Daftar Blog Saya

Jumat, 30 Januari 2009

Tentang VALENTINES DAY


NGAJI DI TV
Untuk muda-mudi generasi penerus, tulisan ini akan memaparkan sedikit panjang lebar tentang CINTA, yang ternyata eksploitasi cinta tanpa tuntunan agama akan bermuara kepada pergaulan seks bebas dan merusak tatanan , bahkan eksploitasi cinta akan dapat menggiring pelakunya ke sikap pendewaan cinta yang akhirnya akan dapat menggiring seseorang kepada kesyirikan yang tidak disadarinya.Kali ini akan kita kupas tentang Valentine yang secara kebetulan perkembangannya paralel dengan eksploitasi cinta, seks bebas dan materialisme. Tahun demi tahun hiruk-pikuk valentine makin bertambah instensitasnya, dahulu hanya muda-mudi kota-kota besar seperti Jakarta yang mengenal Valentine dan merayakannya, kini sudah mulai merambah ke muda-mudi desa-desa kecil yang ada di Indonesia ini, Valentine tidak saja dikenal oleh para remaja tetapi juga sudah dikenal dan dirayakan oleh anak-anak SD.
Dari sudut pandang ke-Islam-an, ternyata Valentine adalah sebuah perayaan yang harus dijauhi oleh para muda-mudi dan anak-anak muslim dan muslimah, dan sebaiknya para orang tua memberikan informasi kepada anak-anaknya bahwa Valentine bertentangan dengan nilai-nilai ke-Islam-an, memang bukan merupakan hal yang mudah karena sesungguhnya kita berhadapan dengan arus modernisme yang telah mengglobal dan salah kaprah. Opini tidak ketinggalan zaman dan tidak gaul bila tidak merayakan Valentine adalah salah satu kendalanya, namun dengan cara yang baik dan informasi yang akurat, Insya Allah informasi tersebut akan menjadi nasehat yang akan mudah untuk diikuti dan ditaati.Untuk itu dalam kajian ini, akan dikupas tentang Valentine sedikit panjang lebar agar kita mendapatkan informasi yang komprehensif1 dan akurat sehingga kita dapat mensikapi hiruk-pikuk Valentine yang tahun-demi-tahun harus kita akui memang telah bertambah intensitasnya.Sejarah ValentineValentine adalah nama seseorang pemimpin agama Katolik yang telah dianggap menjadi martir ?Islam : Syuhada- oleh orang-orang Kristen (katolik) dan Valentine telah diberi gelar sebagai orang suci (Santo) oleh orang-orang Kristen.Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 - 270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para parujurit dan muda-mudi, lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh raja Claudius, sang rajapun marah dan memutuskan untuk memberikan sangsi kepada Valentine dan santo Marius yaitu berupa hukuman mati.Sebelum dihukum mati, Santo Valentine dan Santo Marius dipenjarakan dahulu, dalam penjara Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara, kemudian gadis ini setia menjenguk valentine hingga menjelang kematian Valentine. Sebelum Valentine dihukum mati, Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis kenalannya, yang isinya :

' From Your Valentine '

Setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, orang-orang selalu mengingat kedua santo tersebut dan merayakannya sebagai bentuk ekspresi cinta kasih Valentine, dua-ratus tahun kemudian yaitu tahun 496 Masehi setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius meresmikan tanggal 14 Pebruari 496 sebagai hari Velentine. Itulah sejarah hari Valentine yang ternyata untuk mengenang dan memperingati dua orang suci Kristen Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang.Ada versi lain tentang sejarah Valentine, yaitu pada masa Romawi Kuno, tanggal 14 Pebruari merupakan hari raya untuk memperingati dewi Juno, dewi Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Romawi kuno juga meyakini bahwa dewi Juno adalah dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan ?dewi cinta.Pada tanggal 14 Pebruari orang-orang Romawi kuno mengadakan perayaan untuk memperingati Dewi Juno dengan cara memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Nama-nama remaja perempuan ditulis pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu para laki-laki mengambil satu kertas sebagai, setiap laki-laki akan mendapatkan pasangan sesuai nama yang didapat dalam undian tersebut, bila kemudian mereka ada kecocokan maka mereka akan melangsungkan pernikahan dihari-hari berikutnya.Valentine dan BaratPada abad ke 16 Masehi, perayaan Valentine yang semula merupakan ritual milik agama Kristen Katolik telah berangsur-angsur bergeser, yang semula untuk memperingati kematian santo Valentine dan Marius telah bergeser menjadi hari ?Jamuan Kasih Sayang? yang disebut sebagai ?Supercalis? seperti yang dirayakan oleh bangsa Romawi Kuno pada tiap tanggal 15 Pebruari.Sedangkan pada abad pertengahan di dalam bahasa Perancis-Normandia terdapat kata ?Galentine? yang berasal dari kata Galant yang berarti cinta, persamaan bunyi antara Galentine dan Valentine disinyalir telah memberikan ide kepada orang-orang Eropa bahwa sebaiknya pada tanggal 14 Pebruari digunakan untuk mencari pasangan. Dan kini Valentine telah tersinkretisasi dengan peradaban Barat.Valentine telah menjadi bentuk pesta hura-hura, simbol modernitas, sekedar simbol cinta, dan sudah mulai bernuansa pergaulan bebas dan seks bebas.Banyak para muda-mudi yang mengadakan pesta Valentine hanya karena ikut-ikutan supaya tidak dibilang ketinggalan zaman atau tidak gaul, orang yang ikut-ikutan pesta valentine seakanakan telah menyandang predikat sebagai orang yang modern dan maju, padahal dia tidak tahu apa-apa tentang sejarah Valentine dan Valentine itu sendiri, padahal Valentine sendiri bukanlah hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi.Tentu saja Barat adalah yang paling diuntungkan dengan hiruk-pikuk pesta Valentine, karena di dalam pesta valentine orang didukung untuk hura-hura, mencari cinta sesaat dan instan, seks bebas, galmour yang semuanya itu mengarah ke peradaban Barat.Ketika Al-Islah mengadakan survey via telepon terhadap beberapa masyarakat kota, ada seorang koresponden yang pernah berada di luar negeri memberikan pandangannya bahwa Valentine telah menjadi media Barat untuk memasarkan produknya, merebaknya Valentine di kalangan muda-mudi, menjadikan mereka ramah dan permisif terhadap produk-produk Barat, antara lain fashion, kafe, hotel, film, seks pranikah, dan lain sebagainya.Namun kalau kita mau jeli dan teliti, Valentine memang bisa menjadikan seseorang merasa tidak ketinggalan zaman, gaul, fashionable dan segudang simbol peradaban Barat lainnya, salah satu faktor besarnya daya jual produk-produk Barat adalah terbangunnya opini tersebut dikalangan muda-mudi, contoh, orang ingin mengganti Hp-nya dengan HP baru hanya dengan satu alasan saja yaitu ?model baru lebih trendy atau fashionable yang lama telah ketinggalan jaman dan memalukan? , opini semacam itulah yang ingin dibangun barat melaui acara-acara Valentine. Survey MembuktikanDari wawancara dengan beberapa koresponden yang ada diwilayah pinggiran kota via telepone ketika diajukan pertanyaan apakah Valentine itu ? didapatkan hasil rata-rata para koresponden dari kalangan remaja memberikan jawaban bahwa Valentine adalah hari kasih sayang walaupun sebagian besar dari mereka tidak mengetahui sejarah Valentine. Dan ketika mereka ditanya apakah ingin merayakan Valentine?, sebagian besar menjawab ya dan ingin merayakan bersama sang kekasih, sebagian yang lainnya menjawab tidak perlu dengan alasan kasih sayang itu bukan hanya satu hari itu saja tetapi sepanjang tahun, dan ada juga yang memberikan alasan karena Valentine adalah budaya Barat yang memiliki efek negatif dan merusak. Yang cukup mengejutkan ada seorang anak SD yang tahu tentang hari Valentine dan ingin merayakan dengan memberi hadiah kepada teman spesial.Dan dari wawancara dengan korespeonden yang sudah berumah tangga dengan kisaran umur antara 30 tahun hingga 50 tahun memberikan hasil bahwa ketika mereka dalam usia remaja mereka sebagian besar tidak tahu tentang Valentine walaupun pernah mendengar kata Valentine, sebagian kecil mengatakan ketika masih remaja mereka telah tahu tentang Valentine tetapi tidak pernah merayakannya. Dan ketika diberi pertanyaan lanjutan apakah akan memberikan izin kepada anaknya untuk merayakan Valentine, sebagian besar menjawab tidak masalah asal tidak kebablasan, dan sebagian yang lain mengizinkan tetapi dengan memberikan pengarahan dan sebagian yang lainnya lagi akan melarang karena mengetahui bahwa Valentine adalah budaya Barat dan bertentangan dengan agama Islam. Dari wawancara tersebut dapat diperoleh gambaran tentang opini dan sikap masyarakat mengenai Valentine ?walaupun kurang akurat-:Pertama, kalangan muda-mudi hampir 100% telah mengenal Valentine padahal para orang-tua mereka hampir 100% tidak mengenal Valentine pada masa remajanya berarti Valentine telah berkembang pesat dalam satu generasi.Kedua, hanya sebagian kecil remaja yang menentang Valentine dan hampir 100% yang tidak mengetahui tentang sejarah Valentine.Dan sekarang mari kita tinjau pandangan Islam tentang Valentine dan bagaimana semestinya umat Islam harus bersikap.

PANDANGAN ISLAM TENTANG VALENTINE
Dari uraian sejarah Valentine dan hubungannya dengan peradaban Barat saat ini dapat diringkas bahwa Valentine merupakan :

1. Ritual yang bersumber dari Kristen yang dikukuhkan oleh Paus Galasius untuk mengenang orang suci Kristen yaitu Santo Valentine dan Santo Marius.
2. Ritual orang-orang Romawi kuno yang pagan (penyembah berhala) untuk memperingati dewi Juno yaitu ratu dari segala dewa-dewi bagi perempuan dan perkawinan ( dewi cinta).
3. Ritual bangsa Eropa pada abad pertengahan untuk mencari jodoh.
4. Media Barat untuk mengkokohkan cengkraman peradaban Barat.,Dari keempat jatidiri Valentine tersebut, tidak satupun yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam, alasannya :Pertama, Valentine merupakan ritual keagamaan yaitu agama Kristen, sehingga Valentine merupakan ibadah bagi agama Kristen, bukti bahwa Valentine sebagai ritual agama Kristen adalah ritual Valentine tersebut dikukuhkan oleh seorang Paus yaitu Paus Galasius untuk memperingati dua orang yang diberi gelar orang suci oleh orang-orang Kristen. Bagi Muslim mengikuti Valentine tersebut adalah sama dengan mengikuti peribadatan orang Kristen, di samping itu ada bahaya yang lain yaitu sinkretisasi antara agama Islam dan Kristen, Allah I telah memerintahkan kita untuk tidak mencampuradukkan ajaran agama Islam dengan ajaran agama manapun termasuk Kristen :Bagimu agamamu, bagiku agamaku. QS. 109:1-6Kedua, Valentine untuk memperingati/memuja dewi Juno adalah ritual yang dilakukan oleh orang-orang romawi Kuno yang menyembah berhala/dewa, sehingga mengikuti ritual ini dapat bernilai kesyirikan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Romawi Kuno yang menyembah berhala. Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik. HR. Bukhari-MuslimKetiga, Valentine sebagai sarana untuk mencari jodoh oleh orang-orang Eropa, mereka bertahayul bahwa kasih sayang akan mulai bersemi pada tanggal 14 Pebruari, tahayul adalah salah satu bentuk kesyirikan, sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengikutinya.Keempat, Valentine sebagai media barat telah diakui daya rusaknya terhadap tatanan masyarakat timur apalagi Islam, mengiktui Valentine bukan saja sekedar pesta untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga pesta yang mau-tidak-mau harus mengikutkan budaya yang lainnya, pergaulan bebas, fashion, pakaian minim, ciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya, hidup glamour, materialistis, dansa-dansa, mengumbar nafsu dan lain-lain.Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, ia akan termasuk golongan mereka. HR. AhmadTidak dapat dipungkiri lagi, Valentine adalah salah satu pintu masuk untuk menjadi sama dengan mereka.Itulah jatidiri Valentine dan kedudukannya terhadap agama Islam, banyak para muda-mudi yang mengikuti Valentine hanya sekedar ikut-ikutan dan tidak mengetahui apa dan bagaimana Valentine yang sesungguhnya, mereka ikut hanya karena pernah melihat ada yang jualan kartu Valentine atau menerima kartu valentine, atau karena pernah diajak temannya ikut acara Valentine, atau karena pernah melihat propaganda Valentine di majalah-majalah, tv, film dan lain sebagainya, terhadap sikap para muda-mudi yang mengikut saja terhadap apa yang tidak diketahuinya, Allah SWT telah memberikan peringatan :Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. QS. 17:36Padahal para muda-mudi gaul sering berkata untuk memberi kesan/nilai negatif kepada temannya dengan perkataan ?sok tahu lu? ternyata mereka sendiri terhadap Valentine juga sok tahu. Wallahu a?lam.

5 KOMENTAR TERAKHIR

Fath-- tanggal : 2009-01-18
KEnapa Musti Bingung? kembalilah pada Al Qur an dan As Sunnah.Yudas_Eskareot-- tanggal : 18/01/2009ada kisah yang jarang manusia indonesia mendengarnya mengenai nenek moyang kita kaum nabi nuh dikisahkan oleh rosullalloh SAW bahwa awal dimulainya kesyirikan dan serentetan perbuatan manusia diawali dari kaumnya nabi nuh dimana nabi nuh diperintahkan oleh alloh untuk memberi peringatan kepada mereka...awal kesyirikan mereka diawali dari seseorang yang soleh dimana dia merupakan orang paling soleh dan taat beribadah sepeninggal orang soleh ini terjadi semacam tipu muslihat dari setan dan sekutunya awalnya dibuat gambar untuk sekedar mengenangnya kemudian dibuat patung untuk menghormatinya dibangunlah sebuah tempat ibadah didalamnya generasi orang soleh serta kakek mereka telah habis masuklah setan membelokan ibadah dan kiblat mereka kpd patung dan gambar syiriklah mereka sampai diutusnya nabi nuh untuk memberi peringatan kepada mereka itulah awal dimulainya penyembahan berhala dan hal itu direncanakan oleh setan terus menerus dalam waktu yang sangat lama....awalnya menghormati kemudian mengenang kemudian ikut-ikutan lama-lama terjerumus maka kalian terkena tipu daya setan semoga alloh bersama orang-orang yang saling memberi peringatan...yanuar-- tanggal : 13/01/2009
to: dody -- asal : bogorDody say: "saya mau bertanya apakah anda pernah merayakan valentine dengan saudara atau teman anda pada tanggal 14 februari?cukup dijawab dalam hati saja"anda setiap komentar sepertinya lebih nggak berpendidikan dan nggak lebih berbobot daripada saya, jawab: forum ini tentang islah umat beragama dengan dasar kebenaran(fakta), bukan pertanyaan individual. saya analogikan pertanyaan ini dengan pertanyaan :"apakah anda pernah merayakan malam mingguan dengan saudara atau teman anda?". walaupun anda bertanya bukan kepada saya, tapi saya juga ikut ingin menjawabnya, "ya" hanya merayakan tapi tidak memperingatinya. hanya untuk senang2 saja,berkumpul sama teman2 bakar ayam. bukan saling mengasihi sampai masuk ke kamar?. bahkan saya setiap hari merayakan hari kasih sayang dengan istri saya nggak perlu hari valentinan segala. "Innamal akmalu binniyat"dody-- tanggal : 12/01/2009buat :aMrsaya mau bertanya apakah anda pernah merayakan valentine dengan saudara atau teman anda pada tanggal 14 februari?cukup dijawab dalam hati sajayesus bkn tuhan-- tanggal : 24/06/2008

KEBOHONGAN NATAL 25 DESEMBERSEJARAH NATAL

Kata natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingati hari kelahiran Isa Al Masih - yang mereka sebut Tuhan Yesus. Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325 - 354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal). Kelahiran Yesus Menurut Bibel Untuk menyibak tabir Natal pada tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus, marilah kita simak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang kelahiran Yesus sebagaimana dalam Lukas 2:1:8 dan Matius 2:1, 10, 11 (Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus). Lukas 2:1-8: Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka perxxxh semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dan kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud-supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung. Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya didalam palungan, karena tidak ada tempat yang bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Jadi, menurut Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu sedang melaksanakan sensus penduduk (7 M = 579 Romawi). Yusuf, tunangan Maryam Ibu Yesus berasal dari Betlehem, maka mereka bertugas ke sana, dan lahirlah Yesus Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampin dan membaringkannya dalam palungan (tempat makanan sapi, domba yang terbuat dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput. Menurut Matius 2:1, 10, 11: Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria, ibunya. Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintahkan tahun 37 SM - 4 M (749 Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur. Cukup jelas pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, 11) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya menolak kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengan bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju merupakan hal tidak mustahil. Bagi yang memiliki wawasan luas, hati terbuka dan lapang dalam mencari kebenaran, kitab suci Al Qur'an telah memberikan jawaban tentang kelahiran Yesus (Isa alaihissalam). "Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan". Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu (untuk minum). Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu". (Surat Maryam: 23-25). Jadi menurut Al Qur'an Yesus dilahirkan pada musim panas disaat pohon-pohon kurma berbuah dengan lebatnya. Untuk itu perlu kita cermati pendapat sarjana Kristen Dr. Arthus S. Peak, dalam Commentary on the Bible - seperti dikutip buku Bible dalam Timbangan oleh Soleh A. Nahdi (hal 23) : Yesus lahir dalam bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan: Agustus - September. Sementara itu Uskup Barns dalam Rise of Christianity - seperti juga dikutip oleh Soleh A. Nahdi berpendapat sebagai berikut: There is, moreover, no authority for the belief than December 25 was the actual birthday of Jesus. If we can give any credence to the bith-story of Luke, with the shepherds keeping watch by night in the fields near Bethlehem, the birth of Jesus did not take place in winter, when the night temperature is so law in the hill country of judea that snow is not uncommon. After much argument our christmas day seems to have been accepted about A.D. 3000. (Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Behtlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pengunungan Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 200 Masehi). Pada Tahun Berapa Yesus Lahir? Umat Kristen beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun I, karena penanggalan Masehi yang dirancang oleh Dionysius justru dibuat dan disesuaikan dengan tahun kelahiran Yesus. Namun Injil Lukas 2:1 (sudah dikutip sebelumnya) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus, jadi antara tahun 27 Sebelum Masehi - 14 Sesudah Masehi.** Sedangkan Matius 2:1 (juga telah dikutip) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung: tahun 37 Sebelum Masehi - 4 sesudah Masehi. Ternyata antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius, tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ilmuwan-ilmuwan mereka ada yang menyatakan Yesus lahir tahun 8 Sebelum Masehi, tahun 6 Sebelum Masehi, tahun 4 sesudah masehi. Antara lain kita kutip buku tulisan rev. Dr. Charles Franciss Petter, MA., B.D., S.T.M. yang berjudul The Lost Years of Jesus Revealed hal 119 sebagai berikut: In the nineteehnt century, when it became evident and was finally admitted that Herod died in the year 4 B.C. and it was recalled that, according to story in Matthew's Gospel (2:16), King Herod, in order to eliminate little Jesus as a possible "King of the Jews", had ordered all infants of two years old and under to be killed, the birth-date of Jesus 0bviously had to be moved back to 4 B at least. Today, scholars prefer 5 to 6 B as the date best accomodating the indonsistent and even cont5radictory traditions, legens, and gospels, although some historians push the date back to 8 and 10 b.C. The problem of the correct dating of Jesus' birth, life, and death has now been raised again (due to several statemensin these Essence Scrolls) along with the related question on the deity. (Pada abad ke-19 setelah terbukti dan akhirnya diajui bahwa Herodes telah mati 4 tahun sebelum masehi dan setelah ditetapkan, bahwa menurut cerita Matius (2:16) raja Herodes memerintahkan pembunuhan kanak-kanak umur/dibawah umur dua tahun untuk membinasakan Yesus yang masih bayi yang katanya bakal jadi raja orang-orang Yahudi, maka jelaslah tanggal lahir Yesus harus digeser ke belakang, paling sedikit 4 tahun sebelum masehi. Masa kini para sarjana lebih condong menggeserkan tanggal lahirnya Yesus itu 5 sampai 6 tahun ke belakang tahun Masehi. Kesulitan menentukan tanggal kelahiran Yesus, kehidupannya dan kematiannya terpaksa ditimbulkan kembali karena adanya keterangan-keterangan yang banyak terdapat dalam gulungan-gulungan Essene (yang terdapat di gua Qamran) malah soal-soal yang berhubungan dengan ketuhanannya juga harus dibangkitkan kembali). Jadi sampai hari inipun tidak ada kejelasan tahun berapa Yesus dilahirkan.
Asal usul Perayaan Natal 25 Desember Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya. Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen Katolik pada abad ke 4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana kita ketahui bahwa abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium romawi yang paganis politheisme. Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katholik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya pagannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun = matahari; day = hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember. Maka supaya agama Katholik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan = Yesus). Maka pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Juga diputuskan: Pertama, hari Minggu (Sunday = hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada Sabtu. Kedua, lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Ketiga, membuat patung-patung Yesus, untuk menggantikan patung Dewa Matahari. Sesudah Kaisar Konstantin memeluk agama Katolik pada abad ke-4 Masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katholik. Inilah prestasi gemilang hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama paganisme politheisme nenek moyang. Demikian asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia sampai sekarang. Darimana kepercayaan paganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember? Mari kita telusuri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan paganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuni di dalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud). H.W. Armstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worldwide Church of God, California USA, 1994, menjelaskan: Namrud cucu Ham. Anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nirod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kota "Marad" yang artinya: "Dia membangkang atau Murtad" antara lain dengan keberaniannya mengawini ibu kandungnya sendiri bernama "Semiramis". Namun usia Namrud tidak sepanjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati Semiramis menyebarkan ajaran, bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon "Evergreen" yang tumbuh dari sebatang kayu mati. Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal-usul pohon Natal. Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai "Ratu Langit" oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai "anak suci dari surga". Putaran jaman menyatakan bahwa penyembah berhala versi Babilonia ini berubah menjadi "Mesiah palsu", berupa dewa "Ba-al" anak dewa matahari dengan obyek penyembahan "Ibu dan Anak" (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di Mesir berupa "Isis dan Osiris", di Asia bernama "Cybele dan Deoius", di Roma disebut "Fortuna dan Yupiter". Bahkan di Yunani, "Kwan Im" di Cina, Jepang, dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa, dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa "Madonna" dan lain-lain. Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercaya sebagai Juru Selamat (Penebus Dosa). 1. Dewa Mithras (Mitra) di Iran, yang juga diyakini dilahirkan dalam sebuah gua dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat, karena ia pun mengalami kematian, dan dikuburkan, tapi bangkit kembali. Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang pengagum sekaligus penganut kepercayaan ini. 2. Apollo, yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet. 3. Hercules yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi. 4. Ba-al yang disembah orang-orang Israel adalah dewa penduduk asli tanah Kana?an yang terkenal juga sebagai dewa kesuburan. 5. Dewa Ra, sembahan orang-orang Mesir Kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi dan diperingati secara besar-besar dan dijadikan sebagai pesta rakyat. Demikian juga Serapsis, Attis, Isis, Horus,Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zrates (Bangsa Persia) dan Fo Hi (Bangsa Cina). Demikian pula pahlawan-pahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Solulus, Aristonicus, Tibarius, Grocesus, Yupiter, Minersa, Easter. Jadi, konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember, disalib/dibunuh kemudian dibangkitkan, sudah ada sejak zaman purba. Konsep/dogma agama bahwa yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi, dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi karena mereka telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah kebohongan yang sengaja dibuatnya. Kata Paulus kepada jemaat di Roma. Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliannya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ? (Roma 3:7). Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu. Yesus telah mensinyalir lewat pesannya: Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang?. (Matius 24:4-5). Pandangan Bibel Tentang Upacara Natal Untuk mengetahi pandangan Bibel tentang perayaan Natal yang diwarisi dari tradisi paganisme, baiklah kita telaah Yeremia 10:2-4: "Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang." Demikianlah pandangan Bibel tentang upacara Natal, yaitu melarang orang Kristen mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala. Selanjutnya mari kita simak penjelasan dalam Yeremia 10:5: "Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara, orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun dia tidak dapat." Sumber-sumber Kristen yang Menolak Natal 1. Catholic Encyclopedia, edisi 1911 tentang Chrismas: "Natal bukanlah upacara gereja yang pertama ... melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus." Dalam buku yang sama, tentang "Natal Day" dinyatakan sebagai berikut: "Di dalam kitab suci tidak ada seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir'aun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini." 2. Encyclopedia Britanica, edisi 1946 menyatakan: "Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambi oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.' 3. Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944, menyatakan: "Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut". (Perjamuan Suci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus) ... Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari". Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus." Keterangan: ** Jika kita menerima keterangan Injil Lukas, maka Yesus dilahirkan pada tahun 2 Sebelum Masehi. Hal ini didasarkan pada keterangan Injil Lukas yang menempatkan pembaptisan Yesus pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Roma Tiberius, dan saat Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea (Lukas 3:1), dan bahwa Kaisar Tiberius menggantikan Kaisar Agustus pada tahun 14 Masehi,* maka Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis pada tahun 29 Masehi, yakni ketika Yesus berumur kira-kira 30 tahun (Lukas 3:23). Ini berarti, Yesus dilahirkan pada tahun 2 Sebelum Masehi.

Rujukan: * A) Josephus F (1998) B) Asimov I (1969) C) Braid W (1971) D) Duncan GB (1971) E) Leon-Dufour X (1983) F) Jerald F. Dirks (2001).

*) Drs. H. M. Ali Ghufron R.
Staf Pengajar di YP.Almaarif Singosari (SMAI & MA ) Singosari, YAPISH (SMA Shalahuddin) Malang, SMK TI,(PP. Al Ishlahiyyah) Singosari. Muballigh dan Mantan Ketua IPNU (1979-1983) , Mantan Ketua GP. Ansor Ancab. Singosari (1993-1998), Wakil Ketua GP. Ansor Kab. Malang (1995 – 1999), berkhidmat di Bagian (MWC NU) Singosari.dan Anggota LDNU Kab. Malang.

Wawasan Zakat

ZAKAT MANIFESTASI MARHAMAH DAN MAHABBAH
( KEPEDULIAN SOSIAL )

OLEH : Ust. Drs. H.M. ALI GHUFRON RISYAM *)


Detik-detik Ramadhan terakhir berarti akan segera akan meninggalkan kita, mentari Idul Fitri segera bersinar di hadapan kita, namun suatu hal harus diingat justru penghuni langit sama menangis merasa susah dan prihatin, karena ummat Muhammad SAW. sedang ditimpa musibah besar, yakni ditinggalkan bulan penuh ampunan, bulan penuh berkah, ditermanya taubat dan doa hamba kepada Sang Pencipta, yakni bulan Ramadhan. Sehingga seandainya ummat Muhammad Saw. mengerti rahasia dan kebaikan apa yang ada pada bulan Ramadhan, tentu akan berharap agar semua bulan, tahun dijadikan bulan Ramadhan seluruhnya. syariah yang tidak boleh kita tinggalkan, yakni menunaikan zakat fitrah, yaitu memberikan bahan makanan berupa beras sebanyak 2,5 kg. atau 2, 6 kg. kita serahkan kepada fakir miskin, atau muzakki (orang yang berzakat) kepada mustahiq (yang berhak menerima zakat), serta asnaf-asnaf yang lain yang menurut Alquran Surat At-Taubah : 20 , yakni “ Mereka yang berhak menerima sedekah itu (ada delapan asnaf ) ;
1) Fukara’ (para fakir), 2) Masakin ( para miskin), 3) Amil (pengelola zakat), 4) Muallaf ( baru masuk agama Islam ), 5) Untuk memerdekakan budak, 6) Ghorim (orang yang sedang menang gung hutang tidak digunakan maksiyat ),7) Fi sabilillah ( pejuang bagi keluhuran kalimah Allah, Islam), 8) Musafir yang kehabisan bekal.
Menurut bahasa, Az-zakah berarti ‘ tumbuh dan bertambah baik ‘. Biasanya dikatakan juga untuk menyatakan ‘tumbuh dalam kebaikan ‘. Demikian halnya dengan hati, hati membutuhkan pemeliharaan sehingga tumbuh, bertambah sehat, dan sempurna, sebagaimana halnya badan yang membutuhkan pemeliharaan melalui pemberian gizi yang menambah kesehatan dan memberikan pertahanan dari segala sesuatu yang merusak. Demikian halnya dengan zakah yang akan menyebabkan seseorang akan berarti bertambah bersih dari dosa, sebagaimana firman Allah berikut ini. Artinya :“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka … “ (Q.S.At- Taubah : 103)
Meninggalkan perbuatan maksiat dapat menjadikan hati bersih, demikian pula dengan meninggal kan sesuatu yang berada di luar akal sehat. Jika badan bersih dari kotoran dan wabah penyakit, ba dan akan tumbuh sempurna, memiliki kekuatan yang alami, serta tubuh akan terasa nyaman, sehat walafiayah. Jika kita bertobat dari dosa, hati akan bersih dari dosa yang dapat mengeruhkan situasi hati akibat bercampurnya amalan sholeh dengan keburukan dan kemaksiyatan. Jika manusia bertau
bat dari dosa, bertambahlah kekuatan dan keinginan hati untuk berbuat baik, dan hati akan beristi rahat dari kejadian-kejadian, perbutan-perbuatan yang merusak dan biasa dilakukannya. Kebeningan dan kebersihan hati akan tampak jika bertambah mekar dan sempurna, sebagaimana firman Allah swt. Artinya :“ Katakanlah kepada orang-orang laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa-apa yang mereka perbuat.’ ” (Q.S.An-Nur: 30) dan firman Allah di surat lain Artinya : “ Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia sembahyang.” (Q.S. Al-A’la : 14 -15)
Sungguh beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwanya sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat ‘Abasa ayat 3, Artinya : “ Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya dari dosa,” dan sungguh merugilah orang-orang yang mengotorinya. Allah Swt. berfirman,
Artinya :“ ... Katakanlah (kepada Fir’aun),’ Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)? Dan, kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu supaya kamu takut kepada Nya.’ “ (Q.S. An-Naazi’at : 18 - 19)
Jadi, at-tazkiah yang asalnya “pertumbuhan”, “berkah”, atau “bertambahnya kebaikan” dapat dica pai dengan “membuang keburukan”. Yang dimaksud dengnan kata ”zakat” disini adalah tauhid dan keimanan yang dapat membersihkan hati, meliputi makna menafikkan tuhan-tuhan lain selain Allah swt dan ajaran-ajaran yang bertolak belakang dengan fitrah hati, serta mengukuhkan Tuhan yang satu, yaitu Allah swt. itulah hakikat kalimat Laa ilaha Illallah yang merupakan dasar makna kebersihan hati dari bentu-bentuk kesyirikan. Dengan demikian, at-tazki berarti ‘menjadikan sesuatu bersih,’ baik itu dari segi lahiriah serta kebersihan itikad dan berita-berita yang diterima, sebagai mana dikatakan “kamu berbuat adil padanya”, jika kita berbuat adil kepadanya sesuai dengan dasar keyakinannya Allah SWT berfirman,” Dan janganlah engkau menganggap bersih diri kalian.” Maksud ayat tersebut adalah engkau memberitakan dirimu bahwa engkaulah orang-orang yang bersih dengan kesucian jiwa’. Ayat tersebut tidak bertentangan dengan firman Allah ,” Sungguh beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwanya.” Allah berfirman ,” ... Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang bertaqwa.” (Q.S. An-Najm: 32). Kaitannya dengan hal itu, Zaenab dahulunya bernama “Barrah” karena menurut riwayat Zaenab pernah menyucikan dirinya sehingga Rasulullah saw. menamainya dengan Zaenab, artinya orang yang suci.
Menunaikan Zakat fitrah diwajibkan kepada setiap orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan yang pada saat malam Idul Fitri berkemampuan, dewasa atau anak-anak, merdeka atau budak, juragan dan pembantu rumah tangga. Dengan demikian dapatlah dikatakan sedikit sekali jumlah nya orang-orang yang bebas dari kewajiban menunaikan zakat fitrah itu, sebab bagaimanapun kemiskinan seseorang, pada umumnya masih ada persediaan makanan di rumahnya untuk keperluan malam dan satu hari Id itu, kewajiban zakat fitrah masih tetap menjadi beban, tidak mungkin ditunaikan, sebab tidak ada sistem ganti waktu lain (qadha) atau tidak bisa dibayar kemudian pada waktu yang lain. Dia harus mempertanggungjawabkannya kelak di muka Mahka mah Illahy. Rasulullah SAW. bersabda : Artinya : “ Puasa bulan Ramadhan menggantung antara langit dan bumi, dan tidak akan dilangsungkan ke hadirat Allah SWT. kecuali mengeluarkan zakat fitrah”. (Al Hadits) Dari Hadits di atas, maka zakat fitrah adalah menjadi pengorbit ibadah puasa Ramadhan kita. Memang boleh mengeluarkan zakat fitrah sejak awal Ramadhan. Tetapi waktu yang wajib untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah sejak terbenamnya matahari pada akhir Ramadhan. Dalam pelaksanaannya boleh diserahkan secara langsung kepada mustahiq (yang berhak menerima zakat), atau melalui Amil, atau Panitia-panitia yang ada di lingkungan kita masing-masing, yang nanti akan disalurkan secara benar dan bertanggung jawab. Macam zakat selain zakat fitrah, adalah zakat maal selain jumlah uang yang mencapai khoul, yakni setiap tahunnya setiap seribu rupiah ada zakatnya Rp. 25,- (dua puluh lima rupiah) 2,5 % . jika 1 juta berati zakatnya 2,5 % , adalah sebesar Rp. 25000, - (dua puluh lima ribu rupiah), begitu seterusnya. Hikmah zakat fitrah itu dapat dilihat dari dua segi. Pertama, dari segi perorangan (individu), kedua, dari segi kemasyarakatan. Dari sudut perorangan, zakat fitrah itu bersangkut paut secara langsung dengan orang-orang yang melaksanakan orang yang melaksanakan ibadah puasa. Zakat fitrah tersebut ada hubungannya dengan soal kemenangan, baik dilihat dari sudut pribadi maupun dari segi kemasyarakatan (ijtima’iyah). Zakat fitrah itu boleh dikatakan sebagi “kunci penutup” dari kemampuan dan kemenangan seorang mukmin dalam mengendalikan hawa nafsunya, yang sebulan berlatih selalu bersikap sabar, disiplin, jujur, loyal dan sifat-sifat lain yang positif. Dengan kemenangan itu, mukmin yang bersangkutan menjadi seorang yang taqwa atau menjadi Muttaqin. Dipandang dari segi kemasyarakatan, pelaksanaan zakat fitrah itu adalah satu kemenangan dari realisasi pola ajaran marhamah (kasih sayang) dan mahabbah (mencintai) yang menjadi salah satu pokok doktrin Islam, dengan jalan menyantuni fakir miskin, kaum yang lemah dan dhu’afa’, golongan “the have not”, anjal, yatim, yatim piatu, janda-janda tua, gelandangan dan sebagainya. Jika diintensifkan dan diurus oleh suatu badan tertentu, bukan diurus oleh perseorangan serta dikuatkan dengan undang-undang zakat, maka sangat ideal sekali penyalurannya.

*) Ust. Drs. H. M. Ali Ghufron Risyam : Muballigh, Penulis, Pengamat Budaya Islami, Staf Pengajar di YAPISH Malang SMA Shalahuddin Malang dan Y.P. Almaarif Singosari SMAI dan MA serta Yayasan Pondok Pesantren Al Ishlah, SMK TI Singosari Malang.

VALENTINE'S DAY


HARI KASIH SAYANG
oleh Pak Ali Ghufron *)

Sekitar tahun delapan puluh sembilan puluhan, pada setiap bulan Februari di kalangan Executif muda metropolitan (Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dsb. ) saling menelpon, membuat janji dengan teman, relasi, kenalan, pada setiap tanggal 14 Februari untuk merayakan kata mereka menyebut “Hari Kasih Sayang”, menirukan artis barat yang mereka kagumi, melalui Televisi Chennel parabola. Dengan cara merayakannya dengan beristirahat di areal kawasan tempat rekreasi, peristirahat an, villa, bungalow, wisma di tempat-tempat hiburan. Cara yang mereka lakukan pada puncak acara adalah saling tukar-menukar “ kunci ” pintu kamar sekaligus isi kamar, hingga pagi hari. Kemudian tiru meniru antar Prodocen terhadap konsumen di Pusat Pertokoan ( Plaza, Mall, restauran, depot, Interten, Night club, Stasiun Televisi dsb. ) dengan memasang simbol dan hiasan menjual cindera mata yang identik dengan Valentine’s Day ; Warna Ungu/ pink, Heart/ hati, merpati sejoli, monyet berpelukan, Tommy -Jerry bergan dengan tangan dengan Timma-Jerra, dsb.
Pernah ada seorang cewek berpenampilan gaul, tinggi semampai, wajah lumayan minta ijin kepada seorang guru sekolah Muslim, menyampaikan maksudnya di suatu Sekolah Islam walau tempatnya di jantung kota, begini kejadiannya, ada seorang tamu Cewek di sekolah tsb.
Cewek berpenampilan gaul: “ Apakah boleh saya menawarkan dagangan cindera mata/ hadiah kepada siswa-siswa bapak berupa pernak-pernik untuk memeriahkan Valentine’s Day ?”,
Jawab Pak Guru di sekolah tersebut : ” Maaf mbak ya ini sekolah Muslim !”
Balik bertanya si cewek gaul tadi :” Lho ini untuk remaja, Pak, bukan untuk Bapak !, sambil menunjukkan yang dipegang (pernak-pernik Valentine’s Day )
Jawab Pak Guru : “ Valentine’s Day, itu bukan perayaannya siswa-siswa Muslim !” cewek berpenampilan gaul :” kalau begitu saya ingin tahu, apa dan mengapa sih (Ada apa Dengan …. ) kok saya ditolak?”
Pak Guru menjawab : “ e…Karena :

1. Asal muasal Valentine’s Day mengambil istilah nama dari seorang Pastor (Pemuka agama Katolik) yang bernama SANTO VALENTINO, yang hidup pada abad ke-3 Masehi di Roma. Pastor Valentino pada masa hidupnya sangat mencintai semua orang tanpa kecuali, dia menjadi tumpuan keluh kesah, menyampaikan curahan hati (curhat), baik remaja laki-laki lebih-lebih perempuan. Kebaikan, keramahtamahan Pastor Valentino berpengaruh yang luar biasa di kalangan remaja, sehingga di gudang bawah gereja tidak jarang cewek sampai rela menyerahkan kehormatannya, bahkan menurut tulisan pada Majalah remaja puluhan sudah yang telah berkasih sayang dengannya. Dan semakin terkenal kasih sayangnya, sehingga penguasa/ raja menganggap akan dapat mengancam pengaruh kekuasaannya terutama simpati rakyat yang mendam bahkan kasih sayang antar sesama manusia, akhirnya Pastor Valentino harus mati dieksekusi tepat tanggal 14 FEBRUARI 270 Masehi. Kemudian hari kematiannya oleh orang-orang KATOLIK dijadikan sebagai “ Hari Kasih Sayang ” atau VALENTINE’S DAY


2. Valentine’s Day pada dasarnya merupakan pola prilaku budaya Barat yang cenderung hidup bebas tanpa batas dalam pergaulan lawan jenis. Mengapa bisa merembes ke Indonesia yang sudah sekian abad terkenal dengan keIslamannya. Dengan modernisasi segala bidang terutama Informasi, sudah selayaknya jika perkembangan mengimbas kemana-mana dise babkan adanya kontak budaya antar negara, bahkan antar benua. Mula-mula Valentine’s Day dirayakan oleh oleh remaja Nasrani begitu meriah seolah-olah tanpa masalah ( pesta vodca, dansa, pacaran bebas tanpa batas, meluapkan nafsu syahwat tanpa syarat syareat ), memang cinta kasih merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia, anugrah Yang Maha Kuasa yang dalam penyalurannya dibatasi oleh Agama dan Adat istiadat, terutama agama “ Agama untuk mengatur manusia, bukan manusia mengatur agama”. Maka jika meniru seca ra serta merta budaya Barat tanpa “ filter “ Agama (aturan dari Allah untuk hamba-Nya) dan Adat istiadat Timur (Indonesia ) yang sarat dengan unggah ungguh, tata krama, sopan santun, maka cinta yang suci yang diawali Nabi Adam mencintai Sayidatina Hawa’ melalui proses pernikahan terlebih dahulu dengan Aqad Nikah, ada Ijab Qobul, mahar/ maskawin, telas sah, barulah mamadu kasih. Namun cinta yang suci itu bisa menjadi cinta erotic dimana dua sejoli remaja timbul hasrat untuk saling menikmati indahnya cinta kasih, mereka lepas kontrol Agama dan Adat istiadat Timur, akhirnya terjerumus dalam jebakan lingkaran syetan, yang termasuk dosa besar.

3. Valentine’s Day, bukan perayaan umat Islam, tetapi memperingati khaul (selamatan) Pastor, umat Islam tidak dapat dihitung dengan jari kalau urusan acara ritual keagamaan. Seperti : Ramadhan sebulan penuh, Idul Fitri tujuh hari masih ramai, Dzul hijjah ada hari raya Besar, Muharram Tahun Baru Umat Islam (peringatan hijrahnya Nabi Muhammad SAW.), Maulid Nabi di bulan Rabiul Awwal, Rajab ada peringatan Isra’ Mi’roj, ada yang namanya Manaqiban; membacakan sejarahnya Sulthonul Auliya’ Syeh Abdul Qodir Aj-Jaillani, itu belum acara-acara lain : Tasyakkur ini dan Tasyakkur itu yang tidak ada hitungannya.

4. Valentine’s Day, adalah khaul atau semacam Manaqiban “ Kasih sayang”. Dalam Islam : selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri sangat penuh dengan “ Super Kasih Sayang”, tidak hanya sehari, dalam arti mengasihi orang-orang yang lemah (kaum Dhuafa’). Bukan hari saling mengumbar nafsu syahwat. Nafsu syahwat adalah anugrah Allah SWT. boleh disalur kan melalui Aqad Nikah terlebih dahulu dengan ada calon mempelai, orang tua (ayah kandung) wanita, dua orang saksi, Ijab qobul, dan mahar, selain itu menjerumuskan seseorang mengakibatkan penyesalan yang tiada hentinya sampai akhir hayat dan bahkan ada sanksinya di hadapan Mahkamah Tuhan kelak di alam setelah alam dunia ini.

Jawab cewek berpenampilan gaul : “ Oh…..saya baru tahu sekarang ini pak kalau perayaan Valentine’s Day itu juga bukan milik saya, karena saya dan orang tua saya Muslim, muslimah”.

PEMPERTIMBANGKAN DAHULU SEBELUM IKUT ARUS BUDAYA YANG DAHSYAT, SEDAHSYAT TSUNAMI, BAHKAN LEBIH DARI ITU !
Insya Allah akan Selamat !

*) Drs. H. M. Ali Ghufron R.
Staf Pengajar di YP.Almaarif Singosari (SMAI & MA ) Singosari, YAPISH (SMA Shalahuddin) Malang, SMK TI,(PP. Al Ishlahiyyah) Singosari. Muballigh dan Mantan Ketua IPNU (1979-1983) , Mantan Ketua GP. Ansor Ancab. Singosari (1993-1998), Wakil Ketua GP. Ansor Kab. Malang (1995 – 1999), berkhidmat di Bagian (MWC NU) Singosari.dan Anggota LDNU Kab. Malang.

Jumat, 28 November 2008

Pak Ali Ghufron Menyapa....


IDENTITAS PAK ALI GHUFRON

Aqdun Nikah-Pernikahan di Bungkuk Singosari

Hari Jumat, tanggal, 20 September 1984

Drs. Ali Ghufron
Malang, 22 Juni 1959
(Bin H. M. Imam Sjamsuddin + Hj. Rikati Syarifah)
dengan

Uzlifat Faqih
Malang, 26 September 1962
(Binti H. M. Faqih Thoyyib + Hj. Dzuriyah Thohir)

Putra :

1. MUHAMMAD ABDINAL AKHDA
Malang, 17 Oktober 1985

2. AHMAD AHDANAL HAZMI
Malang, 18 September 1990

3. AHMAD NABIHAL FALIH
Malang, 5 Mei 1993

4. MUHAMMAD AZKA FAYALIQ AL AFWAZ
Malang, 12 Februari 2004

Senin, 17 November 2008

Tentang Ibadah Qurban

HAKEKAT KURBAN

A. Sekarang kita berada pada bulan hajji (Dzulhijjah). Dalam bilan ini ada dua upacara keagamaan besar yang dilaksanakan oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Antara lain ;
1. Ibadah Haji, yang dilaksanakan di negeri Arab Saudi di kota Makkah oleh umat Islam yang berkemampuan ke sana. Mampu disini dalam pengertian
a. Mampu fisik dan mental
b. Mampu pembiayaan, Ongkos Naik Haji/ Biaya Perjalanan Ibadah Haji (ONH/ BPIH), biaya di rumah selama ditinggal ibadah haji.
c. Mampu pengetahuan, terutama tentang agama, khususnya manasik haji

2. Ibadah shalat Idul Adha, yang dilaksanakan di negeri masing-masing yang ada umat Islamnya, Yang pada malam hari Idul Adha Bertakbir, tahhlil dan Tahmid sampai akhir hari Tasyrik.
3. Dilanjutkan menyembelih binatang kurban untuk dibagikan kepada yang berhak menerimanya.

Ketiga macam ibadah tersebut adalah ibadah yang kita warisi teladannya dari Abul Millah (Bapak Syariat/ ajaran) Nabiyullah Ibrahim ‘Alaihissalam yang dilanjutkan oleh Nabi kita Muhammad SAW. hingga hari qiyamat kelak.
Pengertian Kurban ; Kurban berasal dari kata Quruba artinya dekat, qurban diartikan segala yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT., baik berupa binatang sembelihan atau yang lain.
Sedangkan Udhhiyyah atau Dhahiyah atau Adh-ha adalah Udhahi, diartikan binatang yang disembelih pada suatu hari yang disebut hari Adh-ha ( Idul Adhha) dan hari-hari Tasyriq yang disebut dhahiyah.
Umur minimal bagi binatang qurban adalah sebagi berikut :
1. Kambing biasa berumur dua tahun lebih
2. Kambing domba, berumur satu tahun lebih atau sudah berganti gigi (poel= Jw.)
3. Sapi atau kerbau, berumur dua tahun keatas.
4. Onta, berumur lima tahun keatas
Seekor kambing hanya untuk satu orang, Sapi, kerbau dan onta dapat untuk qorban sebanyak tujuh orang.

Ibadah kurban ini, keutamaannya, antara lain ;
1. Sebelum darah binatang kurban menetes sampai ke bumi, Allah telah menerima pahala orang yang berkurban tersebut kepadanya. Alangkah besarnya keutamaan ibadah ini.
2. Kebajikan yang akan diperoleh (berdasarkan Hadits Nabi), Setiap satu helai rambut atau bulu setiap satu ekor kambing atau sapi atau onta, kita tak akan sanggup menghitungnya.
3. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Tirmidzi dari sahabat Abdullah Ibn Abbas bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda yang maksudnya kurang lebih adalah sebagai berikut : “ Tidaklah ada perbuatan anak Adam yang dilakukan pada hari kurban, yaitu tanggal 10 Dzulhujjah yang lebih disukai Allah selain daripada mengalirkan darah kurban. Sebab, binatang-binatang kurban itu kelak di hari kiamat akan didatangkan secara utuh oleh Allah beserta dengan tanduknya, kukunya dan bulunya. Dan sebelum darah kurban menetes di bumi, pahala kurban itu telah diberikan oleh Allah. Maka laksanakanlah kurban untuk membersihkan jiwa kalian. “
4. Pada hadits yang lain diriwayatkan oleh beliau berdua yakni Ibnu Majah dan Tirmidzi, Rasulullah pernah menjelaskan: “ Para shahabat bertanya, Apakah kurban-kurban ini ?, Beliau menjawab, Ini adalah sunnah Bapak kalian Ibrahim, Lantas mereka bertanya lagi; Kita dapat apa dari kurban-kurban itu ?, Jawab beliau; Dengan setiap rambut kita dapat satu kebajikan, Lalu mereka bertanya lagi; Kalau bulunya ?, Beliau kembali menjawab; Dengan setiap bulupun kita dapat satu kebajikan”.
5. Hadits yang diriwatkan oleh Thabrani, Rasulullah bersabda : “ Barang siapa berqurban dengan tulus hati dan melakukan kurbannya itu karena Allah, maka yang demikian itu adalah menjadi dinding peng halang baginya dari neraka”.

B. Di dalam ibadah qurban ini, terdapat beberapa hikmah yang dapat kita jadikan pelajaran. Di antaranya adalah :
1. Sifat-sifat kebinatangan yang sering merendahkan martabat manusia, hendaknya tidak kita perturutkan, karena binatang hanya diberi nafsu dan insting tanpa diberi akal. Manusia sebagi makhluk yang yang telah dimulyakan oleh Allah dengan kelebihan-kelebihan yang tidak diberikan kepada makhluk lain, hendaknya dapat mempertahankan martabatnya sebagi khalifatullah di bumi.

KHUTHBAH IDUL ADHA

KETUNDUKAN KEPADA ALLAH ADALAH SYARAT MUTLAK MENJADI PANUTAN YANG BAIK
(Sebuah Refleksi Dari Kisah Hidup Nabi Ibrahim)

الْحَمْدُ لله الْمَلِكِ الْعَلاَّمِ غَافِرِ الذَّنْبِ وَقاَبِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقاَبِ ذِيْ الطَّوْلِ وَاْلإِنْعاَمِ أَنْزَلَ الْكِتاَبَ فَعَلَّمْ وَشَرَعَ فَأَحْكَمْ أَحْمَدُهُ عَلىَ جَزِيْلِ نِعَمِهِ وَأَشْكُرُهُ عَلىَ غَزِيْرِ فَضْلِهِ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ نَبِيُّ الْهُدَى وَالرَّحْمََة خَيْرُ الْبَرِيَّة وَأَفْضَلُ الْبَشَرِيَّة صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلىَ آلِهِ وَصْحِبِهِ وَمَنْ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْحَشْرِ وَالْمَعاَدِ.
أَيُهاَ النَّاسُ اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ التَّقْوَى وَرَاقِبُوهُ فِي السِّرِّ والنَّجْوَى فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِذَلِكَ فَقَالَ :
{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ}
الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله الله أكبر الله أكبر ولله الحمد،
Kaum Muslimin hafhizhakumullahu, lantunan takbir yang dibarengi rasa syukur seperti di pagi hari ini terasa begitu indah dan nikmat, hari raya yang bahagia bagi segenap kaum muslimin di manapun mereka berada. Lantunan tahmid dan tahlil membumbung ke angkasa menembus cakrawala mengingatkan akan hakikat diri dan curahan nikmat tiada hingga, Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Laa Ilaaha Illal Laahu wallahu Akbar Allahu Akbar walillahil Hamd.
Ma’asyiral muslimin hafhizhakumullahu, Nabiyullah Ibrahim u adalah tokoh sentral yang selalu dikenang di setiap Iedul Adha dan beliau patut untuk itu dari pengorbanan yang luar biasa dalam ketundukan kepada Allah I yang berwujud pada ketaatan agung tidak tertandingi mulai dari hijrah hingga keikhlasan mengorbankan puteranya dalam peristiwa penyembelihan yang berakhir dengan syariat berkurban hingga saat ini. Beliau dipanuti karena kesempurnaannya sebagai hamba Allah I dalam segala hal, di dalam al-Qur’an surah an-Nahl (16): 120, Allah I berfirman:
{إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ}
“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif, dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)”.
Di samping sebagai Rasul utusan Allah I yang sempurna menjalankan tugas berat tersebut, beliau dalam kehidupan kemanusiaannyapun berhasil mendidik istri dan keturunan beliau berjalan di atas jalan Allah I. Di dalam Qs. al-Baqarah (02): 132
}وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَابَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ{
“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.
Kaum Muslimin hafhizhakumullahu, kunci kesempurnaan Khalilullah (Kekasih Allah I) Ibrahim u dalam ketundukan kepada Rabbnya adalah rasa tsiqah (yakin) beliau kepada segala perintah-perintahNya bahwa di dalamnya pasti terkandung maslahat nampak atau tidak, saat ini atau di kemudian hari. Rasa tsiqah ini berwujud iman dan yakin yang senantiasa memenuhi relung hati, lisan dan perbuatan beliau sehingga kalimat yang keluar di saat datang perintah adalah sebagaimana firman Allah I dalam Qs. al-Baqarah (02):131,
{إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ}
“Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”.

Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamd
Kaum Muslimin Rahimakumullah, dari sifat Nabiyullah Ibrahim u di atas setidaknya bagi kita untuk zaman seperti sekarang ini membutuhkan dua hal penting:
Rasa tsiqah (yakin) kepada ketetapan Allah I yang menghasilkan keimanan nan kuat akan segala janjiNya I berupa kebahagiaan bagi yang taat dan tunduk serta kebinasaan bagi yang membenci, menolak atau menggantinya.
Allah I berfirman dalam Qs. Muhammad (47): 9
{وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ 0
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ}
“Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur'an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka”.
Di dalam ayat lain Qs. Thaha (20): 75-76, Allah I berfirman:
{وَمَنْ يَأْتِهِ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصَّالِحَاتِ فَأُولَئِكَ لَهُمُ الدَّرَجَاتُ الْعُلا 0 جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ مَنْ تَزَكَّى}
“Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia), (yaitu) surga `Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan)”.

Kaum Muslimin yang berbahagia, syariat Allah I bukanlah untuk diperdebatkan atau dipertentangkan apalagi dijadikan sebagai bahan pooling pendapat untuk disetujui atau tidak, ia adalah ketetapan yang mutlak harus diterima sebab datangnya adalah dari Sang Pencipta Yang Maha Mengetahui segala-galanya, Ialah satu-satunya yang mengetahui mashlahat dan mudharat bagi umat manusia, ketetapanNya penuh keadilan, hukum-hukumNya penuh kebijakan, tidaklah Ia ditanya tentang perbuatanNya sebaliknya umat manusialah yang berhak untuk itu.
Merubah satu dari ketetapan Allah I, atau membenci apalagi sampai menolaknya dengan alasan apapun adalah bentuk-bentuk kekufuran yang pelakunya terancam murtad dari agama Islam, sebaliknya menerima hukum-hukumNya adalah syarat mutlak benarnya iman seseorang sebagaimana yang tersebut di dalam Qs. an-Nisaa (04): 65, Allah I berfirman:
{فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا}
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”.
Saat ini tidak sedikit hukum Allah I yang diperdebatkan, ironisnya justru oleh orang yang kurang faham agama sehingga tidak jarang hukum-hukum tersebut ditolak hanya dengan alasan logika yang sangat pendek, sebutlah sebagai misal hukum poligami dan larangan mengucapkan selamat kepada orang kafir pada hari raya mereka yang ditentang oleh sebagian masyarakat kita dengan dalih tidak sesuai dengan keadaan zaman yang demokratis atau diskriminasi terhadap kaum wanita atau terkadang mengangkat dalil agama yang dipelintirkan tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya diturunkan. Tidakkah orang-orang itu sadar bahwa yang mereka tentang adalah hukum Allah I bukan hukum buatan manusia ? Tidakkah lagi ada rasa takut dalam diri kita semua jika terang-terangan menolak hukumNya ? Jika Abu Bakar as-Shiddiq t saja berkata: “Langit manakah yang akan menaungiku, bumi manakah yang akan menerimaku jika aku berkata tentang al-Qur’an sesuatu yang tidak aku ketahui ?” Maka kita semua akan berkata apa melihat kelakuan sebagian umat kita seperti ini tanpa ada rasa takut kepada Allah I sedikitpun ? Kemanakah orang-orang beriman yang mengaku tunduk kepada Allah I dan senantiasa menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar ? Sadarlah wahai umat Islam dari segala musibah dan bencana yang menimpa kita selama ini bahwa ia adalah teguran Allah I akibat kelalaian dan keteledoran kita, bangkitlah dan katakan TIDAK kepada segala bentuk penentangan terhadap hukum-hukum syariat, nyata ataupun tersembunyi dengan mentakwil-takwilkannya.
{أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ}
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik”.

Qudwah Shalihah atau panutan yang baik. Kita butuh kepada siapa yang bisa mewujudkan Islam hakiki dalam kehidupan sehari-harinya sebab tabiat setiap manusia memang adalah memanuti orang lain. Ia mewarisi dari Rasulullah e dan para shahabat beliau y sunnah yang suci dan menghidupkannya dalam perilaku lurus dan bersih, perbuatannya sesuai perkataannya, tegas dalam kebenaran dan sayang kepada pengusungnya.
Kaum muslimin yang berbahagia, setiap dari kita dapat menjadi panutan jika bisa menjaga perbuatan baik dan konsisten dalam menjalankan syariat Allah I sebagai bentuk ketundukan kepadaNya. Hal ini sebagaimana firman Allah I dalam Qs. al-Furqan (25): 74
{ وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا}
“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.
Para mufassirin -di antaranya adalah Abdullah ibnu Abbas t- berkata: “imam” artinya pemimpin yang menjadi panutan dalam kebaikan.
Krisis panutan saat ini begitu terasa bagi kita kaum muslimin, walau di antara kita tidak sedikit yang punya ilmu tentang Islam atau yang begitu hebat berbicara tentang agama, namun yang menghidupkan Islam dalam kehidupannya dari semua yang ada tersebut masih sangat sedikit, bahkan terkadang justru para tokoh yang disebut “pakar” atau “cendekia” itulah yang membuat kebingungan di tengah umat akibat perkataan dan perbuatannya yang berbeda-beda atau bertentangan. Padahal seorang qudwah adalah dia yang bukan saja memberikan keteduhan kepada umat karena wejangan dan nasihatnya yang senantiasa membawa mashlahat tapi juga ketaatannya kepada Allah I begitu besar karena rasa takut yang terpatri di dalam dadanya. Di dalam Qs. Fathir (35): 28, Allah I berfirman:
{إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ}
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama”.
Salah seorang tabi’in yaitu Said ibnu Jubair rahimahullah berkata: “rasa takut adalah yang menghalangi seseorang dari maksiat kepada Allah I”.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Yang demikian itu adalah karena siapa yang pengetahuannya tentang Allah I lebih sempurna maka rasa takutnya kepada Allah I juga semakin tinggi”.
Saatnya problema panutan ini diatasi dengan mendidik diri dan keturunan kita untuk tunduk dan patuh kepada ketetapan Allah I dengan berislam yang utuh dan mendalam. Semoga Allah I menambahkan hidayahNya buat kita semua.
Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd
Kepada kaum muslimah, jagalah diri dan jangan terperdaya oleh tipu muslihat kaum syahwati. Simaklah firman Allah I sebagaimana yang terdapat dalam Qs. an-Nisa’ (04): 27
{وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلاً عَظِيمًا}
“Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).”
Allah I mengajak anda ke syurga dengan jalan yang mudah yaitu dengan menerima sepenuh hati segala ketetapanNya dalam agama ini serta melaksanakan anjuran Rasulullah e dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad ibnu Hambal dari Abdurrahman ibnu Auf t
(( إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ ))
“Jika seorang wanita telah melaksanakan shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga harga diri dan kemuliaan, serta taat kepada suaminya maka akan dikatakan buatnya masuklah ke dalam syurga dari pintu mana saja yang engkau mau.”
Tidak sedikit gerakan-gerakan feminis saat ini yang mengatas namakan perjuangan buat kaum wanita namun tidak diridhoi Allah I akibat penentangan mereka terhadap prinsip agama dan moral kaum muslimin, sadarlah bahwa hanya Islamlah satu-satunya sistem hidup yang memuliakan kaum wanita, jika anda mencari selain Islam maka justru kehidupan anda hanya akan menjadi bahan komoditas yang laku ketika masih segar namun dicampakkan setelah renta dan layu.
Buat para pemimpin negeri ini kami serukan untuk menjadikan syariat Allah I sebagai pedoman dalam negara sebab tiada keberuntungan ataupun kebahagiaan kecuali dengannya. Dengannya anda mengundang keridhaan Allah I Pencipta dan Penguasa alam semesta serta dengannya pula anda dapat memberikan kesejahteraan kepada umat dan masyarakat yang anda pimpin. Kami sadar bahwa memimpin negeri ini memang sulit namun dengan bantuan Allah I lalu kebersamaan kaum muslimin semua amanah dan kewajiban dapat diatasi insya Allah. Syariat Allah I adalah adil dan tidak diskriminatif dapat berlaku bagi semua umat manusia yang sadar akan eksistensi dirinya sebagai makhluk, maka tidak usah takut dan khawatir akan adanya penindasan terhadap kaum minoritas, toh dalam sejarah pun hal tersebut tidak pernah terjadi.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah ketahuilah bahwa hari ini adalah hari suci, maka mari bersihkan diri kita dari segala kesyirikan dan dosa serta harta kita dengan bersedekah, juga mengikuti anjuran Allah I dan Rasulullah e untuk berkurban dengan menyembelih hewan kurban (udhiyah).
Hewan yang disembelih itu adalah berupa domba yang genap berusia 6 bulan, atau kambing yang genap setahun, atau sapi yang genap 2 tahun dengan syarat hewan kurban tersebut tidak memiliki cacat dan penyakit yang bisa berpengaruh pada daging, kwantitas maupun kwalitas (rasanya) misalnya: kepicakan pada mata, kepincangan pada kaki dan penyakit pada kulit, kuku dan mulut.
Seekor sapi boleh disembelih untuk tujuh orang, adapun kambing ia hanya boleh untuk satu orang saja, kecuali berserikat dalam pahala maka dibolehkan pada semuanya tanpa batas. Sebaiknya si pemiliklah yang menyembelih hewan kurbannya, namun boleh saja diwakilkan kepada penjagal dengan syarat ia adalah seorang muslim yang menjaga shalatnya, tahu hukum-hukum menyembelih dan upahnya tidak diambilkan dari salah satu bagian hewan kurban itu sendiri, kulit ataupun daging, meskipun ia juga bisa mendapat bagian dari hewan tersebut bila ia berhak.
Bacaan sebelum menyembelih adalah:
بِسْمِ اللهِ والله أَكْبَر اللَّهُمَّ هَذَا عَنْ ...
Lalu menyebut nama yang berkurban.
Hewan yang telah disembelih dapat dibagi tiga, sepertiga buat pemiliknya, sepertiga buat hadiah dan sepertiga buat sedekah kepada fakir miskin, meskipun bila disedekahkan semua juga boleh. Waktu penyembelihan dimulai sejak usai shalat Idul Adha hingga tiga hari tasyriq setelahnya dan dimakruhkan menyembelih di malam hari. Nilai dari hewan kurban seseorang di sisi Allah bukanlah saja dari banyaknya daging dan darah yang dikucurkan namun lebih dari itu yang sampai kepada Allah I adalah ketaqwaan dan keikhlasannya, maka luruskanlah niat kita hanya mengharap balasan dariNya semata.
Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd
Akhirnya marilah bersama menundukkan hati dan jiwa kita kepada Allah Yang Maha Perkasa, menengadahkan tangan kita kepada Dia Yang Maha Melihat, meminta dan memohon belas kasih dariNya Yang Maha Mendengar dan Memberi,
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين ،
Ya Allah, Tuhan kami, kembali di hari suci ini kami menghadapkan wajah kami kepadaMu memohon belas kasih dan ampunanMu, kami sadar akan kesalahan dan kelalaian kami, nikmat dan anugerah yang banyak dariMu belumlah kami balas dengan penghambaan yang semestinya kepadaMu, bahkan dosa dan kekeliruan tidak pernah luput dari keseharian kami, Ya Allah, Tuhan kami, namun kamipun sadar dengan segala keyakinan bahwa kasihMu tak bertepi, ampunanMu tak terbatas ampunkanlah dosa dan kesalahan kami, curahkanlah belas kasihMu kepada kami.
Ya Allah, kedua ayah ibu kami yang masih hidup ataupun yang telah kembali kepadaMu adalah orang yang pertama kali berjasa kepada kami, memperkenalkan kami kepadaMu, merawat, mendidik dan membimbing kami dengan penuh kesabaran, tak jarang airmata mereka tumpah karena ulah kami, kami mengingat NabiMu pernah bersabda bahwa siapa yang tak mampu berterima kasih kepada sesama manusia tak akan mampu bersyukur kepadaMu, Ya Allah tak ada yang mampu kami berikan kepada kedua orang tua kami kecuali seuntai doa kepadaMu untuk mengampunkan kekhilafan dan kesalahan mereka, melimpahkan kasih sayang dan rahmat kepada mereka, ampunkan mereka yang telah wafat, bimbing dan tunjuki mereka yang masih bersama kami dan jadikanlah kami orang yang mampu berbakti kepada mereka sesuai tuntunanMu, Engkaulah Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan Doa.
Ya Allah, di sini di hari ini kami bergembira, hati kami dipenuhi rasa suka dan cita, namun sepenggal hati kami ini pula diselimuti duka dan kesedihan bila mengingat ada sebagian saudara kami di sana tak mampu seperti kami merayakan hari ini, mereka terusir dari tanah tempat tinggal mereka, terkekang oleh tirani jahat yang tak pernah rela akan agamaMu, terintimidasi oleh kekuatan zhalim yang gemar keangkuhan dan kepongahan. Ya Allah, masukkan rasa gembira ke dalam hati saudara-saudara kami sebagaimana yang Engkau berikan kepada kami walaupun hanya setetes, sampaikan kepada mereka bahwa sukacita kami hari ini dikabungi duka nestapa mereka, Ya Allah hanya kepadaMu kami adukan besarnya kezhaliman musuh-musuhMu atas saudara-saudara kami, balaslah mereka dengan balasan setimpal, hancurkan kekuatan mereka, timpakan atas mereka apa yang telah mereka timpakan atas kami, Ya Allah Engkaulah satu – satunya Penolong dan Pelindung kami.
Ya Allah, di hari ini kami bertekad untuk tunduk dan patuh hanya kepadaMu, menekuni agamaMu dan mewarnai hidup kami dengannya, Ya Allah selamatkanlah kami semua dari segala kejahatan dan kecelakaan, janganlah Engkau timpakan atas kami musibah dari perbuatan orang-orang zhalim di antara kami, dan anugerahkanlah buat kami panutan yang baik dari kalangan kami sendiri, Ya Allah kamilah hambaMu yang sangat butuh akan belas dariMu.
Ya Allah kabulkanlah doa kami, penuhi permintaan kami ini, kamilah hambaMu yang lemah, harapan kami hanya kepadaMu, Engkau Maha Melihat, Engkaulah Penguasa Satu-satunya Yang Haq, Engkaulah Sebaik-baik harapan.
رَبَّناَ لاَ تُزِغْ قُلُوْبَناَ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَناَ وَهَبْ لَناَ مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ ، رَبَّناَ آتِناَ فِي الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذاَبَ النَّارِ، اللَّهُمَّ رَبَّناَ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْناَ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ، سُبْحاَنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُهُ الظَّالِمُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلىَ الُْمْرسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وصَلِّ اللَّهُمَّ عَلىَ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .



Foto saat berdakwah di Stasiun Televisi Malang, Malang TV saat Ramadlan


STRATEGI DAKWAH
Drs. H. M. Ali Ghufron Risyam

A. Pengertian Dakwah ;
1. Dakwah adalah “ Mendorong agar memperbuat kebaikan menurut petunjuk. Menyeru mereka berbuat kebaikan dan dan melarang mereka dari perbuatan munkar, agar mere ka mendapat kebahagiaan di dunia dan akhira t”.( Syeh Ali Mahfudz, Hidayatul Mursyi din, terjemah Shadijah Nasution, Usaha Penerbitan Tiga A 1970, hal 17)
2. Dakwah adalah “ Setiap usaha atau aktivitas dengan lisan atau media apa saja, yang bersifat menyeru, mengajak, memanggil manusia lainnya untuk beriman dan menta’ati Alloh SWT., sesuai dengan garis-garis Aqidah dan Syari’ah serta Akhlaq Islamiyah “ ( H.M.S. Nasaruddin Latif, Teori dan Praktik Dakwah Islamiyah, Penerbit Firma Dara, Jakarta, hal. 11).
3. Pada intinya, Dakwah itu mempunyai pengertian” merubah situasi kepada situasi yang lebih baik”. Dengan kata lain : “ Dakwah menjadi seluas kehidupan ”.

B. Langkah-langkah persiapan Dakwah
Yang dimaksud persiapan, adalah meliputi 3 syarat pokok
a. Kesehatan Jasmani dan rohani. Dalam keadaan sehat, bila kesehatannya terganggu be tapapun lengkapnya persiapan yang lain kesuksesannya sangat diragukan.
b. Kesiapan Ilmu, materi bahasan. Kesiapan Ilmu meliputi ;
1. Soal Penguasaan bahasa, komunikatif, alur yang disampaikan mudah dimengerti.
2. Pengetahuan pendukung (dalil Naqliyah ; Alquran, Alhadits, Kata hikmah dsb.)
c. Saat Penampilan ; Kerapian Busana, Kewajaran sikap dan gaya, Penyesuaian gerak gaya dan mimik, Menjaga keakraban dengan pendengar/ pengunjung.

C. Media Dakwah
a. Lisan; Ceramah, tabligh, khithobah/ khuthbah, pengajian, pelatihan, seminar, diskusi.
b. Tulisan; Artikel pada Koran, majalah, Brosur, Selebaran Mimbar Jum’at, buku-buku.
c. Peragaan; seperti Televisi, Sinetron, pementasan drama, gambar, spanduk, dsb.
d. Teladan; dengan memberi contoh/ petunjuk, baik secara langsung atau tidak langsung.

D. Metode Dakwah
1. Metode IMPROTU (Irtijaly) ; metode serta merta berdasarkan kebutuhan sesaat.
2. Metode MENGHAFAL ; dengan persiapan secara terperinci, menuliskannya lalu meng hafalkannya secara harfi
3. Metode NASKAH ; atau ceramah berteks, Biasanya untuk acara=acara resmi/ formal.
4. Metode EKSTEMPORAN ; metode yang sangat dianjurkan, karena caea ini adalah jalan tengah di antara metode-metode di atas.

E. Proses Penyelenggaraan Dakwah
a. Dakwah harus dilakukan dengan sadar dan sengaja
b. Dikehendaki oleh pelakunya, karena perbuatan ini mengandung maksud tertentu
c. Dakwah merupakan amal ibadah yang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya, sebagai mana perbuatan ibadah lainnya.
d. Media pendukung dipersiapkan secara matang, dengan memperhitungkan segenap segi dan faktor yang mempunyai pengaruh suksesnya pelaksanaan.

F. Obyek Sasaran Dakwah
a. Obyek dakwah adalah masyarakat manusia yang bermacam-macam, sifat, karakter, status sosial, pendidikan, jenis kelamin, tingkatan usia, keadaan ekonomi, etnis dsb.
b. Kapan dan dimana, kepada siapa, Untuk apa Dakwah yang disampaikan ?.

G. Tujuan Dakwah
Termasuk sasaran Srtategi Dakwah atau kebijaksanaan operasional. Karean itu pelaku Dakwah harus memiliki skop aktivitas yang dapat dikerjakan, selain harus pandai menyusun tindakan dak wah, menganalisa, evaluasi dengan tetap berpedoman pada tujuan dakwah. Singkatnya, tujuan adalah merupakan “ kompas pedoman”, yang tidak boleh diabaikan dalam proses dakwah.


Televisi Sebagai Media Dakwah


Era perkembangan teknologi telah menjamur di kalangan kita seka rang ini. Terutama teknologi informasi dengan makin banyak bermunculan stasiun-stasiun televisi swasta nasional seperti Rajawali Citra TV (RCTI), ANTV, INDOSIAR, Trans TV, Metro TV, TV One, TV 7, JTV dan besar kemungkinan masih banyak stasiun-stasiun televisi swasta baru lainnya yang akan bermunculan, terlebih TV tingkat lokal seperti Batu TV, ATV, Malang TV, Mahameru TV menuju regional. Hal ini makin melenyapkan batasan ruang maupun waktu antara komunitas satu dengan yang lain.

Masing-masing stasiun televisipun seakan berlomba mendapatkan perhatian dengan menayangkan acara-acara menarik yang menyedot perhatian penonton atau pemirsa dari segenap lapisan masyarakat, juga para sponsor acara. Dengan fenomena di atas, maka dibutuhkan suguh an acara yang menarik dan menantang serta penyejuk qalbu pencerah kehidupan yang membumi dan santai untuk dikemas dan disuguhkan kepada penonton/emirsa untuk dapat diikuti setiap hari atau setiap pekan. Untuk itu kepekaan terhadap konsumtif masyarakat yang butuh selain hiburan, pendidikan, penerangan, penyuluhan juga sentuhan penyejuk qalbu pencerah kehidupan sangat diperlukan untuk bersaing antar sesama stasiun televisi tersebut.

Oleh karena itu kami ingin turut serta dalam mengisi acara program TV yang dapat menambah wawasan mengajak dalam kebaikan dan mencegah untuk kerusakan bagi pemirsa, karena kita tahu masyarakat kita sekarang ini butuh di samping hiburan juga wawasan keagamaan yang menarik dengan tidak menggurui secara langsung, tetapi dengan sentuhan humor yang santun, informasi sebagai sosuli dari permasalahan rohaniah.
Insya Allah kami telah mimiliki persiapan dan bekal yang cukup guna merealisasikan acara tersebut bila berkenan.
Dengan keseriusan dan kajian-kajian yang matang dan membumi diselingi dengan diseling humor, sajian sejenis yang seolah bicara langsung dengan penonton atau penikmat, humor segar yang etis dan santun dengan materi yang berkompeten akan siap bersaing, maka secara langsung pada tampilan ini. Keakraban yang tidak mengurangi bobot materi sajian yang berdurasi waktu antara 10 (sepuluh) atau 30 (tiga puluh) menit, dengan diselingi “pesan sponsor” atau” pariwara” penyaji siap ikut terlibat memberikan atau mempersilahkan dan sebagainya, terserah program stasiun TV ini.

Dari pengalaman yang kami petik selama ini, kami telah pula mendapat kepercayaan selama 4 (empat bulan) mulai bulan September sampai dengan Desember 2004 yang lalu malang melintang kurang lebih 53 (lima puluh tiga) kali tayang September 2004 sd. Februari 2005 dalam acara ceramah agama “ MUTIARA KEHIDUPAN ” durasi waktu 30 menit & “ Kultum ” durasi waktu 10 menit, di TV swasta tepatnya Malang TV kota Malang ( Malang Raya).

Selain itu sudah sering mendapat kepercayaan ceramah atau pengajian umum di berbagai Instansi Pemerintah dan swasta, di Jawa Timur dan luar Jawa ( 3 kota Irian Jaya dan Denpasar Bali ).

Untuk itu kami bermaksud menyediakan diri untuk kerjasama yang ber kesinambungan atas dasar saling percaya untuk kemajuan pertelevisian dengan mengisi acara “ Mimbar Agama ” secara monologis dengan sajian yang familier dan humoris atau Nada & Dakwah pada stasiun TV yang 'Ingin bekerjasama dengan kami', Insya Allah kami bersedia.

Sponsor dan waktu acara mengikuti program yang telah diagendakan atau diprogramkan oleh stasiun yang ada.

Foto-foto saat berdakwah :

Foto saat berdakwah di Stasiun Televisi Malang, Malang TV bersama Siswa SMAI dan Madrasah Aliyah Al Maarif Singosari Malang

Saat berdakwah diSampoerna Percetakan Nusantara Pandaan-Jawa Timur

Foto saat berdakwah " Mulid Nabi SAW. "di Masjid Shalahuddin Malang


*) Drs. H. M. Ali Ghufron R.
Staf Pengajar di YP.Almaarif Singosari (SMAI & MA ) Singosari, YAPISH (SMA Shalahuddin) Malang, SMK TI,(PP. Al Ishlahiyyah) Singosari. Muballigh dan Mantan Ketua IPNU (1979-1983) , Mantan Ketua GP. Ansor Ancab. Singosari (1993-1998), Wakil Ketua GP. Ansor Kab. Malang (1995 – 1999), berkhidmat di Bagian (MWC NU) Singosari.dan Anggota LDNU Kab. Malang.

PUISI dan SYI'IRAN BASA JAWA (Sangka Santri....)


PAK ALI GHUFRON SINGOSARI MALANG SEDANG EKSPRESSI PUISI.......

KUMPULAN PUISI SAAT TERJADINYA SUNAMI ACEH 2006


TRAGEDI TANAH RENCONG
Ali Ghufron, Singosari Malang, 2 Januari 2005

Di Tanah rencong yang dibanggakan
Menjerit-jerit kesakitan, menyebut-nyubut Asma Mu, Ya Alloh….
Astaghfirullohal ‘Adhim, Lahaula walaquwwata illah billahil ‘aliyyil ‘adhim
Kau luluh lantakkan Banda Aceh rata dengan tanah, tiada beda dengan tanah lapang air tergenang, segala hilang tak terbilang

Ya Alloh….
Tak ada lagi mahkota jabatan
Tak ada lagi harta kebanggaan
Tak ada lagi rumah tinggal
Tak ada lagi sanak keluarga
Tak ada lagi cengkrama permainan
Tak ada lagi tetangga kenalan
Tak ada lagi kecantikan
Tak ada lagi kegagahan
Tak ada lagi kesombongan
Tak ada lagi
Rontok….
digoyang dendang makhluk Mu, gempa tektonik berulang-ulang

Apakah ini tadzkirah peringatan Mu
Apakah ini fitnah cobaan Mu
Apakah ini adzab hukuman Mu

Ya Alloh….
Tak ada lagi hiruk pikuk kendaraan
Tak ada lagi lalu lalang kesibukan
Tak ada lagi gemerlap lampu penerang
Tak ada lagi bebunyian hiburan dan rekreasi
Tak ada lagi senyum sapa ucapan salam
Tak ada lagi transaksi dan perdagangan
Tak ada lagi sekolah dan perkuliahan
Tak ada lagi komunikasi pembicaraan
Tak ada lagi !
Rata…..
dihempas libas makhluk Mu gelombang Tsunami si ombak kobra menerjang

Hanya Masjid-masjid tempat pasujudan bertengger kokoh atas Izin Mu,

Apakah ini tadzkirah peringatan Mu
Apakah ini fitnah cobaan Mu
Apakah ini adzab hukuman Mu

Puing sisa berikan bukti,
Mayat-mayat kaku jadikan saksi sebagai musyahidin,
Mencari sanak saudara silih berganti, ratap tangis memilukan datangkan simpati,
Sunyi sepi nasehat hikmah yang sarat berisi, bagi saudara mereka yang berfikir
Bela sungkawa seantero dunia sumbangkan arti, relawan kemanusiaan berbondong datang ulurkan tangan tuk sesama.

peringatan, cobaan atau hukuman Mu ?


DUKA SERAMBI MAKKAH
Ali Ghufron, Singosari, 2 Januari 2005

Allohu Akbar !
Tersentak oleh keBesaran Alloh Dzat Yang Maha Besar
Betapa amat kecil segala ciptaan
Berpuluh ribu mayat bergelimpangan terbujur kaku dengan segala gerak laku yang qalbu bagai disayat sembilu
Kematian itu satu, sebabnya ada beribu-ribu, dimanapun pasti bertemu
Kiamat kecilkah gerangan ?
Ya…. Kiamat kecil !
Kiamat kecil
Kiamat kecil
Kiamat kecil…….

Innalillahi wainna ilahi roji’un
Sungguh segalanya milik Mu, dan kembali ke haribaan Mu
Duka Serambi Mekah
Datangkan duka dunia
Bela sungkawa berkepanjangan
Akal menjadi dangkal, takdir berdzikir
Mata menjadi saksi
Hati datangkan simpati

Subhanalloh
Maha Suci Dzat Yang Maha Suci
Gempa dan badai Tsunami datangkan hikmah
Tak hanya Pakar, tukang parkirpun bertasbih kepada Mu
Sehabis menyaksikan Maha Suci Mu

Bayi mungil satu setengah bulan bertahan, induknya mati terseret gelombang, ayahnya diam terheran-heran menyaksikan anak kesayangan tersenyum manis menawan
Lelaki di tumpakan sampah sampai enam hari enam malam tak setes airpun ke kerongkongan tak sebutir makanpun ke perutnya, masih bertahan hidup, bicara terbata-bata
Anak berusia lima tahun naik almari terapung nikmat sempat pindah ke springbet ditungganginya seluruh keluarga yang disayangi tak menyaksi kan dan menyahut jeritannya
Masjid putih berkubah hitam Baiturrahman tetap bisa menjadi kebangga an Icon Serambi Makkah ke depan
Satu generasi Kau taburi Rahmat Mu Wahai Dzat Yang Memberi Rahmat

Kiamat kecil gerangan ?
Ya…. Kiamat kecil !
Kiamat kecil
Kiamat kecil
Kiamat kecil, Miniatur kiamat…….


BADAI TSUNAMI SEBUAH NAMA
Ali Ghufron, Singosari, 2 Januari 2005

Lempeng bumi laut bergeser, kata ahlinya
badai tsunami menyapa bumi, puluhan ribu jiwa tersapu mati, tua muda, remaja bay, kaya miskin, tentara polisi, tak peduli
Waktu dhuha dikala gempa, porak porandakan gerak kehidupan,
Andai…. kau datang tengah malam mereka lelap tidur mendengkur betapa lebih mengujutkan seluruh daratan,

Allah Maha Belaskasihan, Allah masih belas kasihan,

Nanggroe Aceh Darussalam,
Aceh yang sarat keagamaan,
Aceh yang indah kebudayaan,
Aceh yang dinamik tari Saman,
Aceh yang bersuara emas kalimah Allah diisenandungkan,
Aceh yang punya kebanggaan Kesultanan Malikus Shaleh tahun seribu dua ratus sekian, sampai seribu dua ratus sekian,
Aceh yang punya Kepahlawanan Tuenku Umar, Cut Nyak Dien, Cut Mutiah, pahlawan nasional,
Aceh yang Serambi Makkah, orang manapun kalau naik haji melalui pelabuhan Sabang,
Aceh yang daratanmu mirip di Mesopotamia, indah molek menawan,
Aceh yang punya tanaman daun impian, daun obat yang banyak disalahgunakan,
Aceh yang punya pemimpin daerah gubernur Abdullah Puteh bernama,
Aceh yang punya masalah dengan pemerintahan,
Allah Maha Belaskasihan, Allah masih meberikan belas kasihan,

Gelombang Tsunami hanya sebuah nama,
Samaran dari Malaikat Izrail sang pencabut nyawa,
Gelombang Tsunami hanya sebuah nama,
Titisan air bah di zaman Nabi Nuh ‘Alaihissalam, yang meneng gelamkan seluruh daratan,
Gelombang Tsunami hanya sebuah nama,
Mungkin samaran Nabi Khidir ‘Alaihissalam, yang mencekik anak kecil calon misionaris kafir
Gelombang Tsunami hanya sebuah nama,
Seperti bencana alam zaman Nabi Luth ‘Alaihissalam, membalikkan kaun homosexsual yang berlebihan dan mencibirkan ajaran Nabi mereka,
Gelombang Tsunami hanya sebuah nama,
Reingkarnasi generasi yang akan dartang,
Wallahua’lamu bishshowab.

Allah Maha Belaskasihan, Allah masih meberikan belas kasihan,



ACEH…. ! SETIAP MUSIBAH BERHIKMAH
Ali Ghufron, Singosari, 2 Januari 2005

Kematian datang, jerit tangis mengiang
Puluhan ribu mayat dikuburkan, shalat ghoib dimana-mana
Beribu-ribu pengungsi, bermilyard-milyard santunan simpati
Beribu-ribu yatim piatu, berjuta-juta mengangkatmu,

Musibah yang ada, hikmah yang tersisa
Kau jarang disentuh bapakmu, akan diprioritaskan
Kau dianak tirikan, akan dimanjakan
Kau dibilang penghianat, akan dijadikan pahlawan
Kau dibilang kampungan, akan lebih kota di mata dunia

Musibah yang ada, hikmah yang tersisa
Sejarah yang terkuburkan, terungkap jasa baikmu
Semerbak wangi dibuat tawar, kan lebih wangi ke penjuru
Serentah takabbur, terhina sampai ke liang kubur
Sekelompok sombong, seluruh hamparan terbengong

Musibah yang ada, hikmah yang tersisa



BELA SUNGKAWA DAN DOAKU PADAMU
Ali Ghufron, Singosari, 2 Januari 2005


Aku berbela sungkawa
Syahidin berbangga

Aku berbela sungkawa
Para relawan berdatangan

Aku hanya bisa berbela sungkawa
Para malaikat memanjakanmu

Aku sekedar bisa berbela sungkawa
sedang malaikat penjaga sorga kan menyambutmu dengan ramah

Aku dengan berbela sungkawa
Panjatkan doa kepada Rabbiku, smoga dirahmati, peroleh ampunanNya.


GEMURUH TAHLIL DAN DOA TUK NANGGROE ACEH DARUSSALAM
Ali Ghufron, Singosari, 2 Januari 2005

Saudara kita berduka
Masih ada tersisa dalam tanya
Masihkan akan hidup berikutnya
Sebuah kota menjadi bisu, mati, mencekam dengan mayat-mayat bergelimpangan di pinggiran jalan

Secercah harapan tinggal harapan
Tak lagi ingat saudara, anak, istri, apalagi sesuku
Aceh yang ceria tiba-tiba meledak dengan jerit tangis bersautan
Terhempas gejala alam badai tsunami menggulung seluruh isi hanyut dengan hitungan detik meregang ribuan nyawa

Tersiar kabar duka berjuta saudara kita
Selembar sajadah serambi Makkah robek sudutnya di banda kota sejarah penuh kenangan
Di hari libur Ahad Pahing dua puluh enam Desember penghujung tahun dua ribu empat
Gelombang pasang hempaskan sayap berbisa datang kematian ratusan ribu jiwa

Saudara kita berduka
Masih ada tersisa orang-orang yang takziyah ikut berduka
Dengan gemuruh membaca kalimah tahlil dan shalat ghoib mintakan ampunan
Masih ada kepedulian sesama, walau sebelumnya sempat tak tegur sapa
Bahkan ingin menghabisi mereka Gerakan Aceh Merdeka

Saudara kita berduka
Masih ada belas kasihan penghuni dunia
Masih tersisa orang arif bijaksana, ikut mendoakan dengan doa sejadi-jadinya
Bersedia menolong dengan berbagai kelebihan yang ada
Saudara, semoga arwamu dibalas sorga,

Amin, semoga Allah mengabulkan.


AKU BERTANYA KEPADAMU TENTANG GELOMBANG KOBRA TSUNAMI
Ali Ghufron, Singosari, 2 Januari 2005

Wahai Allah….aku bertanya kepada Mu

Mengapa Kau ciptakan bumi ?
Untuk kau pakai hidup, dan kelola sumber alamnya !
Bila berlebihan, Aku tidak suka kepada mereka yang berlebih-lebihan
Kan binasalah kau dengannya

Wahai Allah….aku bertanya kepada Mu

Mengapa Kau ciptakan laut ?
Untuk kau pakai hidup, dan kelola sumber alamnya !
Bila berlebihan, Aku tidak suka kepada mereka yang berlebih-lebihan
Kan binasalah kau dengannya

Wahai Allah….aku bertanya kepada Mu

Mengapa Kau ciptakan gelombang kobra Tsunami yang mematikan ?
Untuk Kupakai menunjukkan Kebesaran Ku, dan ambilah hikmahnya !
Bila berlebihan, Aku tidak suka kepada mereka yang berlebih-lebihan
Kan binasalah kau dengannya

Aku faham, bahwa Engkau Maha Kuasa
Engkau ciptakan bumi untukku
Aku faham, bahwa Engkau Maha Kuasa
Engkau ciptakan laut untukku
Aku faham, bahwa Engkau Maha Kuasa
Engkau ciptakan gelombang kobra Tsunami yang mematikan saudaraku

Tapi aku belum mampu mengambil hikmahnya, Astaghfirullah…..

Wahai Allah….aku bertanya kepada Mu
Tegurankah itu…. Astaghfirullah…..

Wahai Allah….aku bertanya kepada Mu
Cobaankah itu…..Astaghfirullah…..

Wahai Allah….aku bertanya kepada Mu
Hukumankah itu….. Astaghfirullah…..

Aku terlelap tidur, dalam mimpi lelaki berjubah bersorban putih membisiku “ engkaupun harus hati-hati “

Astaghfirullah…..
Akupun terbangun, mengapa aku bertanya pada Tuhan ? seharusnya bertanya pada diriku sendiri…. Astaghfirullah…..

SEMENTARA ACEH DAN SUMATERA UTARA
Ali Ghufron, Singosari, 2 Januari 2005

Ya Allah, Wahai yang terkandung dalam seluruh nama-nama Allah,
Dia Yang menciptakan langit dan antariksa yang tiada saka,
mencipta bumi dan segala kelengkapan tambang tiada batas,
dan gerak pergeseran serta gejala alam, tanah longsor, banjir bandang, angin gending, angin beliung, gempa Vulkanik, gempa Runtuhan, gempa tektonik, gelombang tsunami dengan korbannya atas Kehendak Mu belaka, yang tiada Tuhan selain Dia, tiada sembahan selain Dia, tiada wajib ditaati selain Dia
Dialah yang wajib dipuji yang benar-benar kuasa di atas segala-galanya, Wahai yang terkandung dalam seluruh nama-nama Allah, Ya Allah

Ya Rahman, Wahai Yang Maha Pengasih, semua tak terkecuali masih Engkau Kasihi, masih ada sisa yang hidup di antara yang mati. Baik kepada yang iman maupun yang ingkar kepada Mu, Wahai Yang Maha Pengasih, Ya Rahman

Ya Rahim, Wahai Yang Maha Penyayang, Dialah Yang Maha Penyayang kepada hambaNya yang mau beriman. Dialah yang memberi Rahmat yang besar tak dapat dinilai dengan harta benda dan kenikmatan di dunia, inilah yang diberikan kepada mayat-mayat korban syahidin, bayi dan kanak-kanak, ahli ibadah dan kebaikan, Wahai Yang Maha Penyayang, Ya Rahim

Ya Malik, Wahai Yang Maha Mengusai dan merajai segala-galanya, KeMaha Kuasa MU yang tiada tara, KeMaha Kuasa MU yang telah merendam daratan seketika, mematikan, menghidup kan, menggerakkan, dan mendiamkan, menumbuhkan kembali, Andai Kau tunjukkan yang lebih dahsyat tak kuatlah menerimanya, Wahai Yang Maha Mengusai dan merajai segala-galanya alangkah Kuasanya Engkau, Ya Malik

Ya Quddus, Wahai Yang Maha Suci, Yang bersih dari sifat kurang, tak kurang suatu apapun Engkau, skenario Mu dalam kejadian teramat bersih, terbukti tempat suci Mu tetap tegar tak bergeming diterjang badai tsunami yang menghancurkan, bayi mungil yang suci Kau hidupkan, walau ibundanya tenggelam, Alangkah Suci Wahai Yang Maha Suci, Ya Quddus

Ya Salam, Wahai Yang Maha Sejahtera, Dia lah yang memegang kendali kesela matan seluruh alam, dan hanya Dia lah dari segala cacat dan kekurangan. Salah satu bukti pada keluarga Konbes Polri yang sempat berucap memuji Mu dengan :” Ya Salam, Ya Salam, Ya Salam” Kau selamatkan dari malapetaka yang Kau kirimkan, hanya itu yang ku tahu, Wahai Yang Maha Sejahtera, Dia lah yang memegang kendali keselamatan seluruh alam, Ya Salam

Ya Mukminu, Wahai Yang Maha Pemberi keamanan, Dia lah yang mengaman kan seluruh makhluk Nya. Selain yang Kau beri petaka, masih lebih banyak yang Kau amankan dari gelombang kobra tsunami, hanya ujung barat, Aceh dan sebagaian Sumatra Utara, Sri Langka India, pantai Thailan saja, Dia lah yang mengamankan seluruh makhluk Nya, Wahai Yang Maha Pemberi keamanan, Ya Mukminu

Sementara tak kuasa aku melanjutkan memuji Mu dengan Asmaul Husna(8 –99)
Sementara kilu lidahku tuk membaca ayat-ayat Mu yang amat sempurna
Sementara tak mampu mengeja huruf Alif Lam Mim Mu, Ya Sin Mu
Sementara tak jelas dengarkan Nama Besar Mu dikumandangkan dari Masjid Mu



ACEH....YA HUA, KAU YANG MAHA MENJAGA

Masihkah ada penjagaan untukku
Sedang aku jarang terjaga untuk Mu
Aku sering alpa untuk Mu dari pada mengingat Mu
Kau Yang Maha Menjaga dalam keabadian Mu, Ya Hafid

8. Yang Maha Menjaga ,
9. Yang Maha Mulia,
10. Yang Maha Perkasa,
11. Yang Maha Mengatasi segala sesuatu,
12. Yang Maha Pencipta,
13. Yang Maha Mengadakan,
14. YangMaha Pemberi bentuk,
15. Yang Maha Pengampun,
16. Yang Maha Memaksa,
17. Yang Maha Pemberi,
18.Yang Maha Pemberi rizqi,
19. Yang Maha Pembuka pintu rahmat,
20.Yang Maha Mengetahui,
21. Yang Maha Penahan,
22. Yang Maha Mela­pangkan,
23. Yang Maha Merendahkan derajat,
24. Yang Maha Men­gangkat (derajat),
25. Yang Maha Pemberi kemuliaan,
26. Yang MahaPemberi kehinaan,
27. Yang Maha Mendengar,
28. Yang Maha Meli­hat,
29. Yang Maha Bijaksana,
30. Yang Maha Adil,
31. Yang Maha Halus (lemah lembut),
32. Yang Maha Waspada,
33. Yang Maha Pen­yantun ,
34. Yang Maha Agung,
35. Yang Maha Pengampun,
36. Yang Maha berterima kasih,
37. Yang Maha Tinggi,
38. Yang Maha Besar,
39. Yang Maha Memelihara,
40. Yang Maha Mengawal,
41. Yang Maha Penghitung,
42. Yang Maha Pemilik Kebesaran,
43. Yang Maha Mulia,
44. Yang Maha Mengawasi,
45. Yang Maha Mengabulkan,
46.Yang Maha Luas (karunia-Nya),
47. Yang Maha Bijaksana,
48. Yang Maha Penyayang,
49. Yang Maha Menang,
50. Yang Maha Membangkit­kan,
51. Yang Maha Menyaksikan,
52. Yang Maha Benar,
53. Yang Maha Mengurusi,
54. Yang Maha Kuat,
55. Yang Maha Kukuh,
56. Yang Maha Memimpin,
57. Yang Maha Terpuji,
58. Yang Maha Menghitung,
59. Yang Maha Memulai,
60. Yang Maha Mengembalikan,
61. Yang Maha Menghidupkan,
62. Yang Maha Mematikan,
63. Yang Maha Hidup,
64.Yang Maha Tegak,
65. Yang Maha Menemukan,
66. Yang Maha MuliaKeadaan-Nya,
67. Yang Maha Esa,
68. Yang Maha Dimintai,
69. Yang Maha Kuasa,
70. Yang Maha Menguasai,
71. Yang Maha Mendahului,
72. Yang Maha Mengakhiri,
73. Yang Maha Awal,
74. Yang Maha Akhir (tidak ada yang mengakhiri-Nya),
75. Yang Maha Dhahir(jelas Kekuasaan-Nya),
76. Yang Maha Ter sembunyi Dzat-Nya,
77. Yang Maha Memimpin,
78. Yang Maha Mengatasi segala ketinggian,
79. Yang Maha Baik, 80. Yang Maha Menerima Tobat,
81. Yang Maha Menuntut bela,
82. Yang Maha Pemaaf,
83. Yang Maha Kasih sayang,
84. Yang Maha Memiliki sekalian raja,
85. Yang Maha Mem punyai Kebesaran dan Kemuliaan,
86. Yang Maha Adil,
87. Yang Maha Meng himpun segala makhluq,
88. Yang Maha Kaya
89. Yang Maha Menjadi­kan kaya,
90. Yang Maha Menolak,
91. Yang Maha Memberi kemelara­tan,
92. Yang Maha Memberi man faat,
93. Yang Maha Pemberi cahaya,
94. Yang Maha Pemberi petunjuk,
95. Yang Maha Mengadakan sesuatu,
96. Yang Maha Kekal,
97.Yang Maha Mewarisi ( tetap hidup sesu­dah segalanya lenyap),
98. Yang Maha Cerdik,
99. Yang Maha Sha­bar

Foto saat berdakwah di Stasiun Televisi Malang, Malang TV bersama Siswa SMAI dan Madrasah Aliyah Al Maarif Singosari Malang

ISTIGHFAR

Astaghfirullohal Adhim 3X Innalloha Ghofurur rahiim
( Lirik oleh Drs. H.M. Ali Ghufron)

Ojo siro banget banget ngonmu urip ono ndunyo,
Malaikat juru pati ngawasake marang siro.
Malaikat juru pati bakal njabut nyowo iro,
Nggone njabut yo ngenteni dawuh Alloh kang Kuoso.

Sregep ngaji yo ibadah, apik marang podo manungso,
Iku dalan nyang swargo, ugo ngentengake marang sikso.
Males ibadah ngumbar nafsu, dalan jembar nyang neroko,
Mongko sombong lan takabbur, bakale oleh sikso kubur.

Senajan sak iki pada susah rekoso uripe,
Nanging tetep cekelan agama Islam lan imane.
Bakal slamet n ing akherat uga gampang ing lanjrate,
Sebab ikhlas madep matep nyembah marang Pengerane.

Nanging wong kang sregep ibadah limang waktu ora bubrah,
Mangko bakal oleh nikmah, oleh swarga Fa Insya Alloh.
Iman marang gusti Alloh ibadah klawan Istiqomah,
Shalat, poso, zakat, haji sarana lillahita’ala.

Wong kang sregep ibadahe, ngati-ati oleh njabute,
Koyo narik rambut ing glepung alus krono sakakene.
Nanging wong kang keset-males nyembah gusti kang kuoso,
Yo bakal piwales nazak pati nemen rekosone.

Koyo narik eri salak, kang ditarik songko sutro,
Dedel duel kahanane koyo sembrono mongso uripe.
Manungso bakal dikumpulake karo wong-wong kang dadi srawungane,
Mongko mumpung isih sempat sak durunge ketekan patine.

Mugi kula lan njenengan angsal syafaat Rasulillah,
Ten dina kiamat mangke ra ketemu rasa susah.
Anak bojo ora kenal bapak ibu pada pisah,
Sing nulungi amung siji catetan amal ibadah.

Poro Sederek
( Lirik oleh Drs. H.M. Ali Ghufron)

Poro sederek kulo sedoyo, jaler estri enom lan tuwo 2X, Mumpung urip no alam dunyo, saben waktu podo ilingo.

Ngelingono yen ono timbalan timbalane ra keno wakilan 2X, Timbalane kang Moho Kuoso gelem ora bakale lungo.

Yen lungane ora dinyono, sugih miskin bakale mrono 2X, Dunyo brono ditinggalno, sing digowo amal ing dunyo.

Disalini penganggo putih yen wis budal ora biso mulih 2X, Tumpakane kereta jawa roda papat rupa manungsa.

Jujugane omah guwo tanpo bantal tanpo keloso 2X, Yen omahe gak ono lawange turu dewe gak ono rewange.

Ditutupi anjang-anjang, diuruki den siram kembang 2 X, Tanggo dulur podo sambang podo nangis koyo wong nembang.

Lamun ing kubur bakal ditarap, dikoni karo malaikat 2 X, Takon sepisan ora den jawab daging balunge pating pencelat.

Mulo dulur podo’o tobat sak durunge ketekan sekarat 2 X, Ayo podo ngelakoni sholat, bakal slamet dunyo akherat.

Rugi Dunyo
Rugi dunyo gaksepiro’o, rugi akherat bakal ciloko 2 X, Sebab dunyo wot-wotane, kangge nuju akherate.

Wong uripe sregep ibadah, ono ing kubur bakale nikmat 2 X, Wong kang akeh mak siyate, nang neroko piwalese.

Urip ndik ndunyo mung sedelo, sing suwe ana akhirate 2 X, Bejo temen wong kang ibadahe ciloko kang akeh maksiyate.

Jelatah-pangkat pepaesing dunyo, ibadah-maksiyat pilihan iro 2 X, Akeh maksiyat olehe neroko, sregep ibadah oleg swargo.

DULUR-DULUR
( Lirik oleh Drs. H.M. Ali Ghufron)
DULUR-DULUR MUSLIMIN MUSLIMAT
AYO PADA NGGOLEK SANGU AKHIRAT
SAK DURUNGE KETEKAN SEKARAT
ANA ING KUBUR BAKAL DITARAP

BAKAL DITAKONI KARO MALAIKAT
AMAL KITA ORA ANA SING KLIWAT
AYO PADA NGELAKONI SHOLAT
RINA WENGI MUMPING SIK SEMPAT

ZAMAN SAK IKI WIS JEDEK KIAMAT
AKEH WONG SENENG NGEKONI MAKSIYAT
NINGGALNO SHOLAT LAN EMOH MBAYAR ZAKAT
WIS KADUNG KROSO NIKMAT LALI AKHIRAT

DULUR-DULUR AYO PADA SREGEP NGAJI
SAK DURUNGE KETEKAN PATI
TINIMBANG GETUN ONOK ING DINO MBURI
URIP NDIK NDUNYA ORA BISA DIBALENI

KONCO-KONCO SING SIK SENENG NDEM-NDEMAN
DULUR-DULURKU SING SENENG TOGELAN
AYO PODO DICEGAH GAK TERUS-TERUSAN
SEBAB MENDEM KOYA WONG EDAN, SENENG TOGELAN NGRUSAK MASA DEPAN

SENENG TOMBOKAN GAK ISO DADI JUTAWAN
SING AKEH MARI OLEH TAMBAH JORJORAN
WONG MAIN NGONO DIREWANGI SYETAN, DIJAK SENENG GAE KONCO LANGGANAN

KONCO NOM-NOMAN SING SREGEP NYELENGI,
YEN WIS AKEH DUETE DIGAWE RABI
CALON BOJONE YO ISO NYENENGI, MOROTUWANE YO MELOK NYENENGI
SREGEP TANGI ING TENGAH WENGI
DULUR-DULUR AYO PADA SADAR,
SAK DURUNGE KETEKAN MODAR
TINIMBANG GETUN GAK KENEK DIBAYAR
URIP NDIK NDUNYA IKU MUNG SAK GEBYAR