Daftar Blog Saya

Sabtu, 02 Mei 2009

SILATURRAHMI

NASEHAT LUQMAN AL HAKIM KEPADA PUTRANYA

Segala puji bagi Allah SWT, sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, shahabat, keluarga serta orang-orang yang masih berittiba' (mengikuti) kepada beliau sampai hari kiamat.
Al Qur'an adalah sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang tak pernah kering untuk ditimba, penuh dengan pelajaran, di dalamnya terdapat hikmah dan teladan. Salah satu isi pokok dari Al Qur'an adalah kisah perjalanan kehidupan para nabi dan rasul serta orang-orang saleh dari umat-umat sebelum nabi Muhammad SAW. Hikmah diceritakannya sirah manusia-manusia pilihan itu tidak lain karena besarnya manfaat dari keteladanan iman, sifat dan akhlaq mereka. Maka disini akan saya angkat sebuah kisah Luqman Al Hakim yang penuh dengan hikmah bagi kita semua.


1. Tidak menyekutukan Allah(Syirik).
Sebesar-besar kedzaliman dan kemungkaran adalah menyekutukan Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".(Q.S. Luqman:13)
Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali ia bertobat dan meninggalkan perbuatannya. Sesungguhnya hanya Allah sajalah yang berhak untuk
disembah (Allahu mustahiqqul 'ibaadah). Dia lah yang berhaq di mintai pertolongan. Hanya kepada-Nyalah segala urusan diserahkan, takut (khouf), berharap (raja') hanya layak ditujukan kepada Allah swt, bukan kepada yang lainnya

2. Berbuat baik kepada kedua orang tua(Birrul walidain).
Firman Allah SWT.
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."( QS.Luqman: 14)
Di dalam riwayat Bukhari, Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat:
"Amalan apakah yang dicintai oleh Allah ?Beliau menjawab: Shalat pada waktunya, ia bertanya lagi: Kemudian Apa ?, Beliau menjawab: berbuat baik kepada orang tua, .Ia bertanya lagi: kemudian apa?, Belau menjawab: Jihad di jalan Allah" (shahih Bukhari V/2227, hadits No.5625)

3. Ketaatan kepada kedua orang tua harus dilandasi oleh ketaatan kepada Allah;

karena tidak boleh taat kepada keduanya dalam rangka berbuat maksiat kepada Allah, lebih-lebih menyekutukan Allah ( syirik ). Allah berfirman

"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik"(QS. Luqman: 14).

4. Mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah SWT
Firman Allah SWT
Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS. Luqman: 15)
Disini Luqman memberikan sebuah nasehat kepada anaknya agar ia mengikuti jejak orang-orang yang kembali kepada Allah SWT yaitu para nabi dan rasul serta orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yang selalu bertaubat kepada Allah SWT, yang telah diberi Allah SWT hidayah, yaitu tetap dalam agama yang hanif yakni Islam.

5. Allah akan membalas semua perbuatan manusia.
Firman Allah swt :
(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(Q.S: 16)

"Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula". (QS. Al Zalzalah: 7-8).

6. Menegakkan sholat.
Shalat adalah tiang agama, sehingga ia tidak akan tegak tanpa shalat. Maka sebagai seorang yang beriman kita diwajibkan menegakkannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 17 yang berbunyi :
"Hai anakku, dirikanlah shalat …"
Shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah SWT.
…"Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (QS. Al 'Ankabuut: 45)

7. Amar Ma'ruf nahi Munkar.
Ada dua komponen penting dalam Islam yang memberikan sebuah dorongan yang kuat kepada setiap muslim untuk mendakwahkan agama yang dianutnya, yaitu Amar ma'ruf nahi mungkar (memerintahkan berbuat kebajikan dan mencegah yang mungkar). Perintah untuk beramar ma'ruf nahi mungkar sangat banyak di dalam Al Qur'an seperti :

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung".(QS. Ali Imran:104).

8. Bersabar terhadap apa yang menimpa kita.
Sesungguhnya segala cobaan yang menimpa seorang muslim itu adalah merupakan sesuatu yang mesti terjadi karena itulah bentuk ujian (ikhtibar) dari Allah SWT, apakah ia sabar atau tidak ?, firman Allah SWT.
"Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)."(QS. Luqman:17)

9. Tidak Menyombongkan diri
Sifat takabur atau merasa besar dihadapan manusia adalah sifat yang dibenci oleh Allah SWT.
"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."

10. Bersikap pertengahan dalam segala hal dan berakhlaq yang baik
Islam tidak menghendaki sikap Ghuluw (berlebih-lebihan) juga tidak menginginkan untuk bersikap tahawun (meremehkan) dalam segala hal termasuk juga dalam perkara-perkara yang menurut penilaian sebagian orang dianggap kecil seperti sikap berjalan, berbicara dsb. Allah SWT mengatur itu semua sebagaimana firmanNya:
"Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."
Manusia akan mempunyai nilai jika menampakkan akhlaq yang baik, karena tujun diutusnya Rasulullah SAW selain untuk menyeru kepada Allah ( Ad-dakwah ilallah) adalah untuk menyempurnakan Akhlaq dan budi pekerti.

Aminuddin
Sumber : Tafsir Ibnu Katsir


SILATURRAHIM


Rahim secara bahasa berarti rahmah yaitu lembut dan kasih sayang. Tarahamal qaumu artinya saling berkasih sayang.

Imam Al-Azhary berkata yang dimaksud dengan firman Allah: "Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". (Al-Anbiya': 107) adalah kasih sayang.

Tarahhama 'alaihi berarti mendoakan seseorang agar mendapatkan rahmat, istarhama berarti memohon-kan rahmat. Rajulun rahumun (orang laki-laki yang penyayang) dan imra'atun rahumun (perempuan yang penyayang). Ar-Rahmah fi bani adam, berarti kelem-butan dan kebaikan hati.

Seseorang dikatakan dekat dengan kerabat apabila dia telah memiliki kasih sayang dan kebaikan sehingga menjadi betapa baik dan sayang. Abu Ishaq berkata: Dikatakan paling dekat rahimnya yaitu orang yang paling dekat kasih sayangnya dan paling dekat hubungan kerabatnya.

Ar-ruhmu dan ar-ruhumu secara bahasa adalah ka-sihan dan simpati. Allah menyebut hujan dengan nama rahmat. Ibnu Sayyidih berkata bahwa yang dimaksud dengan ar-rahim dan ar-rihimu adalah rumah tempat tumbuhnya anak, dan jamaknya arhaam.

Al-Jauhary berkata ar-rahim berarti kerabat.

Imam Ibnu Atsir berkata bahwa dzu rahim adalah orang-orang yang memiliki hubungan kerabat yaitu setiap orang yang memiliki hubungan nasab dengan anda.

Imam Al-Azhary berkata ar-rahim adalah hubung-an dekat antara bapak dan anaknya dengan kasih sayang yang sangat dekat.

Allah Ta'ala berfirman: "Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan sila-turrahim." (An-Nisa': 1)

Orang Arab mengatakan: " Saya ingatkan engkau dengan takut kepada Allah dan hubungan silatur-rahim".

Dalil-dalil

Allah Ta'ala berfirman: "Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling memin-ta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim." (An-Nisa': 1).

Keluarga adalah pondasi utama terbangunnya se-buah lingkungan masyarakat. Dan perekat pertama hubungan antar manusia adalah perekat hubungan yang bernilai rububiyah yang merupakan perekat hubungan yang paling dasar. Allah memuji hubungan manusia karena ikatan kekerabatan. Maka bertakwalah kepada Allah yang kamu saling berjanji dan berikrar dengan keagungan nama-Nya, kamu saling meminta satu sama lain dengan kebesaran nama-Nya dan kamu saling bersumpah satu sama lain dengan nama-Nya. Tumbuh-kanlah nilai takwa di antara kalian agar hubungan kerabat tetap bersambung dan langgeng. Hubungan kerabat adalah hubungan yang sangat penting setelah hubungan rububiyah dan perasaan takut kepada Allah. Kemudian, takut untuk memutuskan silaturrahim, selalu memperhatikan hak-haknya, menjaga kelestarian hu-bungan jangan sampai menghancurkan dan menganiaya kemesraannya, jangan sekali-kali mencoba mengusik dan menyentuh keutuhannya. Berusahalah untuk selalu dekat, cinta, hormat dan memuliakan silaturrahim. Jadikanlah kerinduan dan keteduhan hidup anda di bawah naungan dan kemesraan silaturrahim, Allah berfirman : "Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan meng-awasi kamu". (An-Nisa': 1)

Dan Allah Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mereka takut kepada Tuhannya". (Ar-Ra'd: 21)

Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan agar kita menyambung hubungan baik dengan orang faqir, hubungan baik dengan tetangga dan hubungan baik dengan kerabat dan sanak famili. Apabila manusia memutuskan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah untuk dihubungkan, maka ikatan sosial masyarakat akan hancur berantakan, kerusakan menyebar di setiap tempat, kekacauan terjadi di mana-mana dan gejala sifat egoisme dan mau menang sendiri akan timbul dalam kehidupan sosial. Sehingga setiap individu masyarakat menjalani hidup tanpa petun-juk, seorang tetangga tidak tahu hak bertetangga, se-orang faqir merasakan penderitaan dan kelaparan sendirian dan hubungan kerabat berantakan, sehingga kehidupan manusia berubah menjadi kehidupan hewani serba tidak berharga.

Dari Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang senang diluaskan rizkinya dan ditunda umurnya, maka hendaklah bersilatur-rahim". (Muttafaq 'alaih)

Nasehat-Nasehat

Hiasilah wahai manusia hubungan kerabatmu dengan ridha Allah, langkah-langkahmu menuju ke tempat tinggal kerabatmu adalah keberkahan dan derajatmu akan tinggi di sisi Allah bila engkau melangkahkan kaki untuk bersilaturrahim. Malaikat rahmah selalu mengiringimu dan merupakan ibadah kepada Allah pada saat engkau bersilaturrahim serta engkau akan mendapatkan pahala dan pengampunan dari Allah. Tatkala engkau mengunjungi bibimu yang sedang sakit berarti engkau telah menghiburnya dan sebagai tanda keberhasilan dalam mendidikmu.

Saudara laki-laki dan saudara perempuan baik sekandung maupun hanya saudara sebapak atau seibu, atau sepersusuan, semuanya hendaklah saling menyayangi, menghormati dan menyambung hubungan kera-bat baik pada saat berdekatan atau berjauhan.

Hubungan persaudaraan khususnya antara saudara laki-laki dengan saudara perempuan memiliki sentuhan yang sangat unik yaitu sentuhan batin yang sangat lembut serta kesetiaan yang sangat dalam dan semakin hari semakin bertambah subur walaupun berjauhan jarak tempatnya.

Wahai saudariku sekandung, Allah mewasiatkan kepadaku agar aku selalu menyambung silaturrahim, secara fitrah kita bersaudara dan dengan Kitabullah kita diperintahkan bersilaturrahim serta Allah mengancam dengan siksa dan celaka bagi orang yang memutuskan hubungan kerabat.

Dari Jubair bin Muth'im bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk Surga orang yang memutuskan hubungan kerabat". (Muttafaq 'alaih)

Menyambung silaturahim dengan paman dan bibi adalah termasuk bagian dari silaturrahim, berdasarkan hadits dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah kamu tidak sadar bahwa paman seseorang adalah saudara bapaknya".

Menyambung hubungan kerabat dengan anak pe-rempuan dari saudara perempuan termasuk bersilatur-rahim dengan ibunya dan demikian pula bersilatur-rahim dengan saudara perempuan ibu. Dari Barra' bin Azib bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saudara perempuan ibu (bibi) memiliki keduduk-an seperti ibu". (Muttafaq 'alaih)

Dari Ibnu Mas'ud bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saudara perempuan ibu (bibi) adalah ibu". (HR. Ath-Thabrani)

Wanita adalah makhluk yang lemah dan menjadi kuat karena dengan adanya laki-laki. Pada saat saudara laki-laki berkunjung ke rumah saudara perempuan, maka dia bergembira dan berbahagia dengan kunjungan tersebut. Suami dan keluarganya juga ikut bergembira, dengan rasa bangga saudara perempuan tersebut bercerita kepada penduduk kampungnya bahwa saudara laki-laki tersebut datang berkunjung untuk mengetahui keadaan dan kesehatannya dan mereka itulah yang menjadi penopang hidupnya setelah Allah pada saat-saat susah dan kesulitan.

Betapa lezatnya makanan yang datang dari sauda-ra, bapak atau paman serta betapa berharganya hadiah yang datang dari saudara dan kerabat.

Saudara perempuan tersebut mengungkapkan kegembiraan dengan mengucapkan semoga Allah melu-ruskan niatmu wahai saudaraku, semoga Allah senantiasa memberi keselamatan kepada kalian dari setiap musibah, saya sangat berbahagia atas kehadiran kalian dan saya sangat bergembira dan bangga dengan kunjungan kalian di hadapan suami saya dan keluarganya. Wahai saudaraku tatkala kalian masuk ke rumahku seakan ruangan rumahku bercahaya dan seluruh rahasiaku ingin aku ungkapkan serta keadaanku berubah semua. Hadiah yang kalian berikan walaupun sederhana akan tetapi sangat berharga bagiku bukan karena mahalnya akan tetapi pemberian itu dari tangan kalian. Saya merasa bangga dan mulia dari seluruh manusia di dunia ini.

Wahai saudaraku, kunjungan kalian mendatangkan suasana baru bagi hidupku dan saya melihat ruangan rumahku seakan semakin cerah setelah kedatangan kalian. Kegembiraan yang tak mungkin dunia memberikannya kepadaku dan kebahagiaan seakan aku mampu memeluk bintang gejora. Tidak ada saat yang paling bahagia dalam umurku tatkala kalian memuliakan rumahku dengan kunjungan kalian.

Ya Allah saya bersaksi di hadapanMu bahwa sau-dara-saudaraku telah bersilaturrahim, maka sambunglah ya Tuhan Dzat Yang Maha Penyayang.

Wahai saudaraku, kalian hanya sekedar menunaikan kewajiban dan tugas kemasyarakatan, tetapi saya berbahagia selamanya yang tidak mungkin terhargai oleh apa pun.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala menciptakan makhluk sehingga setelah selesai menciptakan mereka, maka rahim berdiri dan berkata: Ini adalah kedudukan yang tepat bagi orang yang berlindung dari memutuskan hubungan silaturrahim, Allah Ta'ala berfirman: "Benar, bukankah engkau senang jika Aku menyambung orang yang menyambung silatur-rahim dan saya memutus orang yang memutuskan silaturrahim. Dia berkata: "Ya, Allah Ta'ala berfirman: "Itulah permohonanmu yang Aku kabulkan."

Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bacalah jika kalian mau firman Allah Ta'ala (artinya): "Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?" (Muhammad: 22)

Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anhu bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Rahim bergantung di 'Arsy, lalu berkata: "Barangsiapa yang menyambungku, maka Allah akan menyambungnya dan barangsiapa yang memutuskanku, maka Allah akan memutuskannya".

Sesungguhnya orang-orang yang berakal dan berfikir serta berhati yang jernih akan mampu mencerna makna nasihat kebenaran dan kemudian menjadi peringatan baginya.

Allah Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hari hisab yang buruk". (Ar-Ra'd: 21)

Inilah sifat seorang mukmin, setiap apa-apa yang diperintahkan Allah Ta'ala untuk menghubungkan, maka mereka pun menghubungkan. Mentaati secara sempurna dan istiqamah di atas kebenaran dan berjalan di atas manhaj Kitabullah dan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam akan mampu menyelamatkan kita dari penyelewengan dan kesesatan.

Orang yang terbiasa tidak menjaga janji Allah dan tidak istiqamah di atas jalan lurus sesuai kehendak Allah, maka dia tidak mungkin mampu memegang janji dan ikatan dengan siapa pun. (Kholid Ar Rasyid)

ARTIKEL

AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH
*) Drs. H. M. Ali Ghufron R.


Nahdlatul Ulama’
Pendirian N U merupakan manifestasi Kebangkitan para Ulama’ untuk mempertahankan madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali yang dikenal dengan Madzahibul Arba’ah/ madzhab empat. Dengan demikian motivasi berdirinya N U adalah “ Berupa mempertahankan dan melestarikan faham Ahlussunnah Waljamaah dengan mengikuti salah satu madzhab empat sebagaimana yang telah berakar di Indonesia sejak awal perkem bangan Islam” seperti yang diajarkan oleh para Waliyulloh di Indonesia ;
Rumusan Anggaran Dasar N U atau yang sering disebut Qonun Asasi Li Jamiati Nahdlatul Ulama’ sebenarnya telah disepakati sejak organisasi ini didirikan pada tgl. 16 Rojab 1344 H/ 31 Januari 1926 M. yang didirikan oleh para Ulama’ KH. M. Hasyim Asy ’ari ( Pendiri cikal bakal NU ; Komite Hijaz ), KH. Abdul Wahab Hazbullah, KH. Mas Alwi Abdul Aziz (Pemberi nama N U), KH. Ridwan Abdullah (Pembuat Lambang N U ). NU didirikan bertujuan untuk memelira, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam yang berhaluan Aswaja.
A. Pengertian Mabadi Khoira Ummah
Sebagai organisasi social keagamaan (Islam) Nahdlatul Ulama’ dituntut senantiasa tanggap dengan perkembangan kehidupan masyarakat dan mampu memberikan bimbingan, tuntunan dan keteladanan sesuai ajaran agama Islam. Itulah sebabnya, sejak tahun 1935 dalam konggres NU XIII telah disepakati prinsip-prinsip dasar pembangunan masyarakat menuju pembentukan ummat terbaik yang dalam Al Quran disebut sebagai “ Khoira Ummah”. Prinsip-prinsip dasar tersebut kemudian dikenal dengan sebutan “ Mabadi Khoira Ummah” berarti prinsip-prinsip dasar menuju pembentukan umat terbaik. Kata Khoira Ummah diambil dari potongan ayat 110 Surat Ali Imron :
Artinya : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”.( Q. Surat Ali Imron : 110)
Khoira Ummah merupakan predikat yang sudah ditetapkan oleh Allah bagi ummat Muhammad saw sejak zaman Rasulullah saw sampai hari kiamat. Karena umat ini selalu melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar.Dengan demikian amar ma’ruf nahi munkar merupakan sifat utama “ Khoira Ummah”, sekaligus merupakan suatu kelebihan umat Muhammad saw, namun masih mengalami kendala-kendala dalam realitas pelaksanaannya. Berdasarkan telaah atas kelemahan umat Islam untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar itulah, pada tahun 1935 para ulama menunuk tiga prinsip dasar berupa nilai-nilai paling strategis dari ajaran agama sebagai kunci pemecahannya, yaitu :
1. Asshidqu ; selalu benar, tidak berdusta kecuali yang diizinkan oleh agama karena menanggung maslahat lebih besar.
2. Al Amanah wal Wafa Bil’ahdi ; menepati segala janji.
3. Atta’awwun ; tolong menolong di antara anggota- anggota NU khususnya dan sebisa-bisanya sesame umat muslimin pada umumnya.
Gerakan untuk membangkitkan penghayatan dan pengamalan warga NU atas ketiga prinsip dasar tersebut merupakan langkah awal menuju pembangunan khoira ummah atau “ Mabadi Khoira Ummah”
Jika ditelaah secara mendalam, ketiga prinsip dasar yang terkandung dalam Mabadi Khoira Ummah itu tetap relevan untuk dijadikan bahan utama amar ma’ruf nahi munkar pada zaman ini. Namun jika dilihat dari perbedaan konteks zaman antara masa awal gerakan Mabadi Khoira Ummah dengan masa kini, terutama dihubungkan dengan dasar dan mendasarnya perubahan social yang terjadi, tentu perbedaan konteks itu membawa konsekwensi yang tidak kecil. Demikian pula halnya dengan perkembangan kebutuhan-kebutuhan internal NU sendiri. Oleh karenanya perlu dilakukan beberapa penyesuaian dan pengembangan dari gerakan Mabadi Khoira Ummah yang pertama agar lebih jumbuh dengan konteks kekinian.
Tujuan Mabadi Khoira Ummah : Pada mulanya bertujuan menggalang warga NU mendukung program pengembangan Ekonomi NU. Program ini memang tengah menjadi perhatian serius pada saat itu. Sebagai media aktualisasi yang kongkrit, dibentuklah berbagai kegiatan usaha bersama (koperasi) , sehingga gerakan ini berhasil dan sangat menggembirakan. Semangat berorganisasi semakin tumbuh dan berkembang, kegiatan organisasi semakin tampak, kesetiakawanan warga NU semakin kuat dan para pemimpin semakin kompak. Namun karena terjadinya Perang Dunia II mengalami stagnasi. Ketika keadaan kembali normal gerakan inipun belum bulum dapat dibangkitkan kembali. Baru setelah dicanangkannya Khitthah NU, keinginan untuk menghidupkan kembali gerakan Mabadi Khoira Ummah semakin menguat, terutama setelah Muktamar NU ke- 28 yang salah satu hasil keputusannya mengamanatkan PBNU agar menangani masalah ekonomi secara lebih serius, termasuk masalah tataorganisasi berjalan dengan lamban, masih terlihat pula di hamper semua tingkat kepengurusan dan realisasi program masih terlihat kelemahan manajemen, maka perlu segera ditangani.

B. Pengertian Al Mabadi Al Khomsah
Untuk mengantisipasi persoalan-persoalan dan kebutuhan yang muncul sebagai akibat perubahan dan perkembangan zaman, pada Munas Alim Ulama di Bandar Lampung, tgl 21 – 25 Januari 1992 disepakati Mabadi Khoira Ummah untuk menambah dua butir lagi, yaitu:“Al Adalah ”; bersikap adil, obyektif, proporsional, dan taat atau “Al Istiqomah“; ajeg, berkesinambungan dan berkelanjutan. Dengan demikian gerakan Mabadi Khoira Ummah kini memuat lima butir nilai yang dapat pula disebut sebagai “Al Mabadi Al Khomsah”
Karena manajemen organisasi yang baik membutuhkan SDM yang tidak saja terampil, tetapi juga berkarakter terpuji dan bertanggung jawab. Dalam pembinaan Organisasi NU, kualitas SDM semacam ini jelas sangat dibutuhkan. Jika ditelaah lebih mendalam, maka nyatalah bahwa prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam Mabadi Khoira Ummah atau Al Mabadi Al Khomsah tersebut memang amat relevan dengan dimensi persoalan dalam pembinaan manajemen organisasi, baik organisasi usaha (bisnis) maupun organisasi sosial lainnya. Dengan demikian tujuan Mabadi Khoira Ummah atau Al Mabadi Al Khomsah dewasa ini tidak saja terbatas pada program pengembangan ekonomi, tetapi juga pembinaan organisasi pada umumnya, disamping SDM dapat dikembangkan melalui gerakan ini pun akan menjadi kader-kader unggul yang siap berkiprah aktif dalam mengikhtiarkan kemaslahatan umat, bangsa dan Negara pada umumnya.
C. Pengertian Khitthah Nahdlatul Ulama 1926
Secara harfiyah, khitthah artinya “garis”. Dalam hubungannya dengan Nahdlatul Ulama, kata “khitthah” berarti garis-garis pendirian, perjuangan dan kepribadian Nahdlatul Ulama baik yang berhubungan dengan keagamaan, maupun urusan kemasyarakatan, baik secara perorangan maupun organisasi.
a. Khitthah Nahdlatul Ulama adalah andasan berfikir, bersikap dan bertindak warga Nahdlatul Ulama yang harus dicerminkan dalam tingkah laku perseorangan maupun organisasi serta dalam setiap proses pengambilan keputusan.
b. Landasan tersebut adalah faham Islam Ahlussunnah Wal Jamaah yang diterapkan menurut kondisi masyarakat di Indonesia, meliputi dasar-dasar amal keagamaan maupun kemasyarakatan.
c. Khitthah Nahdlatul Ulama juga digali dari intisari perjalanan sejarah khidmahnya dari masa ke masa.
Khitthah Nahdlatul Ulama ini merupakan landasan dan patokan-patokan dasar yang perwujudannya dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala terutama tergantung kepada semangat pemimpin warga Nahdlatul Ulama hanya akan memperoleh dan mencapai cita-citanya jika pemimpin dan warganya benar-benar meresapi dan mengamalkan Khitthah Nahdlatul Ulama ini. Dengan demikian, Khitthah Nahdlatul Ulama menjadi bersifat jelas, kenyal, luwes, dan dinamis.
Hasbunallah wa ni’mal wakil, Nikmal maula wani’man nashir.
Sebagai jam’iyyah diniyah (organisasi keagamaan) NU juga merupakan bagian integral dari umat Islam Indonesia yang senantiasa berusaha memegang teguh persaudaraan (Al Ukhuwwah), toleransi ( At Tasammuh), kebersamaan dan hidup berdampingan baik sesame umat Islam maupun dengan sesame warga negara yang mempunyai keyakinan lain untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh dan dinamis.
NU telah menegaskan hubungan antara agama dan Negara dan memposisikan tanggung jawab sebagai umat beragama (Islam) dengan tanggung jawab sebagai warga Negara (Indonesia) secara jelas dan proporsional, Konsep Kembali ke Khitthoh 1926, dan pandangan NU tentang Pancasila serta faham tri ukhuwwah secara terpadu : Ukhuwwah Islamiyah, Ukhuwwah Wathoniyah dan Ukhuwwah Basyariyah merupakan pedoman dsar yang dirasakan sangat gayut atau relevan bagi pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi warga Nahdlatul Ulama.
D. NU dan Kehidupan Bernegara
Menurut NU, Ukhuwwah Islamiyah tidak harus dipertentangkan dengan persatuan nasional. Keduanya harus saling mendukung dan mengisi. Karena mayoritas bangsa Indonesia adalah muslim, maka persaudaraan sesama muslim adalah soko gurunya persatuan nasional. Sebaliknya persatuan nasional Indonesia pada hakekatnya harus berintikan Ukhuwwah Islamiyah. Termasuk berbagai kegiatan Islam internasional tidak mungkin mengabaikan potensi kaum muslimin Indonesia.
Sebagai suatu organisasi/ jam’iyah, NU adalah jamiyah yang mandiri, yang memiliki kekuatan untuk tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang mana pun, baik organisasi politik maupun sesame organisasi kemasyarakatan. Secara organisatoris , NU tidak perlu dan tidak boleh menyandarkan diri atau mengikatkan diri dengan organisasi lain, meskipun warganya secara perorangan boleh (tidak dilarang) menjadi anggota atau pendukung organisasi lain yang tidak merugikan NU.
Dalam urusan berpolitik, setiap warga NU tetap memiliki hak sebagaimana warga Negara yang lain, tidak berkurang sedikitpun. Bahkan NU menghargai warganya yang menggunakan” hak berpolitiknya” dengan pesan agar mereka melakukannya”secara bertanggung jawab”, menyadari dan meyakini kebenaran pilihan politiknya, serta sanggup memikul segara resikonya, tanpa membawa nama dan wibawa NU dan tidak saling menyalahkan antara sesame warga NU yang berbeda pilihan aspirasi politiknya. Dengan demikian diharapkan dan ditumbuhkan sikap hidup yang :
1. Demokratis; suka menghargai orang lain dengan pendapat-pendapatnya yang tidak selalu sama pendapat sendiri.
2. Konstitusional; selalu menghormati dan mentaati undang-undang dasar Negara, aturan permainan di dalam berorganisasi dan aturan permainan di dalam tatakehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
3. Taat hukum; mentaati hokum dan peraturan yang berlaku.
4. Mampu; mengembangkan mekanisme musyawarah dan mufakat, sadar akan posisi dan fungsi diri di tengah tatapergaulan masyarakat (Negara, bangsa, organisasi) dan selalu berusaha mencapai kesepakatan serta menghormatinya, meskipun tidak selalu sesuai dengan pendapat atau selera sendiri.
Pandangan NU mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara tercermin dalam pandangannya tentang Pancasila dan Negara kesatuan RI.
II. Ahlussunnah Waljama'ah

Pengertian Ahlussunnah Waljama'ah
1. Pengertian Ahlussunnah Waljama'ah secara definitif, menurut arti istilah Ahlussunnah Waljama'ah ialah : "Golongan pengikut ajaran/sunnah dan i'tiqad Nabi Muhammad SAW. serta pengikut i'tiqad atau jejak langkah para shahabat Nabi Muhammad SAW.".
Mereka itu mengikuti dalam i'tiqad, amal ibadah, dan perjuangannya untuk menjunjung tinggi agama Islam dan ummatnya, yang hal itu sudah dirumuskan oleh Imam Al Asy'a ri dan Imam Al -Maturidi dalam bidang i'tiqad, dan oleh madzhab empat (Imam Syafi'i , Imam Hambali, Imam Maliki dan Imam Hanafi) dalam bidang Fiqih, mengikuti Imam Al-Ghozali dalam bidang Tasawwuf/ akhlaq. Mereka itulah yang akan mendapatkan keridhaan Allah SWT dan akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat kelak.
2. Perkataan "Ahlussunnah Waljama'ah"berasal dari bahasa Arab,
AHLI/ AHLUN (gsã ) = KELUARGA atau GOLONGAN atau PENGIKUT. AS-SUNNAH ( ) = TABIAT, PERILAKU KEHIDUPAN, AJARAN. WA ( p ) = DAN. Dan AL-JAMAA'AH ( ) = PENGANUT I'TIQOD PARA SHAHABAT NABI MUHAMMAD SAW.

Jadi yang dimaksud dengan Kaum Ahlussunnah Waljama'ah ialah : "Kaum yang menga nut i'tiqad dan amaliah Nabi Muhammad SAW. dan i'tiqad shahabat-shahabat beliau, yang dise but Ijma' atau jama'ah ".
Yang dimaksud dengan Ijma' atau Jama 'ah ialah : para SHAHABAT Nabi Muhammad SAW. yaitu orang-orang mukmin yang hidup pada zaman Nabi dan mengikuti i'tiqad beliau, para TABI'IN yaitu murid-murid para shahabat Nabi , para TABI'IT-TABI'IN yaitu murid-murid dari muridnya shahabat Nabi Muhammad SAW, dan mereka disebut ASSALAFUSH-SHALIHIN , yaitu orang - orang terda¬hulu yang baik kelakuannya, disebut juga “AHLUL-HAQ”artinya para penganut kebenaran.
A. Pengertian Madzhab
Madzhab menurut bahasa berarti “pendirian” (al Mu’taqod),”jalan atau system” (al TThoriqoh), dan ‘sumber atau pendapat kuat” (al ashl).
Sedangkan secara istilah (istilah para fuqoha’), madzhab mempunyai dua pengertian :
a. Madzhab berarti hasil ijtihad seorang imam tentang hukum suatu masalah, atau tentang kaidah-kaidah metode berfikir untuk mendapat pendapat hokum (istinbath), sebagai metode (manhaj)untuk memahami ajaran-ajaran agama.
b. Madzhab berarti “hasil ijtihad seorang imam tentang kaidah-kaidah (metode berfikir/ istinbath) untuk menggali suatu hukum”

B. Sistem Madzhab
Bermadzhab ialah menjalankan syariat agama sesuai dengan hasil ijtihad imam mujtahid. Bermadzhab adalah Taqlidnya orang awam atau orang yang tidak sampai derajad ijtihad kepada madzhab imam mujtahid, baik secara terus menerus atau berpindah-pindah dari madzhab satu ke madzhab lain.
Ada tiga hal yang menjadi dsar bermadzhab dalam masalah agama, yaitu :
1. Bertaqlid (mengikuti/ bermadzhab) kepada orang alim yang mujtahid
2. Ijma’ Ulama’
3. Dalil Aqli
Ada dua hal dalam bermadzhab :
1. Bermadzhab secara manhaj
2. Bermadzhab secara Qauli

C. Taqlid (qollada= meniru, mengulangi, mengikuti) ; mengikuti perilaku atau amaliyah agam dengan mngetahui atau tidak tahu sama sekali dalil-dalilnya dan tidak boleh taqlid buta (mengekor dengan tidak tahu dasr pijakannya), Muqollid, orang yang mengikuti.

Menurut ajaran Ahlussunnah Waljama'ah hokum bertaqlid ada dua macam ;
1. Dibolehkan pada masalah-maslalh furu’ syari’ah, bagi orang yang tidak mampu berijtihad sendiri, dengan mengikuti tuntunan imam mujtahid mustqil (madzhibul arba’ah)
2. Tidak boleh apabila ; Kebiasaan leluhur atau nenek moyang tanpa dasar agama yang jelas, kepada orang yang tidak diketahui kemampuannya, pada yang jelasjelas salah, pada masalah keimanan kecuali memamg pada orang tertentu yang lemah pikiran.

D. Ittiba’ ; Orang yang mengikuti pendapat mujtahid dengan mengetahui dalil-dalilnya. Orangnya disebut “muttabi’”, berarti orang yang tidak mampu ijtihad sendiri tetapi mengetahui dalil-dalilnya.

E. Istinbath; berasal dari kata “nabth” (air yang mula-mula memancar dari sumur yang digali). “ Menggali hokum syara’ yang belum ditegaskan secara langsung oleh nash Al Quran atau Sunnah, dengan tetap berada pada kendali Al Quran dan Al Hadits itu sendiri

F. Ijtihad; Usaha dengan sungguh sungguh dalam mencapai sesuatu hukum dalam agama.

G. Talfiq ; melakukan amaliyah dalam suatu masalah menurut hokum yang merupakan gabungan dari dua madzhab atau lebih. Atau berpindah dari madzhab satu kepada madzhab lain.
H. Pandangan Aswaja terhadap masalah Poleksosbud, menggunakan Kebijakan :

“ Memelihara sesuatu yang lama(kuno yang baik dan sekaligus mengambil yang baru yang lebih baik”
Hal ini berarti mengandung kreativitas dan tidak bersifat jumud (beku) atau statis
Wallahu A’lamu Bishshowaab.
Singosari, 24 Februari 2007 M.
6 Safar 1427 H.


*) Drs. H. M. Ali Ghufron R.
Staf Pengajar di YP.Almaarif Singosari (SMAI & MA ) Singosari, YAPISH (SMA Shalahuddin) Malang, SMK TI,(PP. Al Ishlahiyyah) Singosari. Muballigh dan Mantan Ketua IPNU (1979-1983) , Mantan Ketua GP. Ansor Ancab. Singosari (1993-1998), Wakil Ketua GP. Ansor Kab. Malang (1995 – 1999), berkhidmat di Bagian (MWC NU) Singosari.dan Anggota LDNU Kab. Malang.

Sabtu, 11 April 2009

Wanita Muslimah Ideal menurut Islam

Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut.

Maka, engkaulah wahai saudariku… engkaulah pengemban amanah pembangun generasi umat ini. Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya.

Wanita Berbeda Dengan Laki-Laki

Allah berfirman,

وَمَاخَلَقْتُ الجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّلِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Qs. Adz-Dzaariyat: 56)

Allah telah menciptakan manusia dalam jenis perempuan dan laki-laki dengan memiliki kewajiban yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Dia telah menempatkan pria dan wanita pada kedudukannya masing-masing sesuai dengan kodratnya. Dalam beberapa hal, sebagian mereka tidak boleh dan tidak bisa menggantikan yang lain.

Keduanya memiliki kedudukan yang sama. Dalam peribadatan, secara umum mereka memiliki hak dan kewajiban yang tidak berbeda. Hanya dalam masalah-masalah tertentu, memang ada perbedaan. Hal itu Allah sesuaikan dengan naluri, tabiat, dan kondisi masing-masing.

Allah mentakdirkan bahwa laki-laki tidaklah sama dengan perempuan, baik dalam bentuk penciptaan, postur tubuh, dan susunan anggota badan.

Allah berfirman,

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى

“Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan perempuan.” (Qs. Ali Imran: 36)

Karena perbedaan ini, maka Allah mengkhususkan beberapa hukum syar’i bagi kaum laki-laki dan perempuan sesuai dengan bentuk dasar, keahlian dan kemampuannya masing-masing. Allah memberikan hukum-hukum yang menjadi keistimewaan bagi kaum laki-laki, diantaranya bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, kenabian dan kerasulan hanya diberikan kepada kaum laki-laki dan bukan kepada perempuan, laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian perempuan dalam hal warisan, dan lain-lain. Sebaliknya, Islam telah memuliakan wanita dengan memerintahkan wanita untuk tetap tinggal dalam rumahnya, serta merawat suami dan anak-anaknya.

Mujahid meriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: “Wahai Rasulullah, mengapa kaum laki-laki bisa pergi ke medan perang sedang kami tidak, dan kamipun hanya mendapatkan warisan setengah bagian laki-laki?” Maka turunlah ayat yang artinya, “Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah…” (Qs. An-Nisaa’: 32)” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan lain sebagainya)

Saudariku, maka hendaklah kita mengimani apa yang Allah takdirkan, bahwa laki-laki dan perempuan berbeda. Yakinlah, di balik perbedaan ini ada hikmah yang sangat besar, karena Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Mari Menjaga Kehormatan Dengan Berhijab

Berhijab merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap wanita muslimah. Hijab merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap wanita yang telah disyariatkan dalam Islam. Dalam mengenakan hijab syar’i haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala:

وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ

“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.” (Qs. An-Nuur: 31)

Mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan sahabiah dan generasi setelahnya. Merupakan keharusan bagi wanita-wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam untuk meneladani jejak wanita-wanita muslimah pendahulu meraka dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam masalah berhijab. Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan (ghirah). Ironisnya, banyak wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab, tetapi malah bersolek dan bertabaruj tanpa rasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

“Semoga Alloh merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat:

“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)

“Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.”

Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa hijab merupakan kewajiban atas diri seorang muslimah dan meninggalkannya menyebabkan dosa yang membinasakan dan mendatangkan dosa-dosa yang lainnya. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya hendaknya wanita mukminah bersegera melaksanakan perintah Alloh yang satu ini.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)

Mengenakan hijab syar’i mempunyai banyak keutamaan, diantaranya:

  1. Menjaga kehormatan.
  2. Membersihkan hati.
  3. Melahirkan akhlaq yang mulia.
  4. Tanda kesucian.
  5. Menjaga rasa malu.
  6. Mencegah dari keinginan dan hasrat syaithoniah.
  7. Menjaga ghirah.
  8. Dan lain-lain. Adapun untuk rincian tentang hijab dapat dilihat pada artikel-artikel sebelumnya.

Kembalilah ke Rumahmu

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ

“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu.” (Qs. Al-Ahzab: 33)

Islam telah memuliakan kaum wanita dengan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal dalam rumahnya. Ini merupakan ketentuan yang telah Allah syari’atkan. Oleh karena itu, Allah membebaskan kaum wanita dari beberapa kewajiban syari’at yang di lain sisi diwajibkan kepada kaum laki-laki, diantaranya:

  1. Digugurkan baginya kewajiban menghadiri shalat jum’at dan shalat jama’ah.
  2. Kewajiban menunaikan ibadah haji bagi wanita disyaratkan dengan mahram yang menyertainya.
  3. Wanita tidak berkewajiban berjihad.

Sedangkan keluarnya mereka dari rumah adalah rukhshah (keringanan) yang diberikan karena kebutuhan dan darurat. Maka, hendaklah wanita muslimah tidak sering-sering keluar rumah, apalagi dengan berhias atau memakai wangi-wangian sebagaimana halnya kebiasaan wanita-wanita jahiliyah.

Perintah untuk tetap berada di rumah merupakan hijab bagi kaum wanita dari menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram dan dari ihtilat. Apabila wanita menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram maka ia wajib mengenakan hijab yang menutupi seluruh tubuh dan perhiasannya. Dengan menjaga hal ini, maka akan terwujud berbagai tujuan syari’at, yaitu:

  1. Terpeliharanya apa yang menjadi tuntunan fitrah dan kondisi manusia berupa pembagian yang adil diantara hamba-hamba-Nya yaitu kaum wanita memegang urusan rumah tangga sedangkan laki-laki menangani pekerjaan di luar rumah.
  2. Terpeliharanya tujuan syari’at bahwa masyarakat islami adalah masyarakat yang tidak bercampur baur. Kaum wanita memiliki komunitas khusus yaitu di dalam rumah sedang kaum laki-laki memiliki komunitas tersendiri, yaitu di luar rumah.
  3. Memfokuskan kaum wanita untuk melaksanakan kewajibannya dalam rumah tangga dan mendidik generasi mendatang.

Islam adalah agama fitrah, dimana kemaslahatan umum seiring dengan fitrah manusia dan kebahagiaannya. Jadi, Islam tidak memperbolehkan bagi kaum wanita untuk bekerja kecuali sesuai dengan fitrah, tabiat, dan sifat kewanitaannya. Sebab, seorang perempuan adalah seorang istri yang mengemban tugas mengandung, melahirkan, menyusui, mengurus rumah, merawat anak, mendidik generasi umat di madrasah mereka yang pertama, yaitu: ‘Rumah’.

Bahaya Tabarruj Model Jahiliyah

Bersolek merupakan fitrah bagi wanita pada umumnya. Jika bersolek di depan suami, orang tua atau teman-teman sesama wanita maka hal ini tidak mengapa. Namun, wanita sekarang umumnya bersolek dan menampakkan sebagian anggota tubuh serta perhiasan di tempat-tempat umum. Padahal di tempat-tempat umum banyak terdapat laki-laki non mahram yang akan memperhatikan mereka dan keindahan yang ditampakkannya. Seperti itulah yang disebut dengan tabarruj model jahiliyah.

Di zaman sekarang, tabarruj model ini merupakan hal yang sudah dianggap biasa, padahal Allah dan Rasul-Nya mengharamkan yang demikian.

Allah berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33)

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Bentuk-bentuk tabarruj model jahiliyah diantaranya:

  1. Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki non mahram.
  2. Menampakkan perhiasannya,baik semua atau sebagian.
  3. Berjalan dengan dibuat-buat.
  4. Mendayu-dayu dalam berbicara terhadap laki-laki non mahram.
  5. Menghentak-hentakkan kaki agar diketahui perhiasan yang tersembunyi.

Pernikahan, Mahkota Kaum Wanita

Menikah merupakan sunnah para Nabi dan Rasul serta jalan hidup orang-orang mukmin. Menikah merupakan perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nuur: 32)

Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian dan kehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah diniatkan karena mengikuti sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk menjaga agama serta kehormatannya.

Tidak sepantasnya bagi wanita mukminah bercita-cita untuk hidup membujang. Membujang dapat menyebabkan hati senantiasa gelisah, terjerumus dalam banyak dosa, dan menyebabkan terjatuh dalam kehinaan.

Kemaslahatan-kemaslahatan pernikahan:

  1. Menjaga keturunan dan kelangsungan hidup manusia.
  2. Menjaga kehormatan dan kesucian diri.
  3. Memberikan ketentraman bagi dua insan. Ada yang dilindungi dan melindungi. Serta memunculkan kasih sayang bagi keduanya.

Demikianlah beberapa perkara yang harus diperhatikan oleh setiap muslimah agar dirinya tidak terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan dan tidak menjerumuskan orang lain ke dalam dosa dan kemaksiatan. Allahu A’lam.

*) Drs. H. M. Ali Ghufron R.
Staf Pengajar di YP.Almaarif Singosari (SMAI & MA ) Singosari, YAPISH (SMA Shalahuddin) Malang, SMK TI,(PP. Al Ishlahiyyah) Singosari. Muballigh dan Mantan Ketua IPNU (1979-1983) , Mantan Ketua GP. Ansor Ancab. Singosari (1993-1998), Wakil Ketua GP. Ansor Kab. Malang (1995 – 1999), berkhidmat di Bagian (MWC NU) Singosari.dan Anggota LDNU Kab. Malang.


Senin, 02 Februari 2009

NGAJI Valenines Day-an, bagaimana ya.... ?

Santri ngaji Islam Di TV Malang Jawa Timur

Ngaji Di Tambak Beras Jombang Jawa Timur, masuk di TV Nasional

Valentines Day : Hari Raya Mengenang Pendeta (Peringatan Khaul )nya Pendeta

Memasuki bulan Februari, kita menyaksikan banyak media massa, mall-mall, pusat pusat hiburan bersibuk ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine’s Day atau biasanya disebut hari kasih sayang. Pada tanggal 14 Februari itu mereka saling mengucapkan “Selamat hari Valentine”, berkirim kartu, cokelat dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta.
Sejarah, Asal-Usul dan Latar Belakang
Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St. Valentine yang hidup di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St. Valentine karena menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama Nasrani, lalu memerintahkan untuk menangkapnya.
Dalam versi kedua, Claudius II melihat bahwa para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang, lalu dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui dan dipenjarakan. Di penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya, Valentine.” Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nashrani bersama 46 kerabatnya.
Versi ketiga, ketika agama Nasrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak itu dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “Dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini.” Akibat sulitnya menghilangkan tradisi ini, para pendeta memutuskan mengganti tulisannya menjadi “Dengan nama Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nasrani.
Saudaraku, itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya (berdasarkan data yang ada -ed), yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat, atau hanya ikut-ikutan semata? Bila demikian, sangat disayangkan banyak remaja Islam yang terkena penyakit mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya itu merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi! Padahal Alloh berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya.” (Al Isro’: 36)

Bolehkah Memperingati Hari Valentine?

Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah melakukan perbuatan kekafiran. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rohimahulloh berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalaupun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamer atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Alloh.” Allohu a’lam bish showab.



Sumber: www.mediamuslim.info
Ditulis dalam Islam, Jalan Keselamatan, Manhaj, Manhaj Islam, Manhaj Muslim, Mukmin, Muslim, Tarekat, cinta, life, love, religion, religius,
www.mediamuslim.info.
*) Drs. H. M. Ali Ghufron R.
Staf Pengajar di YP.Almaarif Singosari (SMAI & MA ) Singosari, YAPISH (SMA Shalahuddin) Malang, SMK TI,(PP. Al Ishlahiyyah) Singosari. Muballigh dan Mantan Ketua IPNU (1979-1983) , Mantan Ketua GP. Ansor Ancab. Singosari (1993-1998), Wakil Ketua GP. Ansor Kab. Malang (1995 – 1999), berkhidmat di Bagian (MWC NU) Singosari.dan Anggota LDNU Kab. Malang.

Jumat, 30 Januari 2009

Tentang VALENTINES DAY


NGAJI DI TV
Untuk muda-mudi generasi penerus, tulisan ini akan memaparkan sedikit panjang lebar tentang CINTA, yang ternyata eksploitasi cinta tanpa tuntunan agama akan bermuara kepada pergaulan seks bebas dan merusak tatanan , bahkan eksploitasi cinta akan dapat menggiring pelakunya ke sikap pendewaan cinta yang akhirnya akan dapat menggiring seseorang kepada kesyirikan yang tidak disadarinya.Kali ini akan kita kupas tentang Valentine yang secara kebetulan perkembangannya paralel dengan eksploitasi cinta, seks bebas dan materialisme. Tahun demi tahun hiruk-pikuk valentine makin bertambah instensitasnya, dahulu hanya muda-mudi kota-kota besar seperti Jakarta yang mengenal Valentine dan merayakannya, kini sudah mulai merambah ke muda-mudi desa-desa kecil yang ada di Indonesia ini, Valentine tidak saja dikenal oleh para remaja tetapi juga sudah dikenal dan dirayakan oleh anak-anak SD.
Dari sudut pandang ke-Islam-an, ternyata Valentine adalah sebuah perayaan yang harus dijauhi oleh para muda-mudi dan anak-anak muslim dan muslimah, dan sebaiknya para orang tua memberikan informasi kepada anak-anaknya bahwa Valentine bertentangan dengan nilai-nilai ke-Islam-an, memang bukan merupakan hal yang mudah karena sesungguhnya kita berhadapan dengan arus modernisme yang telah mengglobal dan salah kaprah. Opini tidak ketinggalan zaman dan tidak gaul bila tidak merayakan Valentine adalah salah satu kendalanya, namun dengan cara yang baik dan informasi yang akurat, Insya Allah informasi tersebut akan menjadi nasehat yang akan mudah untuk diikuti dan ditaati.Untuk itu dalam kajian ini, akan dikupas tentang Valentine sedikit panjang lebar agar kita mendapatkan informasi yang komprehensif1 dan akurat sehingga kita dapat mensikapi hiruk-pikuk Valentine yang tahun-demi-tahun harus kita akui memang telah bertambah intensitasnya.Sejarah ValentineValentine adalah nama seseorang pemimpin agama Katolik yang telah dianggap menjadi martir ?Islam : Syuhada- oleh orang-orang Kristen (katolik) dan Valentine telah diberi gelar sebagai orang suci (Santo) oleh orang-orang Kristen.Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 - 270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para parujurit dan muda-mudi, lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh raja Claudius, sang rajapun marah dan memutuskan untuk memberikan sangsi kepada Valentine dan santo Marius yaitu berupa hukuman mati.Sebelum dihukum mati, Santo Valentine dan Santo Marius dipenjarakan dahulu, dalam penjara Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara, kemudian gadis ini setia menjenguk valentine hingga menjelang kematian Valentine. Sebelum Valentine dihukum mati, Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis kenalannya, yang isinya :

' From Your Valentine '

Setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, orang-orang selalu mengingat kedua santo tersebut dan merayakannya sebagai bentuk ekspresi cinta kasih Valentine, dua-ratus tahun kemudian yaitu tahun 496 Masehi setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius meresmikan tanggal 14 Pebruari 496 sebagai hari Velentine. Itulah sejarah hari Valentine yang ternyata untuk mengenang dan memperingati dua orang suci Kristen Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang.Ada versi lain tentang sejarah Valentine, yaitu pada masa Romawi Kuno, tanggal 14 Pebruari merupakan hari raya untuk memperingati dewi Juno, dewi Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Romawi kuno juga meyakini bahwa dewi Juno adalah dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan ?dewi cinta.Pada tanggal 14 Pebruari orang-orang Romawi kuno mengadakan perayaan untuk memperingati Dewi Juno dengan cara memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Nama-nama remaja perempuan ditulis pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu para laki-laki mengambil satu kertas sebagai, setiap laki-laki akan mendapatkan pasangan sesuai nama yang didapat dalam undian tersebut, bila kemudian mereka ada kecocokan maka mereka akan melangsungkan pernikahan dihari-hari berikutnya.Valentine dan BaratPada abad ke 16 Masehi, perayaan Valentine yang semula merupakan ritual milik agama Kristen Katolik telah berangsur-angsur bergeser, yang semula untuk memperingati kematian santo Valentine dan Marius telah bergeser menjadi hari ?Jamuan Kasih Sayang? yang disebut sebagai ?Supercalis? seperti yang dirayakan oleh bangsa Romawi Kuno pada tiap tanggal 15 Pebruari.Sedangkan pada abad pertengahan di dalam bahasa Perancis-Normandia terdapat kata ?Galentine? yang berasal dari kata Galant yang berarti cinta, persamaan bunyi antara Galentine dan Valentine disinyalir telah memberikan ide kepada orang-orang Eropa bahwa sebaiknya pada tanggal 14 Pebruari digunakan untuk mencari pasangan. Dan kini Valentine telah tersinkretisasi dengan peradaban Barat.Valentine telah menjadi bentuk pesta hura-hura, simbol modernitas, sekedar simbol cinta, dan sudah mulai bernuansa pergaulan bebas dan seks bebas.Banyak para muda-mudi yang mengadakan pesta Valentine hanya karena ikut-ikutan supaya tidak dibilang ketinggalan zaman atau tidak gaul, orang yang ikut-ikutan pesta valentine seakanakan telah menyandang predikat sebagai orang yang modern dan maju, padahal dia tidak tahu apa-apa tentang sejarah Valentine dan Valentine itu sendiri, padahal Valentine sendiri bukanlah hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi.Tentu saja Barat adalah yang paling diuntungkan dengan hiruk-pikuk pesta Valentine, karena di dalam pesta valentine orang didukung untuk hura-hura, mencari cinta sesaat dan instan, seks bebas, galmour yang semuanya itu mengarah ke peradaban Barat.Ketika Al-Islah mengadakan survey via telepon terhadap beberapa masyarakat kota, ada seorang koresponden yang pernah berada di luar negeri memberikan pandangannya bahwa Valentine telah menjadi media Barat untuk memasarkan produknya, merebaknya Valentine di kalangan muda-mudi, menjadikan mereka ramah dan permisif terhadap produk-produk Barat, antara lain fashion, kafe, hotel, film, seks pranikah, dan lain sebagainya.Namun kalau kita mau jeli dan teliti, Valentine memang bisa menjadikan seseorang merasa tidak ketinggalan zaman, gaul, fashionable dan segudang simbol peradaban Barat lainnya, salah satu faktor besarnya daya jual produk-produk Barat adalah terbangunnya opini tersebut dikalangan muda-mudi, contoh, orang ingin mengganti Hp-nya dengan HP baru hanya dengan satu alasan saja yaitu ?model baru lebih trendy atau fashionable yang lama telah ketinggalan jaman dan memalukan? , opini semacam itulah yang ingin dibangun barat melaui acara-acara Valentine. Survey MembuktikanDari wawancara dengan beberapa koresponden yang ada diwilayah pinggiran kota via telepone ketika diajukan pertanyaan apakah Valentine itu ? didapatkan hasil rata-rata para koresponden dari kalangan remaja memberikan jawaban bahwa Valentine adalah hari kasih sayang walaupun sebagian besar dari mereka tidak mengetahui sejarah Valentine. Dan ketika mereka ditanya apakah ingin merayakan Valentine?, sebagian besar menjawab ya dan ingin merayakan bersama sang kekasih, sebagian yang lainnya menjawab tidak perlu dengan alasan kasih sayang itu bukan hanya satu hari itu saja tetapi sepanjang tahun, dan ada juga yang memberikan alasan karena Valentine adalah budaya Barat yang memiliki efek negatif dan merusak. Yang cukup mengejutkan ada seorang anak SD yang tahu tentang hari Valentine dan ingin merayakan dengan memberi hadiah kepada teman spesial.Dan dari wawancara dengan korespeonden yang sudah berumah tangga dengan kisaran umur antara 30 tahun hingga 50 tahun memberikan hasil bahwa ketika mereka dalam usia remaja mereka sebagian besar tidak tahu tentang Valentine walaupun pernah mendengar kata Valentine, sebagian kecil mengatakan ketika masih remaja mereka telah tahu tentang Valentine tetapi tidak pernah merayakannya. Dan ketika diberi pertanyaan lanjutan apakah akan memberikan izin kepada anaknya untuk merayakan Valentine, sebagian besar menjawab tidak masalah asal tidak kebablasan, dan sebagian yang lain mengizinkan tetapi dengan memberikan pengarahan dan sebagian yang lainnya lagi akan melarang karena mengetahui bahwa Valentine adalah budaya Barat dan bertentangan dengan agama Islam. Dari wawancara tersebut dapat diperoleh gambaran tentang opini dan sikap masyarakat mengenai Valentine ?walaupun kurang akurat-:Pertama, kalangan muda-mudi hampir 100% telah mengenal Valentine padahal para orang-tua mereka hampir 100% tidak mengenal Valentine pada masa remajanya berarti Valentine telah berkembang pesat dalam satu generasi.Kedua, hanya sebagian kecil remaja yang menentang Valentine dan hampir 100% yang tidak mengetahui tentang sejarah Valentine.Dan sekarang mari kita tinjau pandangan Islam tentang Valentine dan bagaimana semestinya umat Islam harus bersikap.

PANDANGAN ISLAM TENTANG VALENTINE
Dari uraian sejarah Valentine dan hubungannya dengan peradaban Barat saat ini dapat diringkas bahwa Valentine merupakan :

1. Ritual yang bersumber dari Kristen yang dikukuhkan oleh Paus Galasius untuk mengenang orang suci Kristen yaitu Santo Valentine dan Santo Marius.
2. Ritual orang-orang Romawi kuno yang pagan (penyembah berhala) untuk memperingati dewi Juno yaitu ratu dari segala dewa-dewi bagi perempuan dan perkawinan ( dewi cinta).
3. Ritual bangsa Eropa pada abad pertengahan untuk mencari jodoh.
4. Media Barat untuk mengkokohkan cengkraman peradaban Barat.,Dari keempat jatidiri Valentine tersebut, tidak satupun yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam, alasannya :Pertama, Valentine merupakan ritual keagamaan yaitu agama Kristen, sehingga Valentine merupakan ibadah bagi agama Kristen, bukti bahwa Valentine sebagai ritual agama Kristen adalah ritual Valentine tersebut dikukuhkan oleh seorang Paus yaitu Paus Galasius untuk memperingati dua orang yang diberi gelar orang suci oleh orang-orang Kristen. Bagi Muslim mengikuti Valentine tersebut adalah sama dengan mengikuti peribadatan orang Kristen, di samping itu ada bahaya yang lain yaitu sinkretisasi antara agama Islam dan Kristen, Allah I telah memerintahkan kita untuk tidak mencampuradukkan ajaran agama Islam dengan ajaran agama manapun termasuk Kristen :Bagimu agamamu, bagiku agamaku. QS. 109:1-6Kedua, Valentine untuk memperingati/memuja dewi Juno adalah ritual yang dilakukan oleh orang-orang romawi Kuno yang menyembah berhala/dewa, sehingga mengikuti ritual ini dapat bernilai kesyirikan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Romawi Kuno yang menyembah berhala. Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik. HR. Bukhari-MuslimKetiga, Valentine sebagai sarana untuk mencari jodoh oleh orang-orang Eropa, mereka bertahayul bahwa kasih sayang akan mulai bersemi pada tanggal 14 Pebruari, tahayul adalah salah satu bentuk kesyirikan, sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengikutinya.Keempat, Valentine sebagai media barat telah diakui daya rusaknya terhadap tatanan masyarakat timur apalagi Islam, mengiktui Valentine bukan saja sekedar pesta untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga pesta yang mau-tidak-mau harus mengikutkan budaya yang lainnya, pergaulan bebas, fashion, pakaian minim, ciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya, hidup glamour, materialistis, dansa-dansa, mengumbar nafsu dan lain-lain.Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, ia akan termasuk golongan mereka. HR. AhmadTidak dapat dipungkiri lagi, Valentine adalah salah satu pintu masuk untuk menjadi sama dengan mereka.Itulah jatidiri Valentine dan kedudukannya terhadap agama Islam, banyak para muda-mudi yang mengikuti Valentine hanya sekedar ikut-ikutan dan tidak mengetahui apa dan bagaimana Valentine yang sesungguhnya, mereka ikut hanya karena pernah melihat ada yang jualan kartu Valentine atau menerima kartu valentine, atau karena pernah diajak temannya ikut acara Valentine, atau karena pernah melihat propaganda Valentine di majalah-majalah, tv, film dan lain sebagainya, terhadap sikap para muda-mudi yang mengikut saja terhadap apa yang tidak diketahuinya, Allah SWT telah memberikan peringatan :Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. QS. 17:36Padahal para muda-mudi gaul sering berkata untuk memberi kesan/nilai negatif kepada temannya dengan perkataan ?sok tahu lu? ternyata mereka sendiri terhadap Valentine juga sok tahu. Wallahu a?lam.

5 KOMENTAR TERAKHIR

Fath-- tanggal : 2009-01-18
KEnapa Musti Bingung? kembalilah pada Al Qur an dan As Sunnah.Yudas_Eskareot-- tanggal : 18/01/2009ada kisah yang jarang manusia indonesia mendengarnya mengenai nenek moyang kita kaum nabi nuh dikisahkan oleh rosullalloh SAW bahwa awal dimulainya kesyirikan dan serentetan perbuatan manusia diawali dari kaumnya nabi nuh dimana nabi nuh diperintahkan oleh alloh untuk memberi peringatan kepada mereka...awal kesyirikan mereka diawali dari seseorang yang soleh dimana dia merupakan orang paling soleh dan taat beribadah sepeninggal orang soleh ini terjadi semacam tipu muslihat dari setan dan sekutunya awalnya dibuat gambar untuk sekedar mengenangnya kemudian dibuat patung untuk menghormatinya dibangunlah sebuah tempat ibadah didalamnya generasi orang soleh serta kakek mereka telah habis masuklah setan membelokan ibadah dan kiblat mereka kpd patung dan gambar syiriklah mereka sampai diutusnya nabi nuh untuk memberi peringatan kepada mereka itulah awal dimulainya penyembahan berhala dan hal itu direncanakan oleh setan terus menerus dalam waktu yang sangat lama....awalnya menghormati kemudian mengenang kemudian ikut-ikutan lama-lama terjerumus maka kalian terkena tipu daya setan semoga alloh bersama orang-orang yang saling memberi peringatan...yanuar-- tanggal : 13/01/2009
to: dody -- asal : bogorDody say: "saya mau bertanya apakah anda pernah merayakan valentine dengan saudara atau teman anda pada tanggal 14 februari?cukup dijawab dalam hati saja"anda setiap komentar sepertinya lebih nggak berpendidikan dan nggak lebih berbobot daripada saya, jawab: forum ini tentang islah umat beragama dengan dasar kebenaran(fakta), bukan pertanyaan individual. saya analogikan pertanyaan ini dengan pertanyaan :"apakah anda pernah merayakan malam mingguan dengan saudara atau teman anda?". walaupun anda bertanya bukan kepada saya, tapi saya juga ikut ingin menjawabnya, "ya" hanya merayakan tapi tidak memperingatinya. hanya untuk senang2 saja,berkumpul sama teman2 bakar ayam. bukan saling mengasihi sampai masuk ke kamar?. bahkan saya setiap hari merayakan hari kasih sayang dengan istri saya nggak perlu hari valentinan segala. "Innamal akmalu binniyat"dody-- tanggal : 12/01/2009buat :aMrsaya mau bertanya apakah anda pernah merayakan valentine dengan saudara atau teman anda pada tanggal 14 februari?cukup dijawab dalam hati sajayesus bkn tuhan-- tanggal : 24/06/2008

KEBOHONGAN NATAL 25 DESEMBERSEJARAH NATAL

Kata natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingati hari kelahiran Isa Al Masih - yang mereka sebut Tuhan Yesus. Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325 - 354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal). Kelahiran Yesus Menurut Bibel Untuk menyibak tabir Natal pada tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus, marilah kita simak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang kelahiran Yesus sebagaimana dalam Lukas 2:1:8 dan Matius 2:1, 10, 11 (Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus). Lukas 2:1-8: Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka perxxxh semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dan kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud-supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung. Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya didalam palungan, karena tidak ada tempat yang bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Jadi, menurut Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu sedang melaksanakan sensus penduduk (7 M = 579 Romawi). Yusuf, tunangan Maryam Ibu Yesus berasal dari Betlehem, maka mereka bertugas ke sana, dan lahirlah Yesus Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampin dan membaringkannya dalam palungan (tempat makanan sapi, domba yang terbuat dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput. Menurut Matius 2:1, 10, 11: Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria, ibunya. Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintahkan tahun 37 SM - 4 M (749 Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur. Cukup jelas pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, 11) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya menolak kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengan bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju merupakan hal tidak mustahil. Bagi yang memiliki wawasan luas, hati terbuka dan lapang dalam mencari kebenaran, kitab suci Al Qur'an telah memberikan jawaban tentang kelahiran Yesus (Isa alaihissalam). "Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan". Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu (untuk minum). Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu". (Surat Maryam: 23-25). Jadi menurut Al Qur'an Yesus dilahirkan pada musim panas disaat pohon-pohon kurma berbuah dengan lebatnya. Untuk itu perlu kita cermati pendapat sarjana Kristen Dr. Arthus S. Peak, dalam Commentary on the Bible - seperti dikutip buku Bible dalam Timbangan oleh Soleh A. Nahdi (hal 23) : Yesus lahir dalam bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan: Agustus - September. Sementara itu Uskup Barns dalam Rise of Christianity - seperti juga dikutip oleh Soleh A. Nahdi berpendapat sebagai berikut: There is, moreover, no authority for the belief than December 25 was the actual birthday of Jesus. If we can give any credence to the bith-story of Luke, with the shepherds keeping watch by night in the fields near Bethlehem, the birth of Jesus did not take place in winter, when the night temperature is so law in the hill country of judea that snow is not uncommon. After much argument our christmas day seems to have been accepted about A.D. 3000. (Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Behtlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pengunungan Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 200 Masehi). Pada Tahun Berapa Yesus Lahir? Umat Kristen beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun I, karena penanggalan Masehi yang dirancang oleh Dionysius justru dibuat dan disesuaikan dengan tahun kelahiran Yesus. Namun Injil Lukas 2:1 (sudah dikutip sebelumnya) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus, jadi antara tahun 27 Sebelum Masehi - 14 Sesudah Masehi.** Sedangkan Matius 2:1 (juga telah dikutip) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung: tahun 37 Sebelum Masehi - 4 sesudah Masehi. Ternyata antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius, tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ilmuwan-ilmuwan mereka ada yang menyatakan Yesus lahir tahun 8 Sebelum Masehi, tahun 6 Sebelum Masehi, tahun 4 sesudah masehi. Antara lain kita kutip buku tulisan rev. Dr. Charles Franciss Petter, MA., B.D., S.T.M. yang berjudul The Lost Years of Jesus Revealed hal 119 sebagai berikut: In the nineteehnt century, when it became evident and was finally admitted that Herod died in the year 4 B.C. and it was recalled that, according to story in Matthew's Gospel (2:16), King Herod, in order to eliminate little Jesus as a possible "King of the Jews", had ordered all infants of two years old and under to be killed, the birth-date of Jesus 0bviously had to be moved back to 4 B at least. Today, scholars prefer 5 to 6 B as the date best accomodating the indonsistent and even cont5radictory traditions, legens, and gospels, although some historians push the date back to 8 and 10 b.C. The problem of the correct dating of Jesus' birth, life, and death has now been raised again (due to several statemensin these Essence Scrolls) along with the related question on the deity. (Pada abad ke-19 setelah terbukti dan akhirnya diajui bahwa Herodes telah mati 4 tahun sebelum masehi dan setelah ditetapkan, bahwa menurut cerita Matius (2:16) raja Herodes memerintahkan pembunuhan kanak-kanak umur/dibawah umur dua tahun untuk membinasakan Yesus yang masih bayi yang katanya bakal jadi raja orang-orang Yahudi, maka jelaslah tanggal lahir Yesus harus digeser ke belakang, paling sedikit 4 tahun sebelum masehi. Masa kini para sarjana lebih condong menggeserkan tanggal lahirnya Yesus itu 5 sampai 6 tahun ke belakang tahun Masehi. Kesulitan menentukan tanggal kelahiran Yesus, kehidupannya dan kematiannya terpaksa ditimbulkan kembali karena adanya keterangan-keterangan yang banyak terdapat dalam gulungan-gulungan Essene (yang terdapat di gua Qamran) malah soal-soal yang berhubungan dengan ketuhanannya juga harus dibangkitkan kembali). Jadi sampai hari inipun tidak ada kejelasan tahun berapa Yesus dilahirkan.
Asal usul Perayaan Natal 25 Desember Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya. Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen Katolik pada abad ke 4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana kita ketahui bahwa abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium romawi yang paganis politheisme. Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katholik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya pagannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun = matahari; day = hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember. Maka supaya agama Katholik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan = Yesus). Maka pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Juga diputuskan: Pertama, hari Minggu (Sunday = hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada Sabtu. Kedua, lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Ketiga, membuat patung-patung Yesus, untuk menggantikan patung Dewa Matahari. Sesudah Kaisar Konstantin memeluk agama Katolik pada abad ke-4 Masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katholik. Inilah prestasi gemilang hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama paganisme politheisme nenek moyang. Demikian asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia sampai sekarang. Darimana kepercayaan paganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember? Mari kita telusuri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan paganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuni di dalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud). H.W. Armstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worldwide Church of God, California USA, 1994, menjelaskan: Namrud cucu Ham. Anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nirod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kota "Marad" yang artinya: "Dia membangkang atau Murtad" antara lain dengan keberaniannya mengawini ibu kandungnya sendiri bernama "Semiramis". Namun usia Namrud tidak sepanjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati Semiramis menyebarkan ajaran, bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon "Evergreen" yang tumbuh dari sebatang kayu mati. Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal-usul pohon Natal. Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai "Ratu Langit" oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai "anak suci dari surga". Putaran jaman menyatakan bahwa penyembah berhala versi Babilonia ini berubah menjadi "Mesiah palsu", berupa dewa "Ba-al" anak dewa matahari dengan obyek penyembahan "Ibu dan Anak" (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di Mesir berupa "Isis dan Osiris", di Asia bernama "Cybele dan Deoius", di Roma disebut "Fortuna dan Yupiter". Bahkan di Yunani, "Kwan Im" di Cina, Jepang, dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa, dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa "Madonna" dan lain-lain. Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercaya sebagai Juru Selamat (Penebus Dosa). 1. Dewa Mithras (Mitra) di Iran, yang juga diyakini dilahirkan dalam sebuah gua dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat, karena ia pun mengalami kematian, dan dikuburkan, tapi bangkit kembali. Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang pengagum sekaligus penganut kepercayaan ini. 2. Apollo, yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet. 3. Hercules yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi. 4. Ba-al yang disembah orang-orang Israel adalah dewa penduduk asli tanah Kana?an yang terkenal juga sebagai dewa kesuburan. 5. Dewa Ra, sembahan orang-orang Mesir Kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi dan diperingati secara besar-besar dan dijadikan sebagai pesta rakyat. Demikian juga Serapsis, Attis, Isis, Horus,Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zrates (Bangsa Persia) dan Fo Hi (Bangsa Cina). Demikian pula pahlawan-pahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Solulus, Aristonicus, Tibarius, Grocesus, Yupiter, Minersa, Easter. Jadi, konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember, disalib/dibunuh kemudian dibangkitkan, sudah ada sejak zaman purba. Konsep/dogma agama bahwa yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi, dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi karena mereka telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah kebohongan yang sengaja dibuatnya. Kata Paulus kepada jemaat di Roma. Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliannya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ? (Roma 3:7). Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu. Yesus telah mensinyalir lewat pesannya: Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang?. (Matius 24:4-5). Pandangan Bibel Tentang Upacara Natal Untuk mengetahi pandangan Bibel tentang perayaan Natal yang diwarisi dari tradisi paganisme, baiklah kita telaah Yeremia 10:2-4: "Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang." Demikianlah pandangan Bibel tentang upacara Natal, yaitu melarang orang Kristen mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala. Selanjutnya mari kita simak penjelasan dalam Yeremia 10:5: "Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara, orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun dia tidak dapat." Sumber-sumber Kristen yang Menolak Natal 1. Catholic Encyclopedia, edisi 1911 tentang Chrismas: "Natal bukanlah upacara gereja yang pertama ... melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus." Dalam buku yang sama, tentang "Natal Day" dinyatakan sebagai berikut: "Di dalam kitab suci tidak ada seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir'aun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini." 2. Encyclopedia Britanica, edisi 1946 menyatakan: "Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambi oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.' 3. Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944, menyatakan: "Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut". (Perjamuan Suci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus) ... Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari". Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus." Keterangan: ** Jika kita menerima keterangan Injil Lukas, maka Yesus dilahirkan pada tahun 2 Sebelum Masehi. Hal ini didasarkan pada keterangan Injil Lukas yang menempatkan pembaptisan Yesus pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Roma Tiberius, dan saat Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea (Lukas 3:1), dan bahwa Kaisar Tiberius menggantikan Kaisar Agustus pada tahun 14 Masehi,* maka Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis pada tahun 29 Masehi, yakni ketika Yesus berumur kira-kira 30 tahun (Lukas 3:23). Ini berarti, Yesus dilahirkan pada tahun 2 Sebelum Masehi.

Rujukan: * A) Josephus F (1998) B) Asimov I (1969) C) Braid W (1971) D) Duncan GB (1971) E) Leon-Dufour X (1983) F) Jerald F. Dirks (2001).

*) Drs. H. M. Ali Ghufron R.
Staf Pengajar di YP.Almaarif Singosari (SMAI & MA ) Singosari, YAPISH (SMA Shalahuddin) Malang, SMK TI,(PP. Al Ishlahiyyah) Singosari. Muballigh dan Mantan Ketua IPNU (1979-1983) , Mantan Ketua GP. Ansor Ancab. Singosari (1993-1998), Wakil Ketua GP. Ansor Kab. Malang (1995 – 1999), berkhidmat di Bagian (MWC NU) Singosari.dan Anggota LDNU Kab. Malang.

Wawasan Zakat

ZAKAT MANIFESTASI MARHAMAH DAN MAHABBAH
( KEPEDULIAN SOSIAL )

OLEH : Ust. Drs. H.M. ALI GHUFRON RISYAM *)


Detik-detik Ramadhan terakhir berarti akan segera akan meninggalkan kita, mentari Idul Fitri segera bersinar di hadapan kita, namun suatu hal harus diingat justru penghuni langit sama menangis merasa susah dan prihatin, karena ummat Muhammad SAW. sedang ditimpa musibah besar, yakni ditinggalkan bulan penuh ampunan, bulan penuh berkah, ditermanya taubat dan doa hamba kepada Sang Pencipta, yakni bulan Ramadhan. Sehingga seandainya ummat Muhammad Saw. mengerti rahasia dan kebaikan apa yang ada pada bulan Ramadhan, tentu akan berharap agar semua bulan, tahun dijadikan bulan Ramadhan seluruhnya. syariah yang tidak boleh kita tinggalkan, yakni menunaikan zakat fitrah, yaitu memberikan bahan makanan berupa beras sebanyak 2,5 kg. atau 2, 6 kg. kita serahkan kepada fakir miskin, atau muzakki (orang yang berzakat) kepada mustahiq (yang berhak menerima zakat), serta asnaf-asnaf yang lain yang menurut Alquran Surat At-Taubah : 20 , yakni “ Mereka yang berhak menerima sedekah itu (ada delapan asnaf ) ;
1) Fukara’ (para fakir), 2) Masakin ( para miskin), 3) Amil (pengelola zakat), 4) Muallaf ( baru masuk agama Islam ), 5) Untuk memerdekakan budak, 6) Ghorim (orang yang sedang menang gung hutang tidak digunakan maksiyat ),7) Fi sabilillah ( pejuang bagi keluhuran kalimah Allah, Islam), 8) Musafir yang kehabisan bekal.
Menurut bahasa, Az-zakah berarti ‘ tumbuh dan bertambah baik ‘. Biasanya dikatakan juga untuk menyatakan ‘tumbuh dalam kebaikan ‘. Demikian halnya dengan hati, hati membutuhkan pemeliharaan sehingga tumbuh, bertambah sehat, dan sempurna, sebagaimana halnya badan yang membutuhkan pemeliharaan melalui pemberian gizi yang menambah kesehatan dan memberikan pertahanan dari segala sesuatu yang merusak. Demikian halnya dengan zakah yang akan menyebabkan seseorang akan berarti bertambah bersih dari dosa, sebagaimana firman Allah berikut ini. Artinya :“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka … “ (Q.S.At- Taubah : 103)
Meninggalkan perbuatan maksiat dapat menjadikan hati bersih, demikian pula dengan meninggal kan sesuatu yang berada di luar akal sehat. Jika badan bersih dari kotoran dan wabah penyakit, ba dan akan tumbuh sempurna, memiliki kekuatan yang alami, serta tubuh akan terasa nyaman, sehat walafiayah. Jika kita bertobat dari dosa, hati akan bersih dari dosa yang dapat mengeruhkan situasi hati akibat bercampurnya amalan sholeh dengan keburukan dan kemaksiyatan. Jika manusia bertau
bat dari dosa, bertambahlah kekuatan dan keinginan hati untuk berbuat baik, dan hati akan beristi rahat dari kejadian-kejadian, perbutan-perbuatan yang merusak dan biasa dilakukannya. Kebeningan dan kebersihan hati akan tampak jika bertambah mekar dan sempurna, sebagaimana firman Allah swt. Artinya :“ Katakanlah kepada orang-orang laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa-apa yang mereka perbuat.’ ” (Q.S.An-Nur: 30) dan firman Allah di surat lain Artinya : “ Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia sembahyang.” (Q.S. Al-A’la : 14 -15)
Sungguh beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwanya sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat ‘Abasa ayat 3, Artinya : “ Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya dari dosa,” dan sungguh merugilah orang-orang yang mengotorinya. Allah Swt. berfirman,
Artinya :“ ... Katakanlah (kepada Fir’aun),’ Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)? Dan, kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu supaya kamu takut kepada Nya.’ “ (Q.S. An-Naazi’at : 18 - 19)
Jadi, at-tazkiah yang asalnya “pertumbuhan”, “berkah”, atau “bertambahnya kebaikan” dapat dica pai dengan “membuang keburukan”. Yang dimaksud dengnan kata ”zakat” disini adalah tauhid dan keimanan yang dapat membersihkan hati, meliputi makna menafikkan tuhan-tuhan lain selain Allah swt dan ajaran-ajaran yang bertolak belakang dengan fitrah hati, serta mengukuhkan Tuhan yang satu, yaitu Allah swt. itulah hakikat kalimat Laa ilaha Illallah yang merupakan dasar makna kebersihan hati dari bentu-bentuk kesyirikan. Dengan demikian, at-tazki berarti ‘menjadikan sesuatu bersih,’ baik itu dari segi lahiriah serta kebersihan itikad dan berita-berita yang diterima, sebagai mana dikatakan “kamu berbuat adil padanya”, jika kita berbuat adil kepadanya sesuai dengan dasar keyakinannya Allah SWT berfirman,” Dan janganlah engkau menganggap bersih diri kalian.” Maksud ayat tersebut adalah engkau memberitakan dirimu bahwa engkaulah orang-orang yang bersih dengan kesucian jiwa’. Ayat tersebut tidak bertentangan dengan firman Allah ,” Sungguh beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwanya.” Allah berfirman ,” ... Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang bertaqwa.” (Q.S. An-Najm: 32). Kaitannya dengan hal itu, Zaenab dahulunya bernama “Barrah” karena menurut riwayat Zaenab pernah menyucikan dirinya sehingga Rasulullah saw. menamainya dengan Zaenab, artinya orang yang suci.
Menunaikan Zakat fitrah diwajibkan kepada setiap orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan yang pada saat malam Idul Fitri berkemampuan, dewasa atau anak-anak, merdeka atau budak, juragan dan pembantu rumah tangga. Dengan demikian dapatlah dikatakan sedikit sekali jumlah nya orang-orang yang bebas dari kewajiban menunaikan zakat fitrah itu, sebab bagaimanapun kemiskinan seseorang, pada umumnya masih ada persediaan makanan di rumahnya untuk keperluan malam dan satu hari Id itu, kewajiban zakat fitrah masih tetap menjadi beban, tidak mungkin ditunaikan, sebab tidak ada sistem ganti waktu lain (qadha) atau tidak bisa dibayar kemudian pada waktu yang lain. Dia harus mempertanggungjawabkannya kelak di muka Mahka mah Illahy. Rasulullah SAW. bersabda : Artinya : “ Puasa bulan Ramadhan menggantung antara langit dan bumi, dan tidak akan dilangsungkan ke hadirat Allah SWT. kecuali mengeluarkan zakat fitrah”. (Al Hadits) Dari Hadits di atas, maka zakat fitrah adalah menjadi pengorbit ibadah puasa Ramadhan kita. Memang boleh mengeluarkan zakat fitrah sejak awal Ramadhan. Tetapi waktu yang wajib untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah sejak terbenamnya matahari pada akhir Ramadhan. Dalam pelaksanaannya boleh diserahkan secara langsung kepada mustahiq (yang berhak menerima zakat), atau melalui Amil, atau Panitia-panitia yang ada di lingkungan kita masing-masing, yang nanti akan disalurkan secara benar dan bertanggung jawab. Macam zakat selain zakat fitrah, adalah zakat maal selain jumlah uang yang mencapai khoul, yakni setiap tahunnya setiap seribu rupiah ada zakatnya Rp. 25,- (dua puluh lima rupiah) 2,5 % . jika 1 juta berati zakatnya 2,5 % , adalah sebesar Rp. 25000, - (dua puluh lima ribu rupiah), begitu seterusnya. Hikmah zakat fitrah itu dapat dilihat dari dua segi. Pertama, dari segi perorangan (individu), kedua, dari segi kemasyarakatan. Dari sudut perorangan, zakat fitrah itu bersangkut paut secara langsung dengan orang-orang yang melaksanakan orang yang melaksanakan ibadah puasa. Zakat fitrah tersebut ada hubungannya dengan soal kemenangan, baik dilihat dari sudut pribadi maupun dari segi kemasyarakatan (ijtima’iyah). Zakat fitrah itu boleh dikatakan sebagi “kunci penutup” dari kemampuan dan kemenangan seorang mukmin dalam mengendalikan hawa nafsunya, yang sebulan berlatih selalu bersikap sabar, disiplin, jujur, loyal dan sifat-sifat lain yang positif. Dengan kemenangan itu, mukmin yang bersangkutan menjadi seorang yang taqwa atau menjadi Muttaqin. Dipandang dari segi kemasyarakatan, pelaksanaan zakat fitrah itu adalah satu kemenangan dari realisasi pola ajaran marhamah (kasih sayang) dan mahabbah (mencintai) yang menjadi salah satu pokok doktrin Islam, dengan jalan menyantuni fakir miskin, kaum yang lemah dan dhu’afa’, golongan “the have not”, anjal, yatim, yatim piatu, janda-janda tua, gelandangan dan sebagainya. Jika diintensifkan dan diurus oleh suatu badan tertentu, bukan diurus oleh perseorangan serta dikuatkan dengan undang-undang zakat, maka sangat ideal sekali penyalurannya.

*) Ust. Drs. H. M. Ali Ghufron Risyam : Muballigh, Penulis, Pengamat Budaya Islami, Staf Pengajar di YAPISH Malang SMA Shalahuddin Malang dan Y.P. Almaarif Singosari SMAI dan MA serta Yayasan Pondok Pesantren Al Ishlah, SMK TI Singosari Malang.

VALENTINE'S DAY


HARI KASIH SAYANG
oleh Pak Ali Ghufron *)

Sekitar tahun delapan puluh sembilan puluhan, pada setiap bulan Februari di kalangan Executif muda metropolitan (Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dsb. ) saling menelpon, membuat janji dengan teman, relasi, kenalan, pada setiap tanggal 14 Februari untuk merayakan kata mereka menyebut “Hari Kasih Sayang”, menirukan artis barat yang mereka kagumi, melalui Televisi Chennel parabola. Dengan cara merayakannya dengan beristirahat di areal kawasan tempat rekreasi, peristirahat an, villa, bungalow, wisma di tempat-tempat hiburan. Cara yang mereka lakukan pada puncak acara adalah saling tukar-menukar “ kunci ” pintu kamar sekaligus isi kamar, hingga pagi hari. Kemudian tiru meniru antar Prodocen terhadap konsumen di Pusat Pertokoan ( Plaza, Mall, restauran, depot, Interten, Night club, Stasiun Televisi dsb. ) dengan memasang simbol dan hiasan menjual cindera mata yang identik dengan Valentine’s Day ; Warna Ungu/ pink, Heart/ hati, merpati sejoli, monyet berpelukan, Tommy -Jerry bergan dengan tangan dengan Timma-Jerra, dsb.
Pernah ada seorang cewek berpenampilan gaul, tinggi semampai, wajah lumayan minta ijin kepada seorang guru sekolah Muslim, menyampaikan maksudnya di suatu Sekolah Islam walau tempatnya di jantung kota, begini kejadiannya, ada seorang tamu Cewek di sekolah tsb.
Cewek berpenampilan gaul: “ Apakah boleh saya menawarkan dagangan cindera mata/ hadiah kepada siswa-siswa bapak berupa pernak-pernik untuk memeriahkan Valentine’s Day ?”,
Jawab Pak Guru di sekolah tersebut : ” Maaf mbak ya ini sekolah Muslim !”
Balik bertanya si cewek gaul tadi :” Lho ini untuk remaja, Pak, bukan untuk Bapak !, sambil menunjukkan yang dipegang (pernak-pernik Valentine’s Day )
Jawab Pak Guru : “ Valentine’s Day, itu bukan perayaannya siswa-siswa Muslim !” cewek berpenampilan gaul :” kalau begitu saya ingin tahu, apa dan mengapa sih (Ada apa Dengan …. ) kok saya ditolak?”
Pak Guru menjawab : “ e…Karena :

1. Asal muasal Valentine’s Day mengambil istilah nama dari seorang Pastor (Pemuka agama Katolik) yang bernama SANTO VALENTINO, yang hidup pada abad ke-3 Masehi di Roma. Pastor Valentino pada masa hidupnya sangat mencintai semua orang tanpa kecuali, dia menjadi tumpuan keluh kesah, menyampaikan curahan hati (curhat), baik remaja laki-laki lebih-lebih perempuan. Kebaikan, keramahtamahan Pastor Valentino berpengaruh yang luar biasa di kalangan remaja, sehingga di gudang bawah gereja tidak jarang cewek sampai rela menyerahkan kehormatannya, bahkan menurut tulisan pada Majalah remaja puluhan sudah yang telah berkasih sayang dengannya. Dan semakin terkenal kasih sayangnya, sehingga penguasa/ raja menganggap akan dapat mengancam pengaruh kekuasaannya terutama simpati rakyat yang mendam bahkan kasih sayang antar sesama manusia, akhirnya Pastor Valentino harus mati dieksekusi tepat tanggal 14 FEBRUARI 270 Masehi. Kemudian hari kematiannya oleh orang-orang KATOLIK dijadikan sebagai “ Hari Kasih Sayang ” atau VALENTINE’S DAY


2. Valentine’s Day pada dasarnya merupakan pola prilaku budaya Barat yang cenderung hidup bebas tanpa batas dalam pergaulan lawan jenis. Mengapa bisa merembes ke Indonesia yang sudah sekian abad terkenal dengan keIslamannya. Dengan modernisasi segala bidang terutama Informasi, sudah selayaknya jika perkembangan mengimbas kemana-mana dise babkan adanya kontak budaya antar negara, bahkan antar benua. Mula-mula Valentine’s Day dirayakan oleh oleh remaja Nasrani begitu meriah seolah-olah tanpa masalah ( pesta vodca, dansa, pacaran bebas tanpa batas, meluapkan nafsu syahwat tanpa syarat syareat ), memang cinta kasih merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia, anugrah Yang Maha Kuasa yang dalam penyalurannya dibatasi oleh Agama dan Adat istiadat, terutama agama “ Agama untuk mengatur manusia, bukan manusia mengatur agama”. Maka jika meniru seca ra serta merta budaya Barat tanpa “ filter “ Agama (aturan dari Allah untuk hamba-Nya) dan Adat istiadat Timur (Indonesia ) yang sarat dengan unggah ungguh, tata krama, sopan santun, maka cinta yang suci yang diawali Nabi Adam mencintai Sayidatina Hawa’ melalui proses pernikahan terlebih dahulu dengan Aqad Nikah, ada Ijab Qobul, mahar/ maskawin, telas sah, barulah mamadu kasih. Namun cinta yang suci itu bisa menjadi cinta erotic dimana dua sejoli remaja timbul hasrat untuk saling menikmati indahnya cinta kasih, mereka lepas kontrol Agama dan Adat istiadat Timur, akhirnya terjerumus dalam jebakan lingkaran syetan, yang termasuk dosa besar.

3. Valentine’s Day, bukan perayaan umat Islam, tetapi memperingati khaul (selamatan) Pastor, umat Islam tidak dapat dihitung dengan jari kalau urusan acara ritual keagamaan. Seperti : Ramadhan sebulan penuh, Idul Fitri tujuh hari masih ramai, Dzul hijjah ada hari raya Besar, Muharram Tahun Baru Umat Islam (peringatan hijrahnya Nabi Muhammad SAW.), Maulid Nabi di bulan Rabiul Awwal, Rajab ada peringatan Isra’ Mi’roj, ada yang namanya Manaqiban; membacakan sejarahnya Sulthonul Auliya’ Syeh Abdul Qodir Aj-Jaillani, itu belum acara-acara lain : Tasyakkur ini dan Tasyakkur itu yang tidak ada hitungannya.

4. Valentine’s Day, adalah khaul atau semacam Manaqiban “ Kasih sayang”. Dalam Islam : selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri sangat penuh dengan “ Super Kasih Sayang”, tidak hanya sehari, dalam arti mengasihi orang-orang yang lemah (kaum Dhuafa’). Bukan hari saling mengumbar nafsu syahwat. Nafsu syahwat adalah anugrah Allah SWT. boleh disalur kan melalui Aqad Nikah terlebih dahulu dengan ada calon mempelai, orang tua (ayah kandung) wanita, dua orang saksi, Ijab qobul, dan mahar, selain itu menjerumuskan seseorang mengakibatkan penyesalan yang tiada hentinya sampai akhir hayat dan bahkan ada sanksinya di hadapan Mahkamah Tuhan kelak di alam setelah alam dunia ini.

Jawab cewek berpenampilan gaul : “ Oh…..saya baru tahu sekarang ini pak kalau perayaan Valentine’s Day itu juga bukan milik saya, karena saya dan orang tua saya Muslim, muslimah”.

PEMPERTIMBANGKAN DAHULU SEBELUM IKUT ARUS BUDAYA YANG DAHSYAT, SEDAHSYAT TSUNAMI, BAHKAN LEBIH DARI ITU !
Insya Allah akan Selamat !

*) Drs. H. M. Ali Ghufron R.
Staf Pengajar di YP.Almaarif Singosari (SMAI & MA ) Singosari, YAPISH (SMA Shalahuddin) Malang, SMK TI,(PP. Al Ishlahiyyah) Singosari. Muballigh dan Mantan Ketua IPNU (1979-1983) , Mantan Ketua GP. Ansor Ancab. Singosari (1993-1998), Wakil Ketua GP. Ansor Kab. Malang (1995 – 1999), berkhidmat di Bagian (MWC NU) Singosari.dan Anggota LDNU Kab. Malang.