JENAZAH
1. Sebelum sholat jenazah berlangsung hendaknya imam mengatur barisan (saf) makmum, Makmum berdiri di belakang imam bersaf-saf. Lebih banyak jemaahnya lebih utama. Apabila jemaahnya sedikit usahakan buat tiga saf.2. Jika jenazahnya itu laki-laki, maka imam berdiri di arah kepala jenazah. Lihat gambar berikut ini3. Jika jenazahnya itu perempuan, maka imam berdiri di arah perut jenazah. Lihat gambar berikut ini :4. Niat, yakni berniat mendirikan shalat jenazah karena AllahAdapun lafadz niat shalat jenazah laki-laki adalah sebagai berikut :(Ushollii ‘Alaa Haadzal mayyiti Arba’a Takbiirootin Fardlol lillahita’aalaa)Artinya : Aku niat sholat atas mayat ini empat takbir fardu (kifayah) karena Allah Ta’ala.Jika jenazahnya itu perempuan , lafadz niatnya adalah :(Ushollii ‘Alaa Hadzal mayyiti Arba’a Takbiirootin Fardlol lillahita’aalaa)Artinya : Aku niat sholat atas mayat ini empat takbir fardu (kifayah) karena Allah Ta’ala.Setelah mengucapkan lafadz niat sholat jenazah tersebut, kemudian membaca takbir pertama yaitu :“Allahu Akbar”Setelah mengucapkan takbir membaca surah Al-Fatihah,Bismillaahir Rahmanir RahimAlhamdu lillahi Robbil “alamin. Arrahmanir Rohim. Maliki yaumiddin. Iyyaka na’budu waiyyaka nasta’in. Idninas shirathal mustaqim. Shirathalladzina an’amta alaihim ghairil maghdubi ‘alaihim waladh dhallien. AminArtinya :Dengan nama Allah yang maha Pengasih lahi maha penyayang. Segala puji-pujian itu tertentu bagi Allah. Tuhan yang memiliki sekalian alam. Yang pengasih lagi penyayang. Raja yang memiliki hari pembalasan (hari qiamat). Kepada Engkaulah (han) kami menyembah dan kepada Engkaulah (Tuhan) kami mohon pertolongan. Tunjukkanlah (pimpinlah) kami ke jalan yang lurus (Benar) yaitu jalan yang telah Engkau beri nikmat atas diri mereka itu (para Nabi dan para Rasul) bukan jalan yang dimurkai atas mereka (Yahudi) dan bukan pula jalan mereka yang telah sesat. Perkenankanlah permohonan kami ini.Setelah selesai membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan dengan bertakbir (takbir kedua) dan membaca sholawat Nabi Muhammad SAW, yaitu :(Allaahumma Sholli‘alaa Muhammad Wa’alaa aali Muhammad)


Atau boleh membaca :(Allaahumma Sholli Alla Sayyidinaa Muhammad Wa’alaa aali Sayyidinaa Muhammad)Artinya : Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada yang mulia Nabi Muhammad Saw beserta keluarganya.Kemudian membaca takbir ketiga dan dilanjutkan dengan membaca do’a untuk mayat, yaitu :(Allahummaghfirla-huu Warhamhuu Waafihii Wa’fuanhu Waakrim Nuzulahuu Wawassi’ Madkholahuu Waj’alil Jannata Matswahuu)Artinya : Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat padanya, berilah maaf kepadanya, muliakanlah kedatangannya, luaskanlah tempatnya dan jadikanlah surga tempat kembalinya.Kemudian membaca takbir keempat, kemudian dilanjutkan dengan membaca do’a :(Allahumma Laa Tahrimnaa Ajrohuu Walaa Taftinnaa Ba’dahuu Wagfir)Artinya : Ya Allah, janganlah Engkau rugikan kami dari pada ganjarannya dan janganlah Engkau beri kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia.Sehabis mengucapkan do’a, kemudian mengucapkan “SALAM” : (Assalaamu ‘ alaikum Warohmatullohi Wabaro kaatuh)Artinya : Selamat sejahtera atas kamu sekalian, semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan.PENJELASAN :
a. Jika mayatnya itu laki-laki, memakai domirhu ( ), misalnya “Allaahummagfirlahuu”b. Jika mayatnya itu perempuan domirnya “Hu” diganti dengan “ha” ( ), misalnya “Allaahummagfirlahaa” c. Jika mayatnya itu 2 orang, maka domirnya memakai “Huma” ( ), misalnya :“Allaahummagfir Lahumaa”d. Jika mayatnya itu banyak, maka domirnya memakai ”Hum” ( ) misalnya : “Allahumagfirlahum “
G. MENGANTARKAN JENAZAH KE KUBUR
Sesudah mayat dimandikan, dikafani dan isholati, selanjutnya jenazah dibawa ke kubur. Sebelum jenazah diberangkatkan ke tempat pemakaman, hendaklah diadakan sekedar upacara keberangkatan jenazah dengan secara singkat. Pemberi acara itu bisa dilakukan oleh pemuka agama (Kyai) atau orang yang dianggap mampu untuk memberikan ceramahnya. Dalam upacara yang isinya antara lain :1. Menyampaikan ucapan terima kasih kepada hadirin atas ikut serta duka citanya.2. Memintakan ma’af kepada para hadirin dan handaitaulan atas segala kesalahan dan kekhilafannya yang mungkin diperbuat oleh si mayat semasa hidupnya.3. Memberitahukan kepada para hadirin dan handaitaulan yang mungkin si jenazah mempunyai hubungan hutang piutang atau pinjam meminjam dan sebagainya, maka hak dan kewajiban si mayat beralih kepada orang-orang yang menjadi ahli warisnya.4. Mau’idhoh Hasanah yang ada hubungannya dengan kematian seseorang (Tazkirul Mauut).Pada umumnya pelaksanaan upacara pelepasan jenazah ini dilakukan di muka rumah duka sewaktu hendak diberangkatkan ke masjid untuk mensholati jenazah.Setelah upacara selesai kemudian hendaknya dipikul pada empat penjuru berjalan membawa jenazah dengan segera.Maksud segera diberangkatkan menurut sabda Nabi Muhammad SAW :Artinya : Dari Abi Huroiroh, r.a. Rasulullah S.A.W. : “Hendaklah kamu segera bawa jenazah itu, karena jika ia orang shaleh, maka kamu melekaskannya kepada kebaikan, tetapi jika ia bukan orang shalelh maka supaya kejahatannya itu lekas terbuang dari tanggungannya. (H.R. Jama’ah)


Jika seseorang sedang melihat jenazah lewat hendaklah ia memberi penghormatan dengan cara berdiri sambil mengucap-kan do’a : (Subhaanal Hayyil Ladzii Laa Yamuutu)Artinya : Maha suci zat yang maha hidup dan tidak akan mati.Dalam penghormatan terhadap jenazah tersebut tidak pan-dang jenazah tersebut muslim atau non muslim, karena hal ini sesuai dengan hadits nabi Muhammad SAW yang menyebutkan :Artinya : dari Jabir, r.a. katanya Telah lewat di depan kami jenazah, lalu Nabi Muhammad SAW berdiri, kamipun berdiri pula, lantas kami katakan kepada beliau bahwa jenazah itu, jenazah Yahudi, Beliau bersabda : Apabila kamu melihat jenazah maka hendaklah kamu berdiri. (H.R. Bukhari)
H. CARA MENGUBURKAN JENAZAH
Mengubur mayat hukumnya adalah fardu kifayah bagi orang yang masih hidup, mayat sebelum dimakamkan maka perlu diperhatikan tata cara menguburnya, yaitu antara lain :1. Cara Membuat Liang Kubur- jenazah sebelum diantar ke kubur, liang kubur harus sudah siap- Ukuran liang kubur :a. Dalamnya kadar orang berdiri tegak dan dilebihi satu hasta (± 50 s/d 75 centi meter)b. Lebarnya kira-kira 1 meterc. Panjangnya : sepanjang jenazah dan ditambah 0,5 meter.2. Bentuk Liang KuburLiang kubur dengan ukuran sebagaimana telah diuraikan sebelumnya dan nhendaknya di tengahnya diberi semacam parit seluas dan sepanjang mayat serta diberi dampingan papan atau lainnya pada kedua sampingnya serta diberi semacam atap terbuat dari papan atau bambu. Hal ini dimaksudkan agar jangan sampai terbau dan tidak mudah terbongkar oleh binatang buas. Selain itu juga untuk menjaga kehormatan mayat dan kesehatan orang-orang yang berada di sekitar tempat tersebut.3. Cara Mengubur Jenazaha. Ada tiga (3) orang (umumnya kerabat dekat jenazah) turun terlebih dahulu ke dalam liang kubur untukmenerima mayat :- Seorang menerima bagian kepala mayat- Seorang menerima bagian perut mayat- Seorang lagi menerima bagian kaki mayat
b. Ada beberapa orang di atas mengangkat mayat dengan pelan-pelan dari tempat pengangkutan mayat (kerendo) kemudian diterimakan kepada tiga orang yang sudah siap menerima (berada dalam liang kubur).c. Sewaktu akan memasukkan jenazah ke dalam liang kubur hendaknya yang memasukkan jenazah itu membaca do’a :“Bismillaahi Wa’alaa Milati Rosuulillahi”Artinya : Denganmenyebut ama Allah dan atas tetapnya agama Rosulullah
d. Posisi Mayat Dalam Kubur :
1. Setelah jenazah/mayat berada dalam liang kubur hendaknya mayat dimiringkan menghadap ke kiblat.2. Tali-tali yang ada terutama pada bagian kepala dan kaki supaya dilepas dengan maksud agar wajah dan kaki, sebab dua anggota tubuh tersebut adalah bagian dari anggota sujud dalam melaksanakan sholat.3. Dibagian kepala, punggung dan belakang paha hendaknya diberi penyangga atau gelu yaitu terbuat dari tanah yang dibulatkan (ganjal istilah bahasa jawa), agar posisi mayat dalam keadaan tetap miring. Lazimnya disiapkan sebanyak minimal 7 (tujuh) buah gelu. Sewaktu pembuatan gelu seyogyanya memba ca surat Al-Qodr.Bagian-bagian peletakan glu adalah :(a) Tumit(b) Pelipatan lutut(c) Pinggang(d) Punggung(e) Leher(f) Tengkuk(g) Di belakang kepala.


4. Pipi atau hidung mayat yang kanan harus menem-pel pada tanah, oleh karena itu wajah mayat hendaknya terbuka. 5. Setelah posisi mayat sudah tertib dan sebelum liang kubur ditutup dengan papan atau bambu atau dengan benda lainnya, mayat agar diadzani dan diiqomatkan.6. Setelah diadzani dan diiqomatkan.selanjutnya liang kubur dipasang kayu dako sebanyak 3 buah dan diletakkan di atasnya papan dako.sebagai penutup, kemudian baru ditimbuni dengan tanah secara perlahan-lahan.7. Timbunan tanah itu agar diratakan dan diberi nisan atau tanda, dalam memberi nisan dapat menggunakan dengan batu atau kayu atau lainnya.8. Setelah selesai semuanya, seyogyanya si mayat dibacakan talqin oleh pemuka agama.Sabda Nabi Muhammad SAW :Artinya : Dari Usman, Nabi Muhammad SAW apabila selesai dari menguburkan mayat, beliau selalu berdiri lalu bersabda : Mintakan ampun saudaramu dan mintakanlah olehmu agar ia diberi ketetapan iman karena sekara ia sedang ditanyai.(H.R. Abu Daud dan Hakim).TALQINTerhadap mayat yang baru dikubur, harap dibacakan Talqin (Al-Adzkar). Talqin yang berlaku di kalangan Ahlus Sunnah adalah sebagai berikut :Saudara-saudara yang berbahagiaAllah Subhaanahuu Wata’aalaa telah berfirman di dalam Al-Qur.an yang artinya :Semua mahluk yang mempunyai roh akan merasakan mati, dan manusia setelah mati kelak (Hari Kiamat) akan memerima balasan setimpal dengan amal perbuatannya ketika di dunia, maka barang siapa berbuat buruk akan dibalas masuk neraka dan barang siapa berbuat baik akan dibalas masuk surga.Saudara mayit .......... pegang teguhlah janjimu yaitu ucapan Laa Ilaaha Illallaah Muhammadur Rosuulullaah.Ketahuilah bahwa surga itu benar-benar ada, nerakapun juga ada dan sesungguhnya mati itu benar-benar terjadi dan alam barzah itupun benar-benar ada sebagaimana yang sedang engkau alami.Dan demikian pula pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir pun demikian juga, yang lain-lain seperti khisab, mizan bangkit dari kubur, telaga, pengadilan akhirat, syafaat, sirotol mustaqim, kumpulnya manusia di padang makshsyar, dan kesempatan bagi orang-orang mukmin itu menyaksikan keagungan Allah adalah benar-benar nyata dan ada.Saudara mayit ............ mulai hari ini kamu bermukim di alam barzah ini, ini semua merupakan realitanya firman Allah.Dari bumi, kami ciptakan kamu, dan di dalamnya kami mengembalikan kamu, dan dari padanya kami mengeluar-kan kamu sekali lagi.Sebentar lagi kamu akan kedatangan malaikat Munkar dan Nakir perlu akan menanyakan kamu.Pertanyaannya demikian :


Hai manusia siapa Tuhan mu ?, siapa Nabi mu ?, apa Kitab Suci mu, apa agama mu ? dimana Kiblat mu ?, dan siapa saudara mu ?Maka jawablah :


Allah itu Tuhan ku, Nabi Muhammad S.A.W. Nabi ku, Al-Qur’an Kitab suci ku, Islam agama ku, Ka’bah Kiblat ku, dan seluruh orang Islam baik laki-laki maupun perempuan saudara ku.


MEMBERI MAKAN AHLI MAYAT DAN SEBALIKNYA
Memberi makanan kepada keluarga yang baru saja mendapat musibah karena kematian anggota keluarganya, dalam ajaran agama Islam sungguh dianjurkan (Sunnah muakad). Sabda Nabi Muhammad S.A.W. :
Artinya : Dari Abdullah bin Ja’far, katanya : Ketika datang kabar meninggalnya Ja’far mati terbunuh, Rasulullah S.A.W. bersabda : “Buatlah olehmu makanan untuk keluarga Ja’far karena mereka sedang menderita kesusahan”. (H.R. Lima ahli hadits terkecuali An-Nasal))Namun pada kenyataannya yang terjadi sekarang ini malah sebaliknya dan dianggap lazim, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh orang-orang awam, semua teman, keluarga, tetangga dan sahabat-sahabat yang terdekat beramai-ramai berkumpul di rumah ahli mayat (rumah duka) untuk makan makanan dan ahli mayat terpaksa menyediakan makanan yang bermacam-macam, sehingga oleh ahlul musibah kadang-kadang mencari hutangan kesana kemari untuk memberi jamuan atau hidangan kepada mereka yang berkunjung.Dalam hal demikian itu oleh ajaran Islam melarangnya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad S.A.W. :
Artinya : Dari Jarir bin Abdillah Al-Bajali katanya : “Berkumpul-kumpul pada ahli mayat serta membuat makan-makanan sesudah mayat dikuburkan, kami anggap sebahagian meratap”. (H.R. Ahmad & Ibnu Majah)Hadits tersebut memberi pengertian bahwa memberi makan-makanan kepada para pengunjung oleh keluarga yang baru mendapat musibah hukumnya sama dengan meratap, sedangkan meratap setelah ditinggal mati oleh salah seorang anggota keluaraganya hukumnya adalah haram. Dengan demikian bagi orang-orang yang berakal sehat hendaklah dijauhi dan dihindarkan sungguh-sungguh, agar kita terlepas dari hukum haram tersebut.

Kisah di Zaman Nabi
seorang lelaki yang meninggal dunia dan sewaktu mereka menyembahyanginya tiba-tiba kain kafan itu bergerak. Apabila mereka membuka kain kafan itu mereka melihat ada seekor ular sedang membelit leher mayat tersebut serta memakan daging dan menghisap darah mayat. Lalu mereka cuba membunuh ular itu.
Apabila mereka coba untuk membunuh ular itu, maka berkata ular tersebut, Laa ilaaha illallahu Muhammadu Rasulullah, mengapakah kamu semua hendak membunuh aku? Aku tidak berdosa dan aku tidak bersalah. Allah S.W.T yang memerintahkan kepadaku supaya menyeksanya sehingga sampai hari kiamat.”
Lalu para sahabat bertanya, “Apakah kesalahan yang telah dilakukan oleh mayat ini?” Berkata ular, “Dia telah melakukan tiga kesalahan, di antaranya;
1. Apabila dia mendengar azan, dia tidak mahu datang untuk sembahyang2. Dia tidak mahu keluarkan zakat hartanya.3. Dia tidak mahu mendengar nasihat para ulama
KISAH PADA ZAMAN NABI MUSA AS.
Ada sebuah kisah untuk renungan bersama,cerita ini terjadi pada zaman Nabi Musa A.S, di dalam sebuah kampung , ada seorang pemuda yang suka mencuri, kerjanya hari-hari mencuri , dia tidak tahu pekerjaan apa yang sesuai untuknya selain mencuri, tetapi selepas dia mencuri dia merintih dengan Tuhan "apalah aku ni Tuhan, asyik mencuri sahaja kerja aku,aku tidak tahu hendak buat kerja lain , yang aku tahu mencuri sahaja" . Begitulah yang terdetik di dalam hati si pencuri ini , hatinya selalu bermain tarik tali dengan nafsunya .

Pada suatu hari , ketika pemuda itu berjalan-jalan dia ternampak Nabi Musa dari jarak yang yang jauh, dia ingin berjumpa dengan Nabi Musa , tapi hatinya sangat malu dengan Nabi Musa " itu Nabi Musa , seorang Nabi, tapi aku seorang pencuri, takkanlah dia hendak bertemu denganku" . Dalam masa yang sama juga ada seorang tua yang kuat Ibadahnya , pagi petang siang malam dia sibuk dengan ibadahnya . Si tua itu cuba mendekati Nabi Musa . Terlihatlah pemuda itu lalu dia berkata perlahan " kalau orang tua itu boleh bertemu Nabi Musa , masakan aku tidak" tapi bila dihampiri si tua itu, dia cuba mempercepatkan langkah kakinya seolah-olah tidak mahu hampir dengan si pemuda pencuri ini , makin pencuri ini hampir dengannya , makin laju meninggalkan pencuri itu.
Si pencuri berasa hairan dengan si tua itu " kenapalah sombong sungguh si tua itu" . Si tua itu mengtahui pemuda itu pencuri , lalu menghidarinya . Sampailah si tua itu bersama si pencuri itu serentak di hadapan Nabi Musa A.S , lantas Nabi Musa terus berkata " Kamu si pencuri , dosa-dosa kamu Allah sudah ampunkan, dan kamu si ahli Ibadah , Ibadah kamu dari dulu sampai sekarang Allah tolak" Si pencuri ini gembiralah bila dikhabarkan demikian, si tua ahli abid itu lemah lututlah mendengar kata-kata Nabi Musa , akhirnya kedua-duanya bertaubat ,dan meninggalkan dosa-dosa yang lampau.

Kesimpulan yang dapat diambil dari cerita ini ialah Rahmat Tuhan amatlah luas , RahmatNya itu mengatasi kemurkaanNya , Si pencuri buat dosa dalam masa yang sama dia membawa rasa-rasa hamba iaitu rasa berdosa,rasa bersalah, rasa lemah,hina, dina tapi si ahli Ibadah dalam dia beribadah dia tidak bawa rasa-rasa hamba,bahkan ibadah dia itu nenebalkan lagi mazmumah dia , dia anggap imanyalah yang hebat, iman orang lain iman katak-katak je , rupanya dia tertipu dalam beribadah , dia rasa selamat apabila dia beribadah, sedangkan tujuan utama ibadah ialah menebalkan rasa-rasa hamba , dan menajamkan rasa-rasa bertuhan .

Begitulah kesimpulan dari kisah ini , ia berlaku pada zaman Nabi Musa A.S tapi tidak mustahil ia boleh berlaku pada zaman ini ? Apabila selesai sembahyang adakah kita merenung kembali adakah sembahyang kita sudah cukup untuk dipersembahkan kepada Tuhan? Bila kita berkhidmat dengan manusia , adakah perasaan kita rasa malu dan takut dengan Tuhan,malu kerana Tuhan masih beri kita berkhidmat dengan manusia sedangkan kita manusia berdosa , takut kerana Kebaikan itu adalah kepunyaan Tuhan , belum tentu Tuhan terima apa yang kita lakukan . Rasa-rasa inilah yang perlu kita bawa dalam kita beribadah, berdakwah dan berjuang , moga dapat diambil manfaat dari cerita ini.

Jumat, 13 November 2009

tv


Berdakwah di PODIUM dari SINGOSARI, MALANG, MALANG RAYA sampai melanglang buana hingga ke DENPASAR BALI DAN PAPUA IRIAN JAYA

NGAJI KHUTBAH IDUL ADHA



KHUTBAH,NGAJI,CERAMAH,ISLAM,AGAMA,MASJID

KETUNDUKAN KEPADA ALLAH ADALAH SYARAT MUTLAK MENJADI PANUTAN YANG BAIK
(Sebuah Refleksi Dari Kisah Hidup Nabi Ibrahim)

الْحَمْدُ لله الْمَلِكِ الْعَلاَّمِ غَافِرِ الذَّنْبِ وَقاَبِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقاَبِ ذِيْ الطَّوْلِ وَاْلإِنْعاَمِ أَنْزَلَ الْكِتاَبَ فَعَلَّمْ وَشَرَعَ فَأَحْكَمْ أَحْمَدُهُ عَلىَ جَزِيْلِ نِعَمِهِ وَأَشْكُرُهُ عَلىَ غَزِيْرِ فَضْلِهِ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ نَبِيُّ الْهُدَى وَالرَّحْمََة خَيْرُ الْبَرِيَّة وَأَفْضَلُ الْبَشَرِيَّة صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلىَ آلِهِ وَصْحِبِهِ وَمَنْ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْحَشْرِ وَالْمَعاَدِ.
أَيُهاَ النَّاسُ اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ التَّقْوَى وَرَاقِبُوهُ فِي السِّرِّ والنَّجْوَى فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِذَلِكَ فَقَالَ :
{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ}
الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله الله أكبر الله أكبر ولله الحمد،
Kaum Muslimin hafhizhakumullahu, lantunan takbir yang dibarengi rasa syukur seperti di pagi hari ini terasa begitu indah dan nikmat, hari raya yang bahagia bagi segenap kaum muslimin di manapun mereka berada. Lantunan tahmid dan tahlil membumbung ke angkasa menembus cakrawala mengingatkan akan hakikat diri dan curahan nikmat tiada hingga, Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Laa Ilaaha Illal Laahu wallahu Akbar Allahu Akbar walillahil Hamd.
Ma’asyiral muslimin hafhizhakumullahu, Nabiyullah Ibrahim  adalah tokoh sentral yang selalu dikenang di setiap Iedul Adha dan beliau patut untuk itu dari pengorbanan yang luar biasa dalam ketundukan kepada Allah  yang berwujud pada ketaatan agung tidak tertandingi mulai dari hijrah hingga keikhlasan mengorbankan puteranya dalam peristiwa penyembelihan yang berakhir dengan syariat berkurban hingga saat ini. Beliau dipanuti karena kesempurnaannya sebagai hamba Allah  dalam segala hal, di dalam al-Qur’an surah an-Nahl (16): 120, Allah  berfirman:
{إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ}
“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif, dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)”.
Di samping sebagai Rasul utusan Allah  yang sempurna menjalankan tugas berat tersebut, beliau dalam kehidupan kemanusiaannyapun berhasil mendidik istri dan keturunan beliau berjalan di atas jalan Allah . Di dalam Qs. al-Baqarah (02): 132
}وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَابَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ{
“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.
Kaum Muslimin hafhizhakumullahu, kunci kesempurnaan Khalilullah (Kekasih Allah ) Ibrahim  dalam ketundukan kepada Rabbnya adalah rasa tsiqah (yakin) beliau kepada segala perintah-perintahNya bahwa di dalamnya pasti terkandung maslahat nampak atau tidak, saat ini atau di kemudian hari. Rasa tsiqah ini berwujud iman dan yakin yang senantiasa memenuhi relung hati, lisan dan perbuatan beliau sehingga kalimat yang keluar di saat datang perintah adalah sebagaimana firman Allah  dalam Qs. al-Baqarah (02):131,
{إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ}
“Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”.

Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamd
Kaum Muslimin Rahimakumullah, dari sifat Nabiyullah Ibrahim  di atas setidaknya bagi kita untuk zaman seperti sekarang ini membutuhkan dua hal penting:
1. Rasa tsiqah (yakin) kepada ketetapan Allah  yang menghasilkan keimanan nan kuat akan segala janjiNya  berupa kebahagiaan bagi yang taat dan tunduk serta kebinasaan bagi yang membenci, menolak atau menggantinya.
Allah  berfirman dalam Qs. Muhammad (47): 9
{وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ 0
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ}
“Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur'an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka”.
Di dalam ayat lain Qs. Thaha (20): 75-76, Allah  berfirman:
{وَمَنْ يَأْتِهِ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصَّالِحَاتِ فَأُولَئِكَ لَهُمُ الدَّرَجَاتُ الْعُلا 0 جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ مَنْ تَزَكَّى}
“Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia), (yaitu) surga `Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan)”.

Kaum Muslimin yang berbahagia, syariat Allah  bukanlah untuk diperdebatkan atau dipertentangkan apalagi dijadikan sebagai bahan pooling pendapat untuk disetujui atau tidak, ia adalah ketetapan yang mutlak harus diterima sebab datangnya adalah dari Sang Pencipta Yang Maha Mengetahui segala-galanya, Ialah satu-satunya yang mengetahui mashlahat dan mudharat bagi umat manusia, ketetapanNya penuh keadilan, hukum-hukumNya penuh kebijakan, tidaklah Ia ditanya tentang perbuatanNya sebaliknya umat manusialah yang berhak untuk itu.
Merubah satu dari ketetapan Allah , atau membenci apalagi sampai menolaknya dengan alasan apapun adalah bentuk-bentuk kekufuran yang pelakunya terancam murtad dari agama Islam, sebaliknya menerima hukum-hukumNya adalah syarat mutlak benarnya iman seseorang sebagaimana yang tersebut di dalam Qs. an-Nisaa (04): 65, Allah  berfirman:
{فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا}
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”.
Saat ini tidak sedikit hukum Allah  yang diperdebatkan, ironisnya justru oleh orang yang kurang faham agama sehingga tidak jarang hukum-hukum tersebut ditolak hanya dengan alasan logika yang sangat pendek, sebutlah sebagai misal hukum poligami dan larangan mengucapkan selamat kepada orang kafir pada hari raya mereka yang ditentang oleh sebagian masyarakat kita dengan dalih tidak sesuai dengan keadaan zaman yang demokratis atau diskriminasi terhadap kaum wanita atau terkadang mengangkat dalil agama yang dipelintirkan tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya diturunkan. Tidakkah orang-orang itu sadar bahwa yang mereka tentang adalah hukum Allah  bukan hukum buatan manusia ? Tidakkah lagi ada rasa takut dalam diri kita semua jika terang-terangan menolak hukumNya ? Jika Abu Bakar as-Shiddiq  saja berkata: “Langit manakah yang akan menaungiku, bumi manakah yang akan menerimaku jika aku berkata tentang al-Qur’an sesuatu yang tidak aku ketahui ?” Maka kita semua akan berkata apa melihat kelakuan sebagian umat kita seperti ini tanpa ada rasa takut kepada Allah  sedikitpun ? Kemanakah orang-orang beriman yang mengaku tunduk kepada Allah  dan senantiasa menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar ? Sadarlah wahai umat Islam dari segala musibah dan bencana yang menimpa kita selama ini bahwa ia adalah teguran Allah  akibat kelalaian dan keteledoran kita, bangkitlah dan katakan TIDAK kepada segala bentuk penentangan terhadap hukum-hukum syariat, nyata ataupun tersembunyi dengan mentakwil-takwilkannya.
{أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ}
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik”.

2. Qudwah Shalihah atau panutan yang baik. Kita butuh kepada siapa yang bisa mewujudkan Islam hakiki dalam kehidupan sehari-harinya sebab tabiat setiap manusia memang adalah memanuti orang lain. Ia mewarisi dari Rasulullah  dan para shahabat beliau  sunnah yang suci dan menghidupkannya dalam perilaku lurus dan bersih, perbuatannya sesuai perkataannya, tegas dalam kebenaran dan sayang kepada pengusungnya.
Kaum muslimin yang berbahagia, setiap dari kita dapat menjadi panutan jika bisa menjaga perbuatan baik dan konsisten dalam menjalankan syariat Allah  sebagai bentuk ketundukan kepadaNya. Hal ini sebagaimana firman Allah  dalam Qs. al-Furqan (25): 74
{ وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا}
“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.
Para mufassirin -di antaranya adalah Abdullah ibnu Abbas - berkata: “imam” artinya pemimpin yang menjadi panutan dalam kebaikan.
Krisis panutan saat ini begitu terasa bagi kita kaum muslimin, walau di antara kita tidak sedikit yang punya ilmu tentang Islam atau yang begitu hebat berbicara tentang agama, namun yang menghidupkan Islam dalam kehidupannya dari semua yang ada tersebut masih sangat sedikit, bahkan terkadang justru para tokoh yang disebut “pakar” atau “cendekia” itulah yang membuat kebingungan di tengah umat akibat perkataan dan perbuatannya yang berbeda-beda atau bertentangan. Padahal seorang qudwah adalah dia yang bukan saja memberikan keteduhan kepada umat karena wejangan dan nasihatnya yang senantiasa membawa mashlahat tapi juga ketaatannya kepada Allah  begitu besar karena rasa takut yang terpatri di dalam dadanya. Di dalam Qs. Fathir (35): 28, Allah  berfirman:
{إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ}
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama”.
Salah seorang tabi’in yaitu Said ibnu Jubair rahimahullah berkata: “rasa takut adalah yang menghalangi seseorang dari maksiat kepada Allah ”.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Yang demikian itu adalah karena siapa yang pengetahuannya tentang Allah  lebih sempurna maka rasa takutnya kepada Allah  juga semakin tinggi”.
Saatnya problema panutan ini diatasi dengan mendidik diri dan keturunan kita untuk tunduk dan patuh kepada ketetapan Allah  dengan berislam yang utuh dan mendalam. Semoga Allah  menambahkan hidayahNya buat kita semua.
Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd
Kepada kaum muslimah, jagalah diri dan jangan terperdaya oleh tipu muslihat kaum syahwati. Simaklah firman Allah  sebagaimana yang terdapat dalam Qs. an-Nisa’ (04): 27
{وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلاً عَظِيمًا}
“Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).”
Allah  mengajak anda ke syurga dengan jalan yang mudah yaitu dengan menerima sepenuh hati segala ketetapanNya dalam agama ini serta melaksanakan anjuran Rasulullah  dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad ibnu Hambal dari Abdurrahman ibnu Auf 
(( إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ ))
“Jika seorang wanita telah melaksanakan shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga harga diri dan kemuliaan, serta taat kepada suaminya maka akan dikatakan buatnya masuklah ke dalam syurga dari pintu mana saja yang engkau mau.”
Tidak sedikit gerakan-gerakan feminis saat ini yang mengatas namakan perjuangan buat kaum wanita namun tidak diridhoi Allah  akibat penentangan mereka terhadap prinsip agama dan moral kaum muslimin, sadarlah bahwa hanya Islamlah satu-satunya sistem hidup yang memuliakan kaum wanita, jika anda mencari selain Islam maka justru kehidupan anda hanya akan menjadi bahan komoditas yang laku ketika masih segar namun dicampakkan setelah renta dan layu.
Buat para pemimpin negeri ini kami serukan untuk menjadikan syariat Allah  sebagai pedoman dalam negara sebab tiada keberuntungan ataupun kebahagiaan kecuali dengannya. Dengannya anda mengundang keridhaan Allah  Pencipta dan Penguasa alam semesta serta dengannya pula anda dapat memberikan kesejahteraan kepada umat dan masyarakat yang anda pimpin. Kami sadar bahwa memimpin negeri ini memang sulit namun dengan bantuan Allah  lalu kebersamaan kaum muslimin semua amanah dan kewajiban dapat diatasi insya Allah. Syariat Allah  adalah adil dan tidak diskriminatif dapat berlaku bagi semua umat manusia yang sadar akan eksistensi dirinya sebagai makhluk, maka tidak usah takut dan khawatir akan adanya penindasan terhadap kaum minoritas, toh dalam sejarah pun hal tersebut tidak pernah terjadi.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah ketahuilah bahwa hari ini adalah hari suci, maka mari bersihkan diri kita dari segala kesyirikan dan dosa serta harta kita dengan bersedekah, juga mengikuti anjuran Allah  dan Rasulullah  untuk berkurban dengan menyembelih hewan kurban (udhiyah).
Hewan yang disembelih itu adalah berupa domba yang genap berusia 6 bulan, atau kambing yang genap setahun, atau sapi yang genap 2 tahun dengan syarat hewan kurban tersebut tidak memiliki cacat dan penyakit yang bisa berpengaruh pada daging, kwantitas maupun kwalitas (rasanya) misalnya: kepicakan pada mata, kepincangan pada kaki dan penyakit pada kulit, kuku dan mulut.
Seekor sapi boleh disembelih untuk tujuh orang, adapun kambing ia hanya boleh untuk satu orang saja, kecuali berserikat dalam pahala maka dibolehkan pada semuanya tanpa batas. Sebaiknya si pemiliklah yang menyembelih hewan kurbannya, namun boleh saja diwakilkan kepada penjagal dengan syarat ia adalah seorang muslim yang menjaga shalatnya, tahu hukum-hukum menyembelih dan upahnya tidak diambilkan dari salah satu bagian hewan kurban itu sendiri, kulit ataupun daging, meskipun ia juga bisa mendapat bagian dari hewan tersebut bila ia berhak.
Bacaan sebelum menyembelih adalah:
بِسْمِ اللهِ والله أَكْبَر اللَّهُمَّ هَذَا عَنْ ...
Lalu menyebut nama yang berkurban.
Hewan yang telah disembelih dapat dibagi tiga, sepertiga buat pemiliknya, sepertiga buat hadiah dan sepertiga buat sedekah kepada fakir miskin, meskipun bila disedekahkan semua juga boleh. Waktu penyembelihan dimulai sejak usai shalat Idul Adha hingga tiga hari tasyriq setelahnya dan dimakruhkan menyembelih di malam hari. Nilai dari hewan kurban seseorang di sisi Allah bukanlah saja dari banyaknya daging dan darah yang dikucurkan namun lebih dari itu yang sampai kepada Allah  adalah ketaqwaan dan keikhlasannya, maka luruskanlah niat kita hanya mengharap balasan dariNya semata.
Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd
Akhirnya marilah bersama menundukkan hati dan jiwa kita kepada Allah Yang Maha Perkasa, menengadahkan tangan kita kepada Dia Yang Maha Melihat, meminta dan memohon belas kasih dariNya Yang Maha Mendengar dan Memberi,
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين ،
Ya Allah, Tuhan kami, kembali di hari suci ini kami menghadapkan wajah kami kepadaMu memohon belas kasih dan ampunanMu, kami sadar akan kesalahan dan kelalaian kami, nikmat dan anugerah yang banyak dariMu belumlah kami balas dengan penghambaan yang semestinya kepadaMu, bahkan dosa dan kekeliruan tidak pernah luput dari keseharian kami, Ya Allah, Tuhan kami, namun kamipun sadar dengan segala keyakinan bahwa kasihMu tak bertepi, ampunanMu tak terbatas ampunkanlah dosa dan kesalahan kami, curahkanlah belas kasihMu kepada kami.
Ya Allah, kedua ayah ibu kami yang masih hidup ataupun yang telah kembali kepadaMu adalah orang yang pertama kali berjasa kepada kami, memperkenalkan kami kepadaMu, merawat, mendidik dan membimbing kami dengan penuh kesabaran, tak jarang airmata mereka tumpah karena ulah kami, kami mengingat NabiMu pernah bersabda bahwa siapa yang tak mampu berterima kasih kepada sesama manusia tak akan mampu bersyukur kepadaMu, Ya Allah tak ada yang mampu kami berikan kepada kedua orang tua kami kecuali seuntai doa kepadaMu untuk mengampunkan kekhilafan dan kesalahan mereka, melimpahkan kasih sayang dan rahmat kepada mereka, ampunkan mereka yang telah wafat, bimbing dan tunjuki mereka yang masih bersama kami dan jadikanlah kami orang yang mampu berbakti kepada mereka sesuai tuntunanMu, Engkaulah Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan Doa.
Ya Allah, di sini di hari ini kami bergembira, hati kami dipenuhi rasa suka dan cita, namun sepenggal hati kami ini pula diselimuti duka dan kesedihan bila mengingat ada sebagian saudara kami di sana tak mampu seperti kami merayakan hari ini, mereka terusir dari tanah tempat tinggal mereka, terkekang oleh tirani jahat yang tak pernah rela akan agamaMu, terintimidasi oleh kekuatan zhalim yang gemar keangkuhan dan kepongahan. Ya Allah, masukkan rasa gembira ke dalam hati saudara-saudara kami sebagaimana yang Engkau berikan kepada kami walaupun hanya setetes, sampaikan kepada mereka bahwa sukacita kami hari ini dikabungi duka nestapa mereka, Ya Allah hanya kepadaMu kami adukan besarnya kezhaliman musuh-musuhMu atas saudara-saudara kami, balaslah mereka dengan balasan setimpal, hancurkan kekuatan mereka, timpakan atas mereka apa yang telah mereka timpakan atas kami, Ya Allah Engkaulah satu – satunya Penolong dan Pelindung kami.
Ya Allah, di hari ini kami bertekad untuk tunduk dan patuh hanya kepadaMu, menekuni agamaMu dan mewarnai hidup kami dengannya, Ya Allah selamatkanlah kami semua dari segala kejahatan dan kecelakaan, janganlah Engkau timpakan atas kami musibah dari perbuatan orang-orang zhalim di antara kami, dan anugerahkanlah buat kami panutan yang baik dari kalangan kami sendiri, Ya Allah kamilah hambaMu yang sangat butuh akan belas dariMu.
Ya Allah kabulkanlah doa kami, penuhi permintaan kami ini, kamilah hambaMu yang lemah, harapan kami hanya kepadaMu, Engkau Maha Melihat, Engkaulah Penguasa Satu-satunya Yang Haq, Engkaulah Sebaik-baik harapan.
رَبَّناَ لاَ تُزِغْ قُلُوْبَناَ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَناَ وَهَبْ لَناَ مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ ، رَبَّناَ آتِناَ فِي الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذاَبَ النَّارِ، اللَّهُمَّ رَبَّناَ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْناَ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ، سُبْحاَنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُهُ الظَّالِمُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلىَ الُْمْرسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وصَلِّ اللَّهُمَّ عَلىَ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .

Senin, 02 Februari 2009

NGAJI Valenines Day-an, bagaimana ya.... ?

Santri ngaji Islam Di TV Malang Jawa Timur

Ngaji Di Tambak Beras Jombang Jawa Timur, masuk di TV Nasional

Valentines Day : Hari Raya Mengenang Pendeta (Peringatan Khaul )nya Pendeta

Memasuki bulan Februari, kita menyaksikan banyak media massa, mall-mall, pusat pusat hiburan bersibuk ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine’s Day atau biasanya disebut hari kasih sayang. Pada tanggal 14 Februari itu mereka saling mengucapkan “Selamat hari Valentine”, berkirim kartu, cokelat dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta.
Sejarah, Asal-Usul dan Latar Belakang
Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St. Valentine yang hidup di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St. Valentine karena menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama Nasrani, lalu memerintahkan untuk menangkapnya.
Dalam versi kedua, Claudius II melihat bahwa para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang, lalu dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui dan dipenjarakan. Di penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya, Valentine.” Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nashrani bersama 46 kerabatnya.
Versi ketiga, ketika agama Nasrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak itu dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “Dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini.” Akibat sulitnya menghilangkan tradisi ini, para pendeta memutuskan mengganti tulisannya menjadi “Dengan nama Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nasrani.
Saudaraku, itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya (berdasarkan data yang ada -ed), yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat, atau hanya ikut-ikutan semata? Bila demikian, sangat disayangkan banyak remaja Islam yang terkena penyakit mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya itu merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi! Padahal Alloh berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya.” (Al Isro’: 36)

Bolehkah Memperingati Hari Valentine?

Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah melakukan perbuatan kekafiran. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rohimahulloh berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalaupun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamer atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Alloh.” Allohu a’lam bish showab.



Sumber: www.mediamuslim.info
Ditulis dalam Islam, Jalan Keselamatan, Manhaj, Manhaj Islam, Manhaj Muslim, Mukmin, Muslim, Tarekat, cinta, life, love, religion, religius,
www.mediamuslim.info.
*) Drs. H. M. Ali Ghufron R.
Staf Pengajar di YP.Almaarif Singosari (SMAI & MA ) Singosari, YAPISH (SMA Shalahuddin) Malang, SMK TI,(PP. Al Ishlahiyyah) Singosari. Muballigh dan Mantan Ketua IPNU (1979-1983) , Mantan Ketua GP. Ansor Ancab. Singosari (1993-1998), Wakil Ketua GP. Ansor Kab. Malang (1995 – 1999), berkhidmat di Bagian (MWC NU) Singosari.dan Anggota LDNU Kab. Malang.

Jumat, 30 Januari 2009

Tentang VALENTINES DAY


NGAJI DI TV
Untuk muda-mudi generasi penerus, tulisan ini akan memaparkan sedikit panjang lebar tentang CINTA, yang ternyata eksploitasi cinta tanpa tuntunan agama akan bermuara kepada pergaulan seks bebas dan merusak tatanan , bahkan eksploitasi cinta akan dapat menggiring pelakunya ke sikap pendewaan cinta yang akhirnya akan dapat menggiring seseorang kepada kesyirikan yang tidak disadarinya.Kali ini akan kita kupas tentang Valentine yang secara kebetulan perkembangannya paralel dengan eksploitasi cinta, seks bebas dan materialisme. Tahun demi tahun hiruk-pikuk valentine makin bertambah instensitasnya, dahulu hanya muda-mudi kota-kota besar seperti Jakarta yang mengenal Valentine dan merayakannya, kini sudah mulai merambah ke muda-mudi desa-desa kecil yang ada di Indonesia ini, Valentine tidak saja dikenal oleh para remaja tetapi juga sudah dikenal dan dirayakan oleh anak-anak SD.
Dari sudut pandang ke-Islam-an, ternyata Valentine adalah sebuah perayaan yang harus dijauhi oleh para muda-mudi dan anak-anak muslim dan muslimah, dan sebaiknya para orang tua memberikan informasi kepada anak-anaknya bahwa Valentine bertentangan dengan nilai-nilai ke-Islam-an, memang bukan merupakan hal yang mudah karena sesungguhnya kita berhadapan dengan arus modernisme yang telah mengglobal dan salah kaprah. Opini tidak ketinggalan zaman dan tidak gaul bila tidak merayakan Valentine adalah salah satu kendalanya, namun dengan cara yang baik dan informasi yang akurat, Insya Allah informasi tersebut akan menjadi nasehat yang akan mudah untuk diikuti dan ditaati.Untuk itu dalam kajian ini, akan dikupas tentang Valentine sedikit panjang lebar agar kita mendapatkan informasi yang komprehensif1 dan akurat sehingga kita dapat mensikapi hiruk-pikuk Valentine yang tahun-demi-tahun harus kita akui memang telah bertambah intensitasnya.Sejarah ValentineValentine adalah nama seseorang pemimpin agama Katolik yang telah dianggap menjadi martir ?Islam : Syuhada- oleh orang-orang Kristen (katolik) dan Valentine telah diberi gelar sebagai orang suci (Santo) oleh orang-orang Kristen.Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 - 270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para parujurit dan muda-mudi, lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh raja Claudius, sang rajapun marah dan memutuskan untuk memberikan sangsi kepada Valentine dan santo Marius yaitu berupa hukuman mati.Sebelum dihukum mati, Santo Valentine dan Santo Marius dipenjarakan dahulu, dalam penjara Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara, kemudian gadis ini setia menjenguk valentine hingga menjelang kematian Valentine. Sebelum Valentine dihukum mati, Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis kenalannya, yang isinya :

' From Your Valentine '

Setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, orang-orang selalu mengingat kedua santo tersebut dan merayakannya sebagai bentuk ekspresi cinta kasih Valentine, dua-ratus tahun kemudian yaitu tahun 496 Masehi setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius meresmikan tanggal 14 Pebruari 496 sebagai hari Velentine. Itulah sejarah hari Valentine yang ternyata untuk mengenang dan memperingati dua orang suci Kristen Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang.Ada versi lain tentang sejarah Valentine, yaitu pada masa Romawi Kuno, tanggal 14 Pebruari merupakan hari raya untuk memperingati dewi Juno, dewi Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Romawi kuno juga meyakini bahwa dewi Juno adalah dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan ?dewi cinta.Pada tanggal 14 Pebruari orang-orang Romawi kuno mengadakan perayaan untuk memperingati Dewi Juno dengan cara memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Nama-nama remaja perempuan ditulis pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu para laki-laki mengambil satu kertas sebagai, setiap laki-laki akan mendapatkan pasangan sesuai nama yang didapat dalam undian tersebut, bila kemudian mereka ada kecocokan maka mereka akan melangsungkan pernikahan dihari-hari berikutnya.Valentine dan BaratPada abad ke 16 Masehi, perayaan Valentine yang semula merupakan ritual milik agama Kristen Katolik telah berangsur-angsur bergeser, yang semula untuk memperingati kematian santo Valentine dan Marius telah bergeser menjadi hari ?Jamuan Kasih Sayang? yang disebut sebagai ?Supercalis? seperti yang dirayakan oleh bangsa Romawi Kuno pada tiap tanggal 15 Pebruari.Sedangkan pada abad pertengahan di dalam bahasa Perancis-Normandia terdapat kata ?Galentine? yang berasal dari kata Galant yang berarti cinta, persamaan bunyi antara Galentine dan Valentine disinyalir telah memberikan ide kepada orang-orang Eropa bahwa sebaiknya pada tanggal 14 Pebruari digunakan untuk mencari pasangan. Dan kini Valentine telah tersinkretisasi dengan peradaban Barat.Valentine telah menjadi bentuk pesta hura-hura, simbol modernitas, sekedar simbol cinta, dan sudah mulai bernuansa pergaulan bebas dan seks bebas.Banyak para muda-mudi yang mengadakan pesta Valentine hanya karena ikut-ikutan supaya tidak dibilang ketinggalan zaman atau tidak gaul, orang yang ikut-ikutan pesta valentine seakanakan telah menyandang predikat sebagai orang yang modern dan maju, padahal dia tidak tahu apa-apa tentang sejarah Valentine dan Valentine itu sendiri, padahal Valentine sendiri bukanlah hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi.Tentu saja Barat adalah yang paling diuntungkan dengan hiruk-pikuk pesta Valentine, karena di dalam pesta valentine orang didukung untuk hura-hura, mencari cinta sesaat dan instan, seks bebas, galmour yang semuanya itu mengarah ke peradaban Barat.Ketika Al-Islah mengadakan survey via telepon terhadap beberapa masyarakat kota, ada seorang koresponden yang pernah berada di luar negeri memberikan pandangannya bahwa Valentine telah menjadi media Barat untuk memasarkan produknya, merebaknya Valentine di kalangan muda-mudi, menjadikan mereka ramah dan permisif terhadap produk-produk Barat, antara lain fashion, kafe, hotel, film, seks pranikah, dan lain sebagainya.Namun kalau kita mau jeli dan teliti, Valentine memang bisa menjadikan seseorang merasa tidak ketinggalan zaman, gaul, fashionable dan segudang simbol peradaban Barat lainnya, salah satu faktor besarnya daya jual produk-produk Barat adalah terbangunnya opini tersebut dikalangan muda-mudi, contoh, orang ingin mengganti Hp-nya dengan HP baru hanya dengan satu alasan saja yaitu ?model baru lebih trendy atau fashionable yang lama telah ketinggalan jaman dan memalukan? , opini semacam itulah yang ingin dibangun barat melaui acara-acara Valentine. Survey MembuktikanDari wawancara dengan beberapa koresponden yang ada diwilayah pinggiran kota via telepone ketika diajukan pertanyaan apakah Valentine itu ? didapatkan hasil rata-rata para koresponden dari kalangan remaja memberikan jawaban bahwa Valentine adalah hari kasih sayang walaupun sebagian besar dari mereka tidak mengetahui sejarah Valentine. Dan ketika mereka ditanya apakah ingin merayakan Valentine?, sebagian besar menjawab ya dan ingin merayakan bersama sang kekasih, sebagian yang lainnya menjawab tidak perlu dengan alasan kasih sayang itu bukan hanya satu hari itu saja tetapi sepanjang tahun, dan ada juga yang memberikan alasan karena Valentine adalah budaya Barat yang memiliki efek negatif dan merusak. Yang cukup mengejutkan ada seorang anak SD yang tahu tentang hari Valentine dan ingin merayakan dengan memberi hadiah kepada teman spesial.Dan dari wawancara dengan korespeonden yang sudah berumah tangga dengan kisaran umur antara 30 tahun hingga 50 tahun memberikan hasil bahwa ketika mereka dalam usia remaja mereka sebagian besar tidak tahu tentang Valentine walaupun pernah mendengar kata Valentine, sebagian kecil mengatakan ketika masih remaja mereka telah tahu tentang Valentine tetapi tidak pernah merayakannya. Dan ketika diberi pertanyaan lanjutan apakah akan memberikan izin kepada anaknya untuk merayakan Valentine, sebagian besar menjawab tidak masalah asal tidak kebablasan, dan sebagian yang lain mengizinkan tetapi dengan memberikan pengarahan dan sebagian yang lainnya lagi akan melarang karena mengetahui bahwa Valentine adalah budaya Barat dan bertentangan dengan agama Islam. Dari wawancara tersebut dapat diperoleh gambaran tentang opini dan sikap masyarakat mengenai Valentine ?walaupun kurang akurat-:Pertama, kalangan muda-mudi hampir 100% telah mengenal Valentine padahal para orang-tua mereka hampir 100% tidak mengenal Valentine pada masa remajanya berarti Valentine telah berkembang pesat dalam satu generasi.Kedua, hanya sebagian kecil remaja yang menentang Valentine dan hampir 100% yang tidak mengetahui tentang sejarah Valentine.Dan sekarang mari kita tinjau pandangan Islam tentang Valentine dan bagaimana semestinya umat Islam harus bersikap.

PANDANGAN ISLAM TENTANG VALENTINE
Dari uraian sejarah Valentine dan hubungannya dengan peradaban Barat saat ini dapat diringkas bahwa Valentine merupakan :

1. Ritual yang bersumber dari Kristen yang dikukuhkan oleh Paus Galasius untuk mengenang orang suci Kristen yaitu Santo Valentine dan Santo Marius.
2. Ritual orang-orang Romawi kuno yang pagan (penyembah berhala) untuk memperingati dewi Juno yaitu ratu dari segala dewa-dewi bagi perempuan dan perkawinan ( dewi cinta).
3. Ritual bangsa Eropa pada abad pertengahan untuk mencari jodoh.
4. Media Barat untuk mengkokohkan cengkraman peradaban Barat.,Dari keempat jatidiri Valentine tersebut, tidak satupun yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam, alasannya :Pertama, Valentine merupakan ritual keagamaan yaitu agama Kristen, sehingga Valentine merupakan ibadah bagi agama Kristen, bukti bahwa Valentine sebagai ritual agama Kristen adalah ritual Valentine tersebut dikukuhkan oleh seorang Paus yaitu Paus Galasius untuk memperingati dua orang yang diberi gelar orang suci oleh orang-orang Kristen. Bagi Muslim mengikuti Valentine tersebut adalah sama dengan mengikuti peribadatan orang Kristen, di samping itu ada bahaya yang lain yaitu sinkretisasi antara agama Islam dan Kristen, Allah I telah memerintahkan kita untuk tidak mencampuradukkan ajaran agama Islam dengan ajaran agama manapun termasuk Kristen :Bagimu agamamu, bagiku agamaku. QS. 109:1-6Kedua, Valentine untuk memperingati/memuja dewi Juno adalah ritual yang dilakukan oleh orang-orang romawi Kuno yang menyembah berhala/dewa, sehingga mengikuti ritual ini dapat bernilai kesyirikan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Romawi Kuno yang menyembah berhala. Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik. HR. Bukhari-MuslimKetiga, Valentine sebagai sarana untuk mencari jodoh oleh orang-orang Eropa, mereka bertahayul bahwa kasih sayang akan mulai bersemi pada tanggal 14 Pebruari, tahayul adalah salah satu bentuk kesyirikan, sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengikutinya.Keempat, Valentine sebagai media barat telah diakui daya rusaknya terhadap tatanan masyarakat timur apalagi Islam, mengiktui Valentine bukan saja sekedar pesta untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga pesta yang mau-tidak-mau harus mengikutkan budaya yang lainnya, pergaulan bebas, fashion, pakaian minim, ciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya, hidup glamour, materialistis, dansa-dansa, mengumbar nafsu dan lain-lain.Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, ia akan termasuk golongan mereka. HR. AhmadTidak dapat dipungkiri lagi, Valentine adalah salah satu pintu masuk untuk menjadi sama dengan mereka.Itulah jatidiri Valentine dan kedudukannya terhadap agama Islam, banyak para muda-mudi yang mengikuti Valentine hanya sekedar ikut-ikutan dan tidak mengetahui apa dan bagaimana Valentine yang sesungguhnya, mereka ikut hanya karena pernah melihat ada yang jualan kartu Valentine atau menerima kartu valentine, atau karena pernah diajak temannya ikut acara Valentine, atau karena pernah melihat propaganda Valentine di majalah-majalah, tv, film dan lain sebagainya, terhadap sikap para muda-mudi yang mengikut saja terhadap apa yang tidak diketahuinya, Allah SWT telah memberikan peringatan :Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. QS. 17:36Padahal para muda-mudi gaul sering berkata untuk memberi kesan/nilai negatif kepada temannya dengan perkataan ?sok tahu lu? ternyata mereka sendiri terhadap Valentine juga sok tahu. Wallahu a?lam.

5 KOMENTAR TERAKHIR

Fath-- tanggal : 2009-01-18
KEnapa Musti Bingung? kembalilah pada Al Qur an dan As Sunnah.Yudas_Eskareot-- tanggal : 18/01/2009ada kisah yang jarang manusia indonesia mendengarnya mengenai nenek moyang kita kaum nabi nuh dikisahkan oleh rosullalloh SAW bahwa awal dimulainya kesyirikan dan serentetan perbuatan manusia diawali dari kaumnya nabi nuh dimana nabi nuh diperintahkan oleh alloh untuk memberi peringatan kepada mereka...awal kesyirikan mereka diawali dari seseorang yang soleh dimana dia merupakan orang paling soleh dan taat beribadah sepeninggal orang soleh ini terjadi semacam tipu muslihat dari setan dan sekutunya awalnya dibuat gambar untuk sekedar mengenangnya kemudian dibuat patung untuk menghormatinya dibangunlah sebuah tempat ibadah didalamnya generasi orang soleh serta kakek mereka telah habis masuklah setan membelokan ibadah dan kiblat mereka kpd patung dan gambar syiriklah mereka sampai diutusnya nabi nuh untuk memberi peringatan kepada mereka itulah awal dimulainya penyembahan berhala dan hal itu direncanakan oleh setan terus menerus dalam waktu yang sangat lama....awalnya menghormati kemudian mengenang kemudian ikut-ikutan lama-lama terjerumus maka kalian terkena tipu daya setan semoga alloh bersama orang-orang yang saling memberi peringatan...yanuar-- tanggal : 13/01/2009
to: dody -- asal : bogorDody say: "saya mau bertanya apakah anda pernah merayakan valentine dengan saudara atau teman anda pada tanggal 14 februari?cukup dijawab dalam hati saja"anda setiap komentar sepertinya lebih nggak berpendidikan dan nggak lebih berbobot daripada saya, jawab: forum ini tentang islah umat beragama dengan dasar kebenaran(fakta), bukan pertanyaan individual. saya analogikan pertanyaan ini dengan pertanyaan :"apakah anda pernah merayakan malam mingguan dengan saudara atau teman anda?". walaupun anda bertanya bukan kepada saya, tapi saya juga ikut ingin menjawabnya, "ya" hanya merayakan tapi tidak memperingatinya. hanya untuk senang2 saja,berkumpul sama teman2 bakar ayam. bukan saling mengasihi sampai masuk ke kamar?. bahkan saya setiap hari merayakan hari kasih sayang dengan istri saya nggak perlu hari valentinan segala. "Innamal akmalu binniyat"dody-- tanggal : 12/01/2009buat :aMrsaya mau bertanya apakah anda pernah merayakan valentine dengan saudara atau teman anda pada tanggal 14 februari?cukup dijawab dalam hati sajayesus bkn tuhan-- tanggal : 24/06/2008

KEBOHONGAN NATAL 25 DESEMBERSEJARAH NATAL

Kata natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingati hari kelahiran Isa Al Masih - yang mereka sebut Tuhan Yesus. Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325 - 354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal). Kelahiran Yesus Menurut Bibel Untuk menyibak tabir Natal pada tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus, marilah kita simak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang kelahiran Yesus sebagaimana dalam Lukas 2:1:8 dan Matius 2:1, 10, 11 (Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus). Lukas 2:1-8: Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka perxxxh semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dan kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud-supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung. Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya didalam palungan, karena tidak ada tempat yang bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Jadi, menurut Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu sedang melaksanakan sensus penduduk (7 M = 579 Romawi). Yusuf, tunangan Maryam Ibu Yesus berasal dari Betlehem, maka mereka bertugas ke sana, dan lahirlah Yesus Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampin dan membaringkannya dalam palungan (tempat makanan sapi, domba yang terbuat dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput. Menurut Matius 2:1, 10, 11: Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria, ibunya. Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintahkan tahun 37 SM - 4 M (749 Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur. Cukup jelas pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, 11) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya menolak kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengan bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju merupakan hal tidak mustahil. Bagi yang memiliki wawasan luas, hati terbuka dan lapang dalam mencari kebenaran, kitab suci Al Qur'an telah memberikan jawaban tentang kelahiran Yesus (Isa alaihissalam). "Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan". Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu (untuk minum). Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu". (Surat Maryam: 23-25). Jadi menurut Al Qur'an Yesus dilahirkan pada musim panas disaat pohon-pohon kurma berbuah dengan lebatnya. Untuk itu perlu kita cermati pendapat sarjana Kristen Dr. Arthus S. Peak, dalam Commentary on the Bible - seperti dikutip buku Bible dalam Timbangan oleh Soleh A. Nahdi (hal 23) : Yesus lahir dalam bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan: Agustus - September. Sementara itu Uskup Barns dalam Rise of Christianity - seperti juga dikutip oleh Soleh A. Nahdi berpendapat sebagai berikut: There is, moreover, no authority for the belief than December 25 was the actual birthday of Jesus. If we can give any credence to the bith-story of Luke, with the shepherds keeping watch by night in the fields near Bethlehem, the birth of Jesus did not take place in winter, when the night temperature is so law in the hill country of judea that snow is not uncommon. After much argument our christmas day seems to have been accepted about A.D. 3000. (Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Behtlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pengunungan Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 200 Masehi). Pada Tahun Berapa Yesus Lahir? Umat Kristen beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun I, karena penanggalan Masehi yang dirancang oleh Dionysius justru dibuat dan disesuaikan dengan tahun kelahiran Yesus. Namun Injil Lukas 2:1 (sudah dikutip sebelumnya) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus, jadi antara tahun 27 Sebelum Masehi - 14 Sesudah Masehi.** Sedangkan Matius 2:1 (juga telah dikutip) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung: tahun 37 Sebelum Masehi - 4 sesudah Masehi. Ternyata antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius, tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ilmuwan-ilmuwan mereka ada yang menyatakan Yesus lahir tahun 8 Sebelum Masehi, tahun 6 Sebelum Masehi, tahun 4 sesudah masehi. Antara lain kita kutip buku tulisan rev. Dr. Charles Franciss Petter, MA., B.D., S.T.M. yang berjudul The Lost Years of Jesus Revealed hal 119 sebagai berikut: In the nineteehnt century, when it became evident and was finally admitted that Herod died in the year 4 B.C. and it was recalled that, according to story in Matthew's Gospel (2:16), King Herod, in order to eliminate little Jesus as a possible "King of the Jews", had ordered all infants of two years old and under to be killed, the birth-date of Jesus 0bviously had to be moved back to 4 B at least. Today, scholars prefer 5 to 6 B as the date best accomodating the indonsistent and even cont5radictory traditions, legens, and gospels, although some historians push the date back to 8 and 10 b.C. The problem of the correct dating of Jesus' birth, life, and death has now been raised again (due to several statemensin these Essence Scrolls) along with the related question on the deity. (Pada abad ke-19 setelah terbukti dan akhirnya diajui bahwa Herodes telah mati 4 tahun sebelum masehi dan setelah ditetapkan, bahwa menurut cerita Matius (2:16) raja Herodes memerintahkan pembunuhan kanak-kanak umur/dibawah umur dua tahun untuk membinasakan Yesus yang masih bayi yang katanya bakal jadi raja orang-orang Yahudi, maka jelaslah tanggal lahir Yesus harus digeser ke belakang, paling sedikit 4 tahun sebelum masehi. Masa kini para sarjana lebih condong menggeserkan tanggal lahirnya Yesus itu 5 sampai 6 tahun ke belakang tahun Masehi. Kesulitan menentukan tanggal kelahiran Yesus, kehidupannya dan kematiannya terpaksa ditimbulkan kembali karena adanya keterangan-keterangan yang banyak terdapat dalam gulungan-gulungan Essene (yang terdapat di gua Qamran) malah soal-soal yang berhubungan dengan ketuhanannya juga harus dibangkitkan kembali). Jadi sampai hari inipun tidak ada kejelasan tahun berapa Yesus dilahirkan.
Asal usul Perayaan Natal 25 Desember Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya. Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen Katolik pada abad ke 4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana kita ketahui bahwa abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium romawi yang paganis politheisme. Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katholik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya pagannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun = matahari; day = hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember. Maka supaya agama Katholik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan = Yesus). Maka pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Juga diputuskan: Pertama, hari Minggu (Sunday = hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada Sabtu. Kedua, lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Ketiga, membuat patung-patung Yesus, untuk menggantikan patung Dewa Matahari. Sesudah Kaisar Konstantin memeluk agama Katolik pada abad ke-4 Masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katholik. Inilah prestasi gemilang hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama paganisme politheisme nenek moyang. Demikian asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia sampai sekarang. Darimana kepercayaan paganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember? Mari kita telusuri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan paganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuni di dalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud). H.W. Armstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worldwide Church of God, California USA, 1994, menjelaskan: Namrud cucu Ham. Anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nirod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kota "Marad" yang artinya: "Dia membangkang atau Murtad" antara lain dengan keberaniannya mengawini ibu kandungnya sendiri bernama "Semiramis". Namun usia Namrud tidak sepanjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati Semiramis menyebarkan ajaran, bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon "Evergreen" yang tumbuh dari sebatang kayu mati. Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal-usul pohon Natal. Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai "Ratu Langit" oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai "anak suci dari surga". Putaran jaman menyatakan bahwa penyembah berhala versi Babilonia ini berubah menjadi "Mesiah palsu", berupa dewa "Ba-al" anak dewa matahari dengan obyek penyembahan "Ibu dan Anak" (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di Mesir berupa "Isis dan Osiris", di Asia bernama "Cybele dan Deoius", di Roma disebut "Fortuna dan Yupiter". Bahkan di Yunani, "Kwan Im" di Cina, Jepang, dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa, dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa "Madonna" dan lain-lain. Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercaya sebagai Juru Selamat (Penebus Dosa). 1. Dewa Mithras (Mitra) di Iran, yang juga diyakini dilahirkan dalam sebuah gua dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat, karena ia pun mengalami kematian, dan dikuburkan, tapi bangkit kembali. Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang pengagum sekaligus penganut kepercayaan ini. 2. Apollo, yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet. 3. Hercules yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi. 4. Ba-al yang disembah orang-orang Israel adalah dewa penduduk asli tanah Kana?an yang terkenal juga sebagai dewa kesuburan. 5. Dewa Ra, sembahan orang-orang Mesir Kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi dan diperingati secara besar-besar dan dijadikan sebagai pesta rakyat. Demikian juga Serapsis, Attis, Isis, Horus,Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zrates (Bangsa Persia) dan Fo Hi (Bangsa Cina). Demikian pula pahlawan-pahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Solulus, Aristonicus, Tibarius, Grocesus, Yupiter, Minersa, Easter. Jadi, konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember, disalib/dibunuh kemudian dibangkitkan, sudah ada sejak zaman purba. Konsep/dogma agama bahwa yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi, dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi karena mereka telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah kebohongan yang sengaja dibuatnya. Kata Paulus kepada jemaat di Roma. Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliannya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ? (Roma 3:7). Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu. Yesus telah mensinyalir lewat pesannya: Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang?. (Matius 24:4-5). Pandangan Bibel Tentang Upacara Natal Untuk mengetahi pandangan Bibel tentang perayaan Natal yang diwarisi dari tradisi paganisme, baiklah kita telaah Yeremia 10:2-4: "Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang." Demikianlah pandangan Bibel tentang upacara Natal, yaitu melarang orang Kristen mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala. Selanjutnya mari kita simak penjelasan dalam Yeremia 10:5: "Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara, orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun dia tidak dapat." Sumber-sumber Kristen yang Menolak Natal 1. Catholic Encyclopedia, edisi 1911 tentang Chrismas: "Natal bukanlah upacara gereja yang pertama ... melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus." Dalam buku yang sama, tentang "Natal Day" dinyatakan sebagai berikut: "Di dalam kitab suci tidak ada seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir'aun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini." 2. Encyclopedia Britanica, edisi 1946 menyatakan: "Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambi oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.' 3. Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944, menyatakan: "Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut". (Perjamuan Suci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus) ... Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari". Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus." Keterangan: ** Jika kita menerima keterangan Injil Lukas, maka Yesus dilahirkan pada tahun 2 Sebelum Masehi. Hal ini didasarkan pada keterangan Injil Lukas yang menempatkan pembaptisan Yesus pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Roma Tiberius, dan saat Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea (Lukas 3:1), dan bahwa Kaisar Tiberius menggantikan Kaisar Agustus pada tahun 14 Masehi,* maka Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis pada tahun 29 Masehi, yakni ketika Yesus berumur kira-kira 30 tahun (Lukas 3:23). Ini berarti, Yesus dilahirkan pada tahun 2 Sebelum Masehi.

Rujukan: * A) Josephus F (1998) B) Asimov I (1969) C) Braid W (1971) D) Duncan GB (1971) E) Leon-Dufour X (1983) F) Jerald F. Dirks (2001).

*) Drs. H. M. Ali Ghufron R.
Staf Pengajar di YP.Almaarif Singosari (SMAI & MA ) Singosari, YAPISH (SMA Shalahuddin) Malang, SMK TI,(PP. Al Ishlahiyyah) Singosari. Muballigh dan Mantan Ketua IPNU (1979-1983) , Mantan Ketua GP. Ansor Ancab. Singosari (1993-1998), Wakil Ketua GP. Ansor Kab. Malang (1995 – 1999), berkhidmat di Bagian (MWC NU) Singosari.dan Anggota LDNU Kab. Malang.